DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Pesta Waria di Klub Malam Pekanbaru Bikin Netizen Meradang: Ini Tanah Melayu!

Pesta waria di sebuah klub malam Pekanbaru. f : ist

PEKANBARU, detak24com – Video yang diduga menampilkan pesta waria di salah satu tempat hiburan malam (THM) Pekanbaru menjadi viral media sosial.

Rekaman video tersebut diunggah dalam beberapa bagian sejak tiga hari yang lalu. Dalam salah satu video, berdurasi 28 detik yang diunggah akun TikTok @welia398, terlihat seorang MC memandu jalannya acara, dan meminta tamu undangan menjaga keamanan.

Sejumlah orang diduga waria mengenakan pakaian glamor berwarna merah dan hitam, berkumpul dalam sebuah ruangan di tempat hiburan malam tersebut.

Narasi yang menyertai video mengekspresikan keprihatinan warganet terhadap aktivitas tersebut.

“Pesta waria di Pekanbaru, tolong jangan dinormalisasikan perbuatan seperti ini, ini tanah Melayu, jangan membuat malu Melayu,” ucap seorang netizen.

Selain itu, akun yang sama juga mengunggah video lain yang memperlihatkan seorang diduga waria membawa piala diduga menjadi bagian dari lomba atau kegiatan tertentu.

“Pekanbaru sedang tidak baik-baik saja, sejumlah waria sedang mengadakan pesta. Astagfirullah, astaghfirullah, miris sekali perbuatan manusia akhir zaman,” bunyi narasi di video itu.

Menanggapi viralnya video ini, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.

Ia menyebutkan, proses verifikasi terhadap video dan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

“Kasus ini masih lidik (dalam tahap penyelidikan). Kami sedang melakukan proses pemanggilan pihak-pihak untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Anggi, Kamis (29/1/2026).

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi dalam video dan menentukan apakah aktivitas yang terekam melanggar peraturan perundang-undangan atau tidak.

Masyarakat diimbau untuk tidak langsung menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, agar proses penyelidikan berjalan secara objektif dan profesional, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar