Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Gegara Sekolah Berdinding Triplek Viral, Wabup Kampar ‘Semprot’ Guru Honor 

Gegara Sekolah Berdinding Triplek Viral, Wabup Kampar ‘Semprot’ Guru Honor 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMPAR, detak24com –  Aksi  dan sikap Wakil Bupati Kampar Hj Misharti yang mendatangi kelas jauh SDN 007 Tapung dan memarahi oknum guru honor yang memviralkan kondisi sekolah tersebut, menuai kecaman dari berbagai pihak.

Kecaman tersebut tidak hanya datang dari masyarakat, tokoh masyarakat namun juga dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Potret Keadilan Masyarakat (PKM). Bahkan di media sosial Misharti dikecam netizen setelah sikapnya yang memarahi guru di sekolah berdinding triplek dan tanpa plafon itu.

Ketua LBH Potret Keadilan Masyarakat (PKM) Zulkifli, menyoroti tindakan atau pernyataan Wakil Bupati Kampar Misharti sebagai  seorang pejabat publik yang marah-marah di depan umum dinilai melanggar etika birokrasi atau azas pelayanan publik dan berpotensi melanggar hukum saat kunjungannya ke Sekolah Jarak Jauh SDN 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Kamis (17/09/26) lalu.

Menurut Zulkifli, hal yang tidak mungkin bagi pejabat seperti Misharti tidak mengetahui kondisi sekolah yang telah bertahun-tahun tidak layak.

“Misharti itukan Wakil Bupati, seharusnya tidak seperti itu pernyataannya. Apalagi dia sempat marah di depan guru honor, wali peserta didik serta masyarakat di situ. Kalau saya lihat, sudah berpotensi ancaman kendati alih-alih tidak tahu ada lokal atau bangunan sekolah dari sekolah induknya,” ucap Zulkifli.

Ia menambahkan, sikap arogan dan marah-marah seperti itu bertentangan dengan etika kehidupan berbangsa. Harusnya pejabat memiliki rasa kepedulian yang tinggi dalam memberikan pelayanan, jujur, amanah dan rendah hati.

“Jadi kalau saya lihat Wakil Bupati ini diduga diskriminatif dan tidak memberikan pelayanan, tapi justru mengintimidasi masyarakat. Jadi tidak mungkin pemerintah dalam hal ini Wakil Bupati tidak tahu kondisi masyarakatnya seperti bangunan sekolah yang sudah tidak layak huni serta guru honor yang mengajar bertahun belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” terang Zulkifli.

Kecaman Terus Meluas

Aksi marah-marah Wakil Bupati Kampar kepada Guru Honor Kelas Jauh SDN 007 Tapung Rohmawati yang memviralkan kondisi bangunan sekolah yang berdinding triplek, tidak adanya plafon dan sederhananya bangunan sekolah tersebut semakin menuai kecaman dari masyarakat dan tokoh masyarakat. Bahkan beberapa tokoh masyarakat Kampar membuat pernyataan di akun media sosialnya. Meski di sisi lain, sebagian netizen juga membela Wabup karena menyesalkan kenapa kondisi sekolah yang telah berdiri sejak 22 tahun lalu baru dihebohkan di saat kepemimpinan Ahmad Yuzar-Misharti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kampar.

Dari pantauan Selasa (21/09/26), Kecaman terhadap Misharti juga telah mendapat perhatian sejumlah media massa nasional.

Beberapa netizen juga menyayangkan sikap dan perkataan Wabup Kampar Misharti terhadap Rohmawati sehingga mengharuskan Rohmawati membuat video klarifikasi.

Beberapa netizen menilai bahwa mimik wajah Rohmawati ketika membuat video klarifikasi dalam keadaan tertekan.

Banyak pernyataan masyarakat dan tokoh bahwa Rohmawati tidak seharusnya membuat video klarifikasi karena dia menyampaikan hal ini murni karena ingin menyampaikan fakta yang terjadi di sekolah tersebut dan berharap ada perhatian dari pemerintah daerah.

Sebelumnya dalam vidio yang bertama beredar, Rohmawati mengaku telah beberapa kali mengajukan proposal untuk perbaikan sekolah ini agar layak dijadikan tempat membina para anak bangsa, namun usulan proposal ini tidak pernah digubris. Bahkan sebagian proposalnya juga ada yang dikembalikan perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar sekolah.

Selain itu netizen juga menyoroti posisi Misharti yang notabene merupakan  Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kampar yang mestinya mengayomi para  guru. Tidak seharusnya bertutur kata seperti dalam vidio yang beredar.

Terkait jabatannya di PGRI, Misharti juga sempat menuai sorotan masyarakat dan media beberapa waktu lalu karena sikap ngototnya tetap menjadi Ketua PGRI Kampar meskipun dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PGRI tidak membolehkan seorang yang aktif di partai politik duduk sebagai pengurus PGRI.

Sebagaimana diketahui, Misharti saat ini juga mengemban jabatan sebagai Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kampar.

Sementara itu, di tempat terpisah, kecaman pedas juga dilontarkan Ikatan Keluarga Sungai Tapung Rais Hasan Piliang Datuk Bagindo Mudo.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini dengan tegas mengatakan bahwa kalau Wabup Kampar Misharti tidak mau disalahkan, jangan jadi pemerintah daerah atau pemimpin di daerah.

“Jadi aja rakyat yang menjadi bajakan kesalahan pemerintah,” tegas Rais.

Lebih lanjut ia mengatakan, sikap dan perkataan Misharti kepada Ibu Guru Romawati seperti menepuk air di dulang. “Ini murni kesalahan pemerintah secara struktural sudah berpuluh-puluh tahun keberadaan sekolah tersebut tidak tersentuh pembangunan yang layak setelah diketahui umum disalahkan orang memberi informasi tentang itu, ini tidak fair,” kata Rais Hasan Piliang.

Terhadap narasi yang muncul dalam video yang menjadi dasar pernyataan ini, IKST menilai terdapat bagian komunikasi yang dapat dipersepsikan sebagai tekanan kepada guru atau masyarakat setelah persoalan kondisi sekolah menjadi viral.

IKST memandang bahwa ketika seorang guru memperlihatkan kondisi ruang kelas yang memang memerlukan perhatian, respons pemerintah seharusnya pertama-tama adalah dengan datang, melihat, mendengar, memastikan keselamatan anak-anak, kemudian menyelesaikan persoalan. Bukan membangun suasana seolah-olah guru harus mempertanggungjawabkan mengapa kondisi tersebut diketahui masyarakat.

“Kritik publik terhadap fasilitas pendidikan merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan, sepanjang disampaikan berdasarkan fakta dan tidak mengandung fitnah. Karena itu, viral bukanlah persoalan utama,” pungkas Rais.

Terkait hal ini, wartawan telah melayangkan permintaan konfirmasi kepada Wabup Kampar Hj Misharti pada Selasa (21/09/26) pagi.

Sehari sebelumnya, wartawan di Kabupaten Kampar juga mengajukan permintaan konfirmasi kepada Wabup Kampar melalui Ajudan Wabup Kampar Zulkifli di Gedung DPRD Kabupaten Kampar. Namun hingga berita ini dimuat permintaan konfirmasi ini belum mendapatkan respon dari Wabup Kampar.

Sementara dari video yang beredar, Wabup Kampar Misharti menyesalkan viralnya kondisi sekolah kelas jauh SDN 007 karena sekolah ini sudah berdiri 22 tahun yang lalu tetapi kenapa hal ini baru dimunculkan disaat kepemimpinan Bupati/Wabup Kampar H Ahmad Yuzar/Hj Misharti yang memimpin Kampar ditahun kedua.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar Helmi, Rabu (16/9/2026) lalu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan konsultan ke sekolah tersebut dan akan ditangani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.

