Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Rohil » KEJARI Rohil Terima Pengembalian Uang Rp 162 Juta dari Koruptor Mantan Penghulu Bagan Jawa

KEJARI Rohil Terima Pengembalian Uang Rp 162 Juta dari Koruptor Mantan Penghulu Bagan Jawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROHIL, detak24com –  Kejari Rohil menerima uang sebesar Rp 162 juta dari Markasim, terpidana korupsi yang juga mantan Penghulu Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kamis (11/01/23).

Adapun perkara korupsi dimaksud adalah penyalahgunaan Anggaran Dana Kepenghuluan (ADK) Dana Kepenghuluan (DK) dan Bantuan Keuangan Kepenghuluan (BKK) pada Kepenghuluan tersebut, Tahun Anggaran (TA) 2021. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Berdasarkan putusan pengadilan, Markasim divonis penjara 1 tahun dan 10 bulan, denda sebesar Rp 50 juta subsidair 4 bulan kurungan. Selain itu, hakim juga menghukumnya dengan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 178.255.731,27, dimana uang sejumlah Rp 66 juta telah disita Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya.

Dengan begitu, dia masih dibebankan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 112.255.731 subsidair 8 bulan penjara.

Putusan itu disampaikan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dalam sidang yang digelar Selasa, 12 Desember 2023 lalu.

“Pada hari ini, terpidana (Markasim) melalui keluarganya telah melakukan pembayaran uang pengganti sebesar Rp 112.255.731, denda Rp50 juta, dan biaya perkara Rp5 ribu,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rohil, Yuliarni Appy, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Yopentinu Adi Nugraha didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Priandi Firdaus, Kamis (11/01/24).

Uang tersebut, kata Yopentinu, diterima jaksa eksekutor. Selanjutnya, uang tersebut disetorkan ke kas negara. “Dengan telah dibayarkan uang perkara tersebut, terpidana tidak lagi menjalani pidana penjara pengganti putusan pokok,” pungkas Yopen.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Rohil, Priandi Firdaus menyampaikan, Markasim ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu pada Senin, 10 Juli 2023 lalu. Sejak saat itu, Markasim langsung dilakukan penahanan.

Pengungkapan perkara rasuah itu kasus bermula dari adanya laporan Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) atas dugaan penyalahgunaan ADK, DK, dan BKK Kepenghuluan Bagan Jawa TA 2021.

“Dari hasil penyidikan, kita menemukan bukti yang cukup terjadinya dugaan tindak pidana korupsi,” kata Priandi.

Adapun modus korupsi itu, yakni pada tahun 2021, Markasim selaku Penghulu Bagan Jawa secara administrasi telah menunjuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Namun dalam perkembangannya ia hanya menerbitkan surat keputusan penunjukan TPK tanpa menginformasikan dan mengikutsertakan TPK dalam melaksanakan kegiatan di Kepenghuluan Jawa. Sehingga terjadi kekurangan volume.

Markasim, jelas Priandi juga telah melakukan pemekaran RT dan RW dan Kadus serta telah membayarkan honor RT, RW, dan Kadus tanpa terlebih dahulu memperoleh dasar hukum.

“Perbuatan tersangka bertentangan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hilir nomor 10 tahun 2015 tentang perangkat kepenghuluan,” papar mantan Kasubbagbin Kejari Bintan itu.

Selaku Penghulu Bagan Jawa saat itu, Markasim juga tidak melaksanakan kegiatan sebagaimana pada APBKep, namun tetap mencairkan anggaran sebesar 100 persen.

Atas tindakannya, menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 178.995.731 dengan rincian, temuan LHP sebesar Rp 112.500.000, kegiatan bantuan perikanan (bibit, pakan, dan lain-lain) sebesar Rp25.200.294, kegiatan penimbunan bodi jalan Gang Sumarno Rp 2.445.437 serta pelaksanaan penanggulangan bencana banjir Kepenghuluan Bagan Jawa sebesar Rp 38.850.000.

Priandi menegaskan, terhadap perkara itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Inspektorat Rohil sehingga terhadap temuan hasil investigasi Inspektorat Rohil tersebut telah diberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menindaklanjuti selama 60 hari. Namun, hingga ditetapkan sebagai Markasim belum melakukan pengembalian.

