Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Sumatera » Proyek Dermaga Kapal Cepat BPKS Sabang Terindikasi Sarat Permainan, Rp 9 Miliar hanya untuk Pancang

Proyek Dermaga Kapal Cepat BPKS Sabang Terindikasi Sarat Permainan, Rp 9 Miliar hanya untuk Pancang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SABANG, detak24com – Proyek dermaga kapal cepat di Pelabuhan Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang diduga kuat dari mulai dari proses tender hingga pelaksanaan pekerjaan sarat permainan.

Bahkan berhembus kabar tak sedap, proyek milik Badan Pengusahaan Perdagangan Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) tahun 2024, senilai Rp 9 miliar terindikasi mark up alias sengaja diciptakan untuk mengambil untung besar.

Selain panitia dan rekanan pelaksana proyek, keterlibatan langsung sejumlah oknum pejabat di BPKS, mereka diduga ikut kong kalikong lahirnya proyek senilai Rp 9 miliar tersebut.

Proyek yang terindikasi kuat adanya mark up besar tersebut nilainya diluar nalar untuk sebuah dermaga kapal cepat yang kapasitasnya kecil itu.

Berdasarkan sejumlah sumber yang berhasil dihimpun awak media dari para pejabat BPKS menyebutkan, proyek pembangunan dermaga senilai Rp 9 miliar dibangun cuma sebatas pengadaan tiang pancang atau paku bumi. Proses pekerjaannya juga hanya sebatas pemancangan saja.

Sehingga muncul tanda tanya besar dari banyak kalangan masyarakat yang menilai proyek tersebut diciptakan hanya bertujuan memperkaya pihak-pihak tertentu khususnya mereka yang terlibat langsung.

Tak cuma itu, hadirnya proyek yang diduga merugikan uang negara ini juga menjadi sorotan para wakil rakyat Kota Sabang sekaligus menilai oknum BPKS yang menciptakan proyek dimaksud sempat menimbulkan pro kontra. Terutama adanya reaksi penolakan dari sejumlah pejabat BPKS lainnya yang tidak setuju proyek pembangunan dermaga kapal cepat dibangun lagi.

“Kami sudah mendengar laporan dari sejumlah pejabat di BPKS, termasuk juga dari Pegawai Negeri Sipil yang diperbantukan di BPKS mengaku tidak setuju adanya proyek pembangunan dermaga kapal cepat. Anehnya, meskipun ada penolakan, proyek itu tetap dipaksakan untuk dimunculkan berkat dukungan kuat dari pimpinan BPKS,” kata anggota DPRK Sabang, Sidik Indra Fajar, Sabtu (08/02/25).

Lebih lanjut, ia juga mendengar ada diantara mereka saat rapat tidak setuju dengan proyek tersebut, apalagi dikerjakan hanya sebatas pengadaan dan pemasangan pancang tiang beton saja. Proyek dimaksud tidak dikerjakan selesai dengan alasan dana tidak cukup. 

Padahal bila dihitung secara benar, proyek pembangunan dermaga dengan nilai sebesar Rp 9 miliar seharusnya bisa selesai dikerjakan, tapi pada kenyataannya proyek tersebut sengaja diciptakan menjadi proyek multiyears.

“Awal mula, perencanaan proyek yang dianggarkan nilainya sangat fantastis sekali mencapai Rp.16 miliar, kemudian turun Rp.12 miliar dan akhirnya turun lagi menjadi Rp. 9 miliar. Sungguh ironis menurut penilaian kami, untuk apa BPKS memaksakan diri membuat dermaga tambat kapal cepat lagi, padahal dermaga kapal cepat sudah ada,” ujarnya.

“Jadi wajar saja apa yang dilakukan oknum BPKS tersebut menurut kami terindikasi kuat adanya dugaan permainan yang sengaja dilakukan sejumlah oknum BPKS. Sehingga disinyalir katanya ada aktor kuat yang kerjanya kerap mempengaruhi pimpinan BPKS dibalik munculnya proyek cari untung besar., pungkasnya.

Itu belum lagi dua proyek lainnya di lokasi yang sama yaitu proyek pembangunan interior gedung A dan gedung B yang nilainya mencapai Rp 2,7 miliar serta pembangunan peningkatan Gangway kapal cepat dan kapal lambat Rp 1 miliar.

“Kami minta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan proses oknum yang ikut terlibat siapa dalang terciptanya proyek itu.

“Kami minta Kejati Aceh atau Polda Aceh turun langsung proses dugaan mark’up proyek-proyek itu, sebenarnya kita sudah muak mendengar isu dan laporan di dalam tubuh BPKS yang tidak ada habisnya,” harap anggota DPRK Sabang, Risa Nirmala yang ikut didukung anggota dewan lainnya Siddik Indra Fajar.

Dari pantauan di lokasi Pelabuhan Balohan hingga kini pekerjaan proyek pemancangan pembuatan dermaga masih dikerjakan meskipun sudah lewat waktu pelaksanaan.

“Memang proyek itu pekerjaan terlambat karena kapal tongkang yang mengangkut tiang pancang sempat di tahan aparat terkait di Pelabuhan Belawan Medan. Infonya tongkang yang mengangkut tiang pancang tidak dilengkapi surat, sehingga harus menjalani proses hukum selama hampir dua bulan baru dilepas, itu yang kami tahu,” ungkapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi awak media Kepala (UKPBJ) Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa, BPKS Sabang Makinuddin Asmar ST mengakui pekerjaan proyek senilai Rp 9 miliar itu hanya sebatas pengadaan dan pemasangan tiang pancang.