Helmi juga mengungkapkan bahwa sekolah ini letaknya cukup jauh dari sekolah induk, yakni mencapai 17 kilometer dan berada di tengah perkebunan sawit, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panpel Gelar Rapat, Pelantikan Pengurus PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Bupati dan Ketum Pusat 

    Panpel Gelar Rapat, Pelantikan Pengurus PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Bupati dan Ketum Pusat 

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – PWI Bengkalis kelarkan agenda pelantikan pengurus periode 2024-2027 yang bakal dihadiri bupati dan ketum pusat, Jumat (17/01/25) siang. Pelantikan akan dihadiri Bupati Bengkalis Kasmarni, Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Ketua Umum Provinsi Raja Isyam Azwar. Rapat berlangsung di kantor PWI Jalan Hasanudin, Bengkalis, itu dihadiri Ketua PWI Kabupaten Bengkalis, Adi Putra, […]

  • Lakalantas Malam Minggu, Mobil Box dan Truk Laga Kambing di Sitinjau Lauik

    Lakalantas Malam Minggu, Mobil Box dan Truk Laga Kambing di Sitinjau Lauik

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PADANG, detak24com – Insiden lakalantas melibatkan satu unit mobil box dan satu unit truk di jalur rawan Sitinjau Lauik. Tepatnya dekat kawasan bawah Panorama I, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu (24/01/26) malam minggu. Berdasarkan informasi dari Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 20.45 WIB. Peristiwa ini segera dilaporkan […]

  • Pemain Sabu Kampung Dalam Tiarap, Polres Dumai Revitalisasi ‘Kampung Tangguh Anti Narkoba’

    Pemain Sabu Kampung Dalam Tiarap, Polres Dumai Revitalisasi ‘Kampung Tangguh Anti Narkoba’

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Polres Dumai tegaskan komitmen memberantas narkotika, melalui deklarasi dan revitalisasi Kampung Tangguh serta pelantikan Duta Anti Narkoba di Jalan Cenderawasih, Kelarahan Laksamana, Dumai, Senin (18/05/25). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat hingga warga sekitar sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari […]

  • Dewi Astutik, TKW Asal Ponorogo Jadi Bos Narkoba Dunia Kini Buronan Interpol

    Dewi Astutik, TKW Asal Ponorogo Jadi Bos Narkoba Dunia Kini Buronan Interpol

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Nama Dewi Astutik alias PA (43) menjadi sorotan usai masuk daftar buronan Interpol dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun. Dewi berasal dari Kecamatan Slahung, Ponorogo. Ia sempat menetap di Dusun Sumber Agung ikut suaminya. Dia tercatat pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di sejumlah negara Asia. Dilansir dari […]

  • ANAK Meninggal, Bupati Adil Ajukan Izin Keluar Penjara

    ANAK Meninggal, Bupati Adil Ajukan Izin Keluar Penjara

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    SELATPANJANG, detak24com – Kabar duka datang dari Bupati Adil yang ditahan karena kasus korupsi. Anak perempuan Muhammad Adil meninggal dunia karena sakit. Mendapat kabar duka tersebut, Bupati Adil selaku orangtua tentu ingin melihat anaknya untuk terakhir kali. Namun, ia harus mengajukan izin terlebih dahulu ke pengadilan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Boy Gunawan selaku penasehat […]

  • Terlibat Curanmor, Tiga Warga Sorek 1 Pelalawan Mendekam di Penjara 

    Terlibat Curanmor, Tiga Warga Sorek 1 Pelalawan Mendekam di Penjara 

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Polsek Pangkalan Kuras Pelalawan meringkus tiga warga Sorek Satu dalam kasus curanmor. Ketiganya kini mendekam dalam penjara. Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (9/10/2024), Kapolsek Pangkalan Kuras, AKP Sohermansyah didampingi Kanit Reskrim AKP Jhonson H Sitompul, dan Kasi Humas Aipda Marmin, mengumumkan keberhasilan tim mereka dalam menangkap empat pelaku yang terlibat […]

expand_less