Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » BEM UI Desak Setop MBG dan Kopdes Merah Putih, Demo di Bundaran HI

BEM UI Desak Setop MBG dan Kopdes Merah Putih, Demo di Bundaran HI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk ‘Aksi Menuju Indonesia Bangkrut’ di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/06/26).

Aksi tersebut membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai bertanggung jawab atas berbagai persoalan ekonomi dan kebijakan nasional saat ini.

Menjelang aksi, BEM UI mengumumkan mobilisasi massa melalui akun Instagram resmi @bemui_official. Dalam poster yang diunggah, organisasi mahasiswa itu menampilkan tulisan mencolok “PERINGATAN (SANGAT) DARURAT”, sebagai simbol kondisi yang mereka anggap sedang dihadapi Indonesia.

Demonstrasi ini digelar di tengah meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat, mulai dari naiknya harga kebutuhan pokok hingga melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM). BEM UI menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang dianggap keliru dan tidak berpihak kepada rakyat.

Aksi ini juga merupakan tindak lanjut dari pernyataan sikap sejumlah BEM fakultas di Universitas Indonesia yang sebelumnya menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional, arah pemerintahan, serta berbagai program pemerintah.

Lima Tuntutan BEM UI 

Dalam konsolidasi internal yang dilakukan sebelum aksi, mahasiswa menyepakati lima tuntutan utama yang menjadi fokus demonstrasi.

1. Hentikan Pemborosan APBN
BEM UI menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mengalami defisit dalam lima bulan pertama tahun ini. Mereka menilai pemerintah belum mampu mengelola keuangan negara secara efisien.

Selain itu, mahasiswa menilai sejumlah pos belanja negara belum menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada masyarakat. Program-program unggulan pemerintah juga dianggap belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan rakyat.

Menurut mereka, situasi tersebut menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran negara.

2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM

Isu ekonomi menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi ini. BEM UI menilai kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM telah memperberat beban masyarakat.

Mahasiswa menyoroti kenaikan harga Pertamax yang disebut menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. Hal tersebut tersebut dinilai turut memicu lonjakan harga berbagai komoditas lainnya.

Akibatnya, daya beli masyarakat terus tergerus, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak oleh kenaikan harga barang dan jasa.

3. Hentikan Program MBG dan Kopdes Merah Putih

Tuntutan berikutnya adalah penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut BEM UI, program MBG dinilai tidak tepat sasaran dan belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lapisan bawah. Program tersebut juga kembali menjadi sorotan setelah kepala dan dua wakil Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi.

Selain MBG, mahasiswa juga mengkritik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka menilai program tersebut mengurangi alokasi dana desa dan dalam pelaksanaannya banyak lokasi pembangunan yang dianggap kurang strategis.

4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil

BEM UI juga menyoroti meningkatnya keterlibatan unsur militer di berbagai sektor sipil.

Menurut mereka, militer saat ini semakin banyak masuk ke bidang birokrasi, pemerintahan, pendidikan, hingga sektor non pertahanan lainnya. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi agar fungsi militer tetap berfokus pada tugas utama di bidang pertahanan negara.

Mahasiswa meminta adanya pembatasan yang jelas antara peran sipil dan militer dalam tata kelola pemerintahan.

5. Presiden Prabowo Diminta Mengakui Kesalahan Pemerintah

Sebagaimana dikutip dari JPNN, tuntutan terakhir sekaligus menjadi puncak dari seluruh aspirasi yang dibawa dalam aksi ini adalah permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak dari berbagai persoalan yang terjadi.

BEM UI menilai berbagai program, kebijakan, dan keputusan yang diambil pemerintah saat ini telah berkontribusi terhadap kondisi ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, mereka meminta Presiden Prabowo bertanggung jawab secara politik atas berbagai kebijakan yang dianggap bermasalah serta memberikan penjelasan kepada publik mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Peringatan (Sangat) Darurat

Tulisan “PERINGATAN (SANGAT) DARURAT” yang muncul dalam materi kampanye aksi menjadi simbol keresahan mahasiswa terhadap kondisi nasional yang mereka nilai semakin mengkhawatirkan.