“Iya benar, pekerjaan proyeknya untuk tahap awal hanya sebatas pembelian tiang pancang dan pemasangan pancang paku bumi dan proyek ini memang tidak dikerjakan selesai. Jadi sebenarnya proyek ini proyek multiyears atau proyek berkelanjutan dan rencana kami proyek akan diselesaikan tahun berikutnya kalau ada dana lagi tahun 2025 ini,” ujarnya.

Kecuali itu, menyangkut adanya isu pembagian fee proyek kepada sejumlah pejabat BPKS, membantah hal tersebut seperti Makinuddin Asmar yang bersangkutan menepis dan mengaku isu tersebut tidak benar.

“Itu tidak benar, kami hitung proyek pembangunan dermaga kapal cepat sudah sesuai perencanaan. Jadi, kalau ada isu bagi-bagi fee proyek termasuk untuk Kepala BPKS beli mobil baru itu jelas tidak ada dan tidak benar,” bantah Maki.

Seperti diketahui lembaga yang didanai APBN ini telah menghabiskan uang negara triliunan sejak didirikan pada tahun 2000 namun, belum ada manfaat bagi Sabang sendiri dan Aceh secara keseluruhan. Yang paling banyak kegiatan dilakukan pemangku kepentingan lembaga ini adalah gonta-ganti pejabat. (*)

Editor : kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandel, PT Kreasijaya Adhikarya Tak Laporkan Tumpahan Minyak

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI- Tampaknya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai kali ini tak dianggap keberadaannya, pasalnya PT Kreasijaya Adhikarya tidak melaporkan kejadian tumpahan minyak jenis turunan cruide oil palm (CPO). Demikian dikatakan salah seorang tokoh pemuda Kota Dumai, Bayu kepada awak media ini, Selasa (9/11). “Tak dianggap keberadaannya (DLH Dumai, red), itu sangat disesalkan, kejadian yang diduga […]

  • Pusat Kerahkan 28 Helikopter, Distribusi Bantuan dan Evakuasi Korban Banjir dan Longsor Sumatera 

    Pusat Kerahkan 28 Helikopter, Distribusi Bantuan dan Evakuasi Korban Banjir dan Longsor Sumatera 

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan pemerintah telah mengerahkan sebanyak 28 unit helikopter ke lokasi bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumbar, dan Sumbar, Ahad (30/11/25). Pengerahan helikopter gabungan dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, kepolisian, BNPB, dan Basarnas itu untuk melakukan distribusi bantuan dan juga evakuasi korban […]

  • Kesetrum Listrik, Dua Beradik Warga Dumai Tewas Mengenaskan

    Kesetrum Listrik, Dua Beradik Warga Dumai Tewas Mengenaskan

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    DETAK24.COM -Nasib naas menimpa dua orang kakak adik warga Jalan Nona, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Mereka harus meregang nyawa setelah kesetrum arus listrik. Lebih tragis lagi, saat ditemukan kabel listrik masih lengket pada tubuh korban. Dilansir dari www. kupasberita.com, pada Senin (03/01/2022) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, warga dibuat heboh atas […]

  • Dukung Palestina, Dompet Dhuafa SulSel serta BEM FAI UMI Gelar Tabligh Akbar

    Dukung Palestina, Dompet Dhuafa SulSel serta BEM FAI UMI Gelar Tabligh Akbar

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MAKASSAR, detak24com – Dompet Dhuafa Sulsel bersama BEM Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) gelar tabligh akbar di Auditorium Al-Jibra, Ahad (07/10/24). Acara yang mengusung tema “Memperingati 1 Tahun Badai Al-Aqsha Palestina” ini bertujuan untuk kembali menyuarakan dukungan, kepedulian, serta mengenang kejadian yang menimpa warga Palestina. Acara ini turut diisi dengan berbagai kegiatan, […]

  • MANTAN Kacab BRK Duri Terciduk di Sleman, Terkait Kasus Korupsi

    MANTAN Kacab BRK Duri Terciduk di Sleman, Terkait Kasus Korupsi

    • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Mantan Kacab Pembantu BRK Duri (Bank Riau Kepri Syariah), berinisial END ditangkap polisi dari Subdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Riau. Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Kombes Teguh Widodo, dikutip Senin (23/01/23) menyebut penangkapan END dilakukan oleh Tim Subdit II Perbankan yang dipimpin Kompol Teddy Ardian pada Kamis (19/1) lalu di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. “Iya, […]

  • Mantan Manajer Bank BJB Pekanbaru Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

    Mantan Manajer Bank BJB Pekanbaru Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24. com – Mantan manajer Bank Jabar Banten (BJB) Pekanbaru inisial IO ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kredit fiktif di bank tersebut. Sebelumnya, penyidik Polda Riau telah menetapkan AB nasabaj jadi tersangka. Dikutip Rabu (18/05/22), Polda Riau kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus kredit fiktif diduga merugikan negara sebesar Rp 7,2 miliar lebih. Setelah menetapkan AB dari […]

expand_less