Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Dua Warga Diteror hingga Tewas, Sengketa Lahan di Meranti Pandak Rumbai Berujung Maut

Dua Warga Diteror hingga Tewas, Sengketa Lahan di Meranti Pandak Rumbai Berujung Maut

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Dua orang warga Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru dilaporkan tewas pasca mencuatnya kasus sengketa lahan di wilayah tersebut.

Warga Kecamatan Rumbai mendatangi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru. Kedatangan warga mengadukan terkait sengketa lahan yang telah ditempati warga sejak puluhan tahun lalu, Selasa (22/09/26).

Persoalan ini sudah bergulir sejak lama. Beberapa warga dijadikan tersangka dalam masalah ini. Dua warga yang ditetapkan tersangka meninggal dunia diduga mengalami tekanan mental.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Zulkardi, mengatakan bahwa persoalan bermula adanya klaim sebuah perusahaan bahwa ada penggunaan lahan tanpa izin seluas kurang lebih 2,1 hektare oleh warga.

Lahan yang menjadi objek sengketa berada di kawasan Jalan Pesisir, Gang Rumbio, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai. Di lokasi itu, ada sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 400 jiwa telah menempati dan mengelola lahan tersebut menggunakan surat alas hak/segel turun-temurun sejak tahun 1960-an.

Namun belakangan, sebuah perusahaan mengklaim kepemilikan lahan tersebut berdasarkan Hak Guna Bangunan (HGB) terbitan tahun 2010, yang kemudian memicu pelaporan hukum terhadap beberapa warga.

“Setelah ditetapkan tersangka ibu Sri Wahyuni terganggu fisikisnya, bahkan ada ancaman-ancaman WA (WhatsApp) yang masuk ke masyarakat yang mengganggu mental korban, sehingga dia meninggal dunia,” kata Zulkardi, Selasa (22/09/26).

Pihaknya sudah menyampaikan kepada masyarakat untuk membuat surat dan akan membawa persoalan ini ke DPR RI. “Akan kita bawa ini hearing ke DPR RI. Karena kan kemarin sudah hiring nih di DPRD Kota Pekanbaru. Belum ada progresnya. Jadi kita ingin bagaimana masyarakat ini tidak ditakuti oleh mafia,” tegasnya.

Ia menyebut, hingga kini sudah dua warga meninggal dunia sejak dijadikan tersangka. Ia berjanji akan turun langsung ke masyarakat Meranti Pandak, untuk cek langsung kondisi di lapangan.

“Kita ingin menggali lebih dalam kronologi bagaimana masyarakat ini kok bisa meninggal setelah ditersangkakan. Dan ini kemungkinan dugaan saya ada mafia-mafia tanah yang hari ini mau mencoba mengusik dan mengusir kampung yang ada di sana,” jelasnya.

Ia menyebut, persoalan ini harusnya clear and clean. Sebab, kata dia, yang namanya ada objek bersengketa harus diselesaikan terlebih dahulu perdatanya.

Ia menjelaskan, persoalan lahan di Rumbai ini telah berlangsung sejak lama. Ia menyebut kawasan tersebut sudah ditempati masyarakat sejak tahun 1960-an dan telah terdapat sejumlah bangunan milik warga. Karena itu, ia mempertanyakan bagaimana sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dapat diterbitkan di atas lahan yang telah lama dihuni masyarakat.

“Masalah di Rumbai ini, sejak tahun 1960 sudah ditempati masyarakat dan sudah ada bangunan-bangunan masyarakat. Kenapa bisa terbit SHGB,” jelasnya.

Ia menduga terdapat praktik mafia tanah dalam proses penerbitan SHGB. Namun, dugaan tersebut menurutnya masih perlu dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan terhadap dokumen penerbitan SHGB.

Ia juga menyampaikan, masyarakat meminta DPRD Kota Pekanbaru memfasilitasi penyampaian laporan mereka kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kata dia, masyarakat bahkan berencana menggalang dukungan untuk berangkat ke Jakarta guna menyampaikan persoalan tersebut.

Menurutnya, hal utama yang perlu dipastikan adalah dasar penerbitan SHGB tersebut. Setiap SHGB harus memiliki alas hak yang jelas, baik berasal dari hak atas tanah tertentu maupun tanah negara sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita mau memastikan alas hak SHGB yang diterbitkan oleh perusahaan ini apa? Apakah berasal dari APL, sertifikat hak milik, atau tanah negara? Sampai hari ini kami belum mengetahui secara jelas alas hak penerbitan SHGB tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan tersebut perlu ditangani secara transparan agar tidak kembali menimbulkan korban di tengah masyarakat. Ia menyebut adanya warga yang merasa takut dan mendapat intimidasi melalui pesan WhatsApp terkait persoalan lahan tersebut.