Bagi BEM UI, persoalan ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, pengelolaan anggaran negara, hingga arah kebijakan pemerintahan saat ini bukan lagi masalah biasa, melainkan kondisi yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Melalui aksi ‘Aksi Menuju Indonesia Bangkrut’, mahasiswa berharap pemerintah merespons kritik publik secara terbuka dan melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. (*)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berhenti Mengajar, Eks Guru di Rengat Nekat Jadi Pengedar Sabu

    Berhenti Mengajar, Eks Guru di Rengat Nekat Jadi Pengedar Sabu

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHU, detak24com – Polisi menangkap eks guru inisial SE (42) dalam kasus narkotika di Rengat. Ia bersama rekannya tersangka RSD terciduk Gang Fatimah, Jalan Narasinga, Kelurahan Kampung Dagang. Sebuah pondok diduga menjadi markas peredaran narkoba di Gang Fatimah, Jalan Narasinga Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat, digerebek jajaran Satres Narkoba. Penggerebekan itu terjadi Selasa (16/09/25) petang […]

  • Ditemukan 48 Rakit, Lahan Pemkab Kuansing Jadi Tambang Emas Ilegal

    Ditemukan 48 Rakit, Lahan Pemkab Kuansing Jadi Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Tim gabungan menemukan 48 rakit penambang emas tanpa izin (PETI) di lahan Pemkab Kuansing. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan Satpol PP tersebut akhirnya memusnahkan 48 unit rakit PETI yang ditemukan di lahan kebun karet Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Rabu (17/12/25). Penindakan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas informasi […]

  • JELANG Mubes, Givo Vrabora Dipercaya Jabat Pj Ketua Umum Hipmawan Pekanbaru

    JELANG Mubes, Givo Vrabora Dipercaya Jabat Pj Ketua Umum Hipmawan Pekanbaru

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PANGKALANKERINCI, detak24com – Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Pelalawan (Hipmawan) Pekanbaru menggelar rapat harian pengurus inti. Dalam rapat tersebut ditetapkan Givo Vrabora sebagai Pj Ketua Umum.  Rapat tersebut menangapi surat pengunduran diri dari ketua umum Hipmawan Muhammad Firdaus tertanggal 24 September 2023. Dalam surat pengunduran disebutkan yang bersangkutan ada kesibukan pribadi. Tak lupa ia minta maaf […]

  • 25 Penumpang  KM Ladang Pertiwi Hilang, Kerahkan Kapal Perang dan Helikopter 

    25 Penumpang  KM Ladang Pertiwi Hilang, Kerahkan Kapal Perang dan Helikopter 

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Jakarta, detak24. com – TNI AL menurunkan unsur kapal perang dan personel untuk mencari 25 korban KM Ladang Pertiwi 02. Sementara, Angkatan Udara menurunkan helikopter menyisir lokasi tenggelamnya kapal naas itu, Ahad (29/05/22). Unsur kapal perang yang diturunkan yaitu KRI SHN-366, KRI MLH-362, KRI MDU-622, KRI PRP-712 , Pesud U-6207, dan KAL Suluh Pari II-6-60 (Unsur Satrol Lantamal […]

  • STAF Protokoler Gubri Syamsuar yang Tewas Terpisah dari Rombongan

    STAF Protokoler Gubri Syamsuar yang Tewas Terpisah dari Rombongan

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemprov Riau memastikan kecelakaan yang menewaskan satu petugas protokoler pemerintah setempat atas nama Zuhri terpisah dengan rombongan Gubernur Riau. Diketahui Gubernur Riau (Gubri)melakukan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Bengkalis. Dimana Gubri menghadiri Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Provinsi Riau Tahun 2023 bersama Bank Indonesia (BI) Riau. Baca juga : https://detak24.com/mobil-protokoler-gubri-syamsuar-laga-kambing-di-perawang-seorang-staf-tewas/ Kecelakaan lalu […]

  • CUKAI ROKOK Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Baru – Cek di Sini!

    CUKAI ