Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Segera Disidang, Begini Kelanjutan Kasus Ibu Inong dan Lokasi Pedagang Jalan Baru Dumai 

Segera Disidang, Begini Kelanjutan Kasus Ibu Inong dan Lokasi Pedagang Jalan Baru Dumai 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Beberapa hari belakangan, nama Ibu Inong dan lokasi pedagang Jalan Baru Dumai viral. Selain jadi buah bibir masyarakat, sejumlah media lokal hingga nasional juga mengupdate berita tersebut.

Ya, nama Ibu Inong dan lokasi pedagang Jalan Baru Dumai jadi viral pasca polisi menahan yang bersangkutan dalam kasus pemalsuan surat tanah. Sedangkan, tanah dimaksud yakni lokasi pedagang di Jalan Baru Dumai.

Baca juga : Ribut Lahan Kios Pedagang di Jalan Baru Dumai, Rahmat: Kami Diminta Klarifikasi Dokumen, Ibu Saya Langsung Ditahan!

Lagi Heboh, Polisi Tangkap Warga Dumai Jual dan Sewakan Lahan Orang di Kelurahan Bintan 

Kasus tersebut mencuat ke permukaan serta jadi sorotan publik, karena penahanan Ibu Inong diduga dilakukan secara sepihak tanpa pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen surat tanah yang menjadi barang bukti.

Putra Ibu Inong bernama Rahmat, menyatakan bahwa proses hukum yang dijalankan tidak transparan dan cenderung terburu-buru. Ia menyebut tidak ada pemeriksaan forensik atau validasi dari instansi terkait mengenai keaslian surat tanah yang digunakan oleh ibunya.

“Kami hanya diminta datang untuk klarifikasi dokumen. Tapi ibu saya langsung ditahan tanpa ada proses yang adil. Ini seperti kriminalisasi,” ujar Rahmat kepada media.

Kasus hukum yang melibatkan seorang ibu bernama Inong belakangan ini menjadi sorotan publik. Namun, ada yang berpendapat bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus ini.

Demisioner Korda BEM Se Kodum, Muhammad Ikhsan mengungkapkan, seharusnya saat ini tidak bisa serta-merta menghakimi tanpa mengetahui seluruh fakta dan bukti yang ada.

“Bisa jadi Ibu Inong memang bersalah, atau mungkin pelapor yang merasa dirugikan tadi yang justru bersalah. Karna mengingat, Indonesia adalah negara hukum. Mari sama-sama kita menghargai proses hukum yang sedang berlangsung. Pihak merasa dirugikan dapat untuk menempuh jalur hukum yang tertuang dalam konstitusi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak agar masyarakat tetap tenang dan objektif dalam menyikapi persoalan ini. ”Mari kita menunggu hasil investigasi yang menyeluruh dan putusan pengadilan, karena mengingat perkara ini sudah tahap dua dalam penyidikan dan sudah di serahkan ke Pengadilan Negri (PN) Dumai untuk di lakukannya persidangan dalam waktu dekat. Adapun tahap dua itu adalah penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke jaksa penuntut umum,” ujarnya.

Berdasarkan pasal tersebut 184 KUHAP untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka didapatinya dua alat bukti yang sah. Meliputi, keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, atau keterangan tersangka, dikutip dari dumaiposnews.

Sementara, dalam rilis yang dikirim Polres Dumai, kasus ini bermula dari laporan seorang warga berinisial TS. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/213/VIII/2021, tanggal 24 Agustus 2021, ia merasa dirugikan secara materi akibat klaim sepihak atas tanah miliknya yang dilakukan Ibu Inong.

Lahan tersebut telah dijual dan dicatat dalam Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) Usaha kepada pihak lain dengan ukuran yang sesuai arsip Kelurahan Bintan, yaitu 9 x 81 depa. Hal ini memperkuat bukti bahwa dokumen berukuran 59 x 81 depa milik Ibu Inong tidak sesuai dengan arsip resmi.

“Langkah hukum ini diharapkan memberi efek jera dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak menyalahgunakan dokumen dengan cara membuat surat palsu atau menggunakan surat palsu untuk kepentingan pribadi,” imbuhnya. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PASCA KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti Berdampak Buruk ke Partai, Pengamat: Bahan Bagi Rival untuk Propaganda

    PASCA KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti Berdampak Buruk ke Partai, Pengamat: Bahan Bagi Rival untuk Propaganda

    • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tertangkapnya Bupati Kepulauan Meranti M Adil oleh KPK dinilai berdampak buruk bagi partai. Situasi ini mudah dimanfaatkan oleh lawan politik untuk propaganda. “Penangkapan Bupati Kepulauan Meranti, saya kira secara politik pastilah ada dampak negatif bagi partainya. Setidaknya bahan bagi rival politik untuk melakukan propaganda,” kata Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Islam Riau […]

  • PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Petani Nyambi Dagang Sabu di Lenggadai Hulu Rohil

    PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Petani Nyambi Dagang Sabu di Lenggadai Hulu Rohil

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Polisi menangkap petani nyambi dagang sabu di rumah kosong Jalan Penghulu M Noor Rt.029 Rw.012 Kepenghuluan Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang, Rohil. Petani berinisial UM (25) itu kaget bukan kepalang. Dia yang baru saja mengkonsumsi narkoba jenis sabu langsung diamankan polisi ke Polsek Rimba Melintang. “Pelaku ditangkap saat mengkonsumsi sabu di rumahnya,” […]

  • Kasus Perambahan Hutan Produksi Tetap di Areal Konsesi PT SPM, Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka 

    Kasus Perambahan Hutan Produksi Tetap di Areal Konsesi PT SPM, Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka 

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Satreskrim Polres Bengkalis menetapkan seorang pria berinisial A.S. sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana perambahan kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) di areal konsesi PT Sekato Pratama Makmur (SPM), Dusun Air Raja, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melaksanakan serangkaian proses penyidikan, mulai dari pemeriksaan […]

  • SIDANG FERDY SAMBO CS, Saksi Ahli Digital Forensik Minta Peralatannya Tak Disorot Kamera

    SIDANG FERDY SAMBO CS, Saksi Ahli Digital Forensik Minta Peralatannya Tak Disorot Kamera

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    JAKARTA, detak24.com -Saksi ahli digital forensik meminta kepada majelis hakim agar peralatan yang dibawa tidak disorot ke publik karena sensitif untuk dibuka ke umum selama persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 20 Desember 2022. Hal ini disampaikan oleh jaksa penuntut umum kepada majelis hakim dalam sidang Ferdy Sambo sebelum pemeriksaan saksi ahli […]

  • TERLIBAT Korupsi, Warga Tembilahan Jadi Buronan Jaksa

    TERLIBAT Korupsi, Warga Tembilahan Jadi Buronan Jaksa

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kejati Riau menetapkan Direktur PT Bonai Riau Jaya (BRJ), HM Fadillah Akbar jadi buronan jaksa. Tersangka terlibat korupsi pembangunan Jembatan Sungai Enok, Inhil.  Penetapan sebagai buronan jaksa, disebabkan Fadillah selalu mangkir dari panggilan penyidik Pidana Khusus Kejati Riau. Fadillah masuk dalam daftar pencarian orang berdasarkan surat Nomor PRINT-01/L.4.5/FD.1/TAP.DPO/10/2023 tertanggal 19 Oktober 2023, […]

  • PENJARAH Rumah Terciduk Saat Makan di Ampera Bukitkapur, Ini Kronologisnya!

    PENJARAH Rumah Terciduk Saat Makan di Ampera Bukitkapur, Ini Kronologisnya!

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang pencuri inisial KR (29), warga Bukitnenas, Dumai terciduk saat makan pada sebuah Ampera di Bukitkapur. Tersangka terlibat dalam aksi penjarahan rumah warga yang ditinggal mudik. Kapolsek Bukit Kapur Iptu Irsanuddin Harahap, Kamis (28/09/23) mengatakan, saat rumah dalam keadaan kosong sejak 01 Januari 2023 karena ditinggalkan pemiliknya ke Sumatera Barat. Pada 04 […]

expand_less