“Perbuatannya itu diatur dan diancam pidana sebagaimana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas Priandi Firdaus. (Rls/berita)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (1)

  • metlife

    Hello, nice post. There seems to be a problem with your website in Internet Explorer. You should check this as IE is still the most popular browser and much people will overlook your excellent writing because of this issue.

    13 Januari 2024 06:37

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEMBURKAN ABU Vulkanik 200 Meter, Gunung Kerinci Tertutup untuk Pendakian

    SEMBURKAN ABU Vulkanik 200 Meter, Gunung Kerinci Tertutup untuk Pendakian

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    JAMBI, detak24.com – Gunung Kerinci kembali erupsi pada Sabtu 0(4/02/23) pagi pukul 06.46 WIB. Semburan terjadi dengan durasi mencapai satu jam 40 menit, dengan kolam abu vulkanik mencapai 200 meter. Petugas Pos Pemantau Gunung Kerinci, Irwan Safwan menyebut, terdapat kolam abu akibat aktivitas erupsi. Di mana kolam abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas […]

  • VIRAL Inhu : Gegara Pecahkan Hp, Pria Ini Paksa Siswi SMA Minum Racun Sampai Tewas

    VIRAL Inhu : Gegara Pecahkan Hp, Pria Ini Paksa Siswi SMA Minum Racun Sampai Tewas

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    RENGAT, detak24com – Tak terima HP dipecahkan pacar saat bertengkar, seorang pemuda di Inhu tega memaksa pacarnya minum racun cairan herbisida. Korban sempat dirawat di rumah sakit, namun nyawa korban tak tertolong. Aksi sadis tersebut dilakukan EW alias Andre (18) warga Desa Redang Seko, Kecamatan Lirik, Inhu terhadap Bunga (16, nama samaran), gadis remaja yang […]

  • KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Adil: Mohon Maaf atas Kekhilafan Saya

    KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Adil: Mohon Maaf atas Kekhilafan Saya

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    MERANTI, detak24com – Usai KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil meminta maaf kepada warganya atas kekhilafan yang ia buat selama ini. Adil terjaring OTT pada Kamis (06/04/23). Dia terciduk bersama 27 orang lainnya dalam upaya paksa tersebut. Dia diduga melakukan tiga tindak pidana korupsi, mulai dari menerima suap, memotong anggaran, hingga menyuap. “Saya mengucapkan […]

  • TIGA Penumpang Kapal Tenggelam di Selat Melaka Masih Dicari, Petugas Temukan Pelampung dan Sepatu

    TIGA Penumpang Kapal Tenggelam di Selat Melaka Masih Dicari, Petugas Temukan Pelampung dan Sepatu

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian penumpang yang hilang tenggelam saat tragedi kapal tenggelam di Selat Melaka. Sebanyak 3 orang kini masih dalam pencarian. Dimana sebelumnya sebuah kapal dari Malaysia tujuan ke Indonesia tenggelam di Selat Melaka. Di dalam kapal terdapat 14 orang yang diantaranya 11 orang berhasil ditemukan, sementara 3 lainnya […]

  • Puluhan WNI Terdampak Kebakaran Hutan Los Angeles

    Puluhan WNI Terdampak Kebakaran Hutan Los Angeles

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    LOS ANGELES, detak24com – Sekitar 97 warga negara Indonesia (WNI) dan sejumlah diaspora Indonesia terdampak kebakaran hutan yang terjadi di Los Angeles, California Selatan. Hal tersebut diungkapkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles. KJRI juga meminta warga Indonesia di kawasan tersebut tetap waspada dan mematuhi instruksi dari otoritas setempat. Sebaran WNI yang […]

  • AMPR laporkan kasus korupsi Bapenda Pekanbaru. F : CAKAPLAH.COM

    KPK Tindaklanjuti Korupsi di Bapenda Pekanbaru

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24.com –  Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Provinsi Riau (AMPR) telah membuat laporan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri juga membenarkan, bahwa KPK telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Bapenda Pekanbaru. “Setelah […]

expand_less