Untuk memberikan pendampingan, Fraksi PDI Perjuangan, menurutnya, akan membantu masyarakat melalui Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan.

“Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan hukum yang mereka hadapi,” pungkasnya seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • VIRAL DUMAI! Teknisi Kuras Isi Toko Jefindo, Terekam CCTV – Kerugian Capai Rp35 Juta

    VIRAL DUMAI! Teknisi Kuras Isi Toko Jefindo, Terekam CCTV – Kerugian Capai Rp35 Juta

    • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    DUMAI, detak24.com – Satreskrim Polres Dumai menangkap teknisi Toko Jefindo Teknologi Jalan Sultan Hasanuddin (Ombak) dajam kasus pencurian. Tersangka menggasak isi toko namun terekam CCTV. “Pelaku berhasil diamankan yakni AN alias NF (37) seorang teknisi toko tersebut beralamat di Mundam,” ujar Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Aris Gunadi, Selasa […]

  • Polemik Hasil PSU Siak Digugat ke MK, Ini Pernyataan Cabup Irving  Kahar

    Polemik Hasil PSU Siak Digugat ke MK, Ini Pernyataan Cabup Irving  Kahar

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Polemik gugatan hasil PSU Siak ke MK menemukan titik terang. Kubu Cabup Irving yang semula mengajukan, segera mencabutnya. Calon Bupati nomor urut 01 Irving Kahar mengakui kalau yang mengajukan gugatan adalah Juwana, Liaison Officer (LO) Timses pasangan Irving Kahar-Sugianto. Langkah itu menurut Irving atas perintah Cawabup Sugianto. “Ya, yang upload gugatan ke MK […]

  • PENGUNGKAPAN Terbesar, Polres Meranti Amankan 4 Kg Sabu di Dua Lokasi

    PENGUNGKAPAN Terbesar, Polres Meranti Amankan 4 Kg Sabu di Dua Lokasi

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MERANTI, detak24com – Polres Meranti menggagalkan peredaran 4 Kg sabu jaringan internasional di dua tempat. Operasi tersebut langsung dipimpin Kapolres. Kapolres AKBP Andi Andi Yul LTG dalam press release, Jumat (06/10/23) mengungkapkan, penangkapan sabu seberat 4 kilogram menjadi yang terbesar sejauh ini.  Penyelidikan terhadap kasus ini sudah dilakukan selama 20 hari. “Adapun ketiga tersangka adalah […]

  • BERAKSI di Lima TKP, Maling Jarah Barang SMPN 2 Rangsang Barat, Begini Kejadiannya

    BERAKSI di Lima TKP, Maling Jarah Barang SMPN 2 Rangsang Barat, Begini Kejadiannya

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    MERANTI, detak24com – Polsek Rangsang Barat menciduk spesial pencuri yang beraksi di lima TKP berbeda. Terakhir, tersangka berinisial MF tersebut menjarah aset SMPN 2 Rangsang Barat. Tersangka diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/03/VI/2023/SPKT/Polsek Rangsang Barat/Polres Kep. Meranti/Polda Riau tanggal 9 Juni 2023 dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/04/VI/2023/SPKT/Polsek Rangsang Barat/Polres Kep. Meranti/Polda Riau tanggal 9 Juni […]

  • Pencarian Suyono Dihentikan, Bos Sawit Dibunuh Pekerjanya di Peranap Inhu

    Pencarian Suyono Dihentikan, Bos Sawit Dibunuh Pekerjanya di Peranap Inhu

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHU, detak24com – Tim gabungan menghentikan pencarian Suyono, bos sawit yang dibunuh dua orang pekerjanya, kemudian jasad korban dibuang ke Sungai Indragiri, Desa Pematang, Kecamatan Batang Peranap. Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, keputusan penghentian pencarian korban setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk hasil evaluasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Berdasarkan penilaian BPBD, […]

  • Kapal Terbakar di Perairan Talise Sulut, Penumpang Berlompatan ke Laut 

    Kapal Terbakar di Perairan Talise Sulut, Penumpang Berlompatan ke Laut 

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SULUT, detak24com – Kapal Motor (KM) Barcelona 5 dilaporkan terbakar di Pulau Taliase, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut). Sejumlah penumpang yang panik memutuskan melompat ke laut. “Menurut info awal, lokasi kebakaran di seputaran Pulau Talise,” ungkap Sekretaris BPBD Sulawesi Utara, Jerry Harmonsina kepada detikcom, Ahad (20/07/25). Kebakaran terjadi di wilayah perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, siang […]

expand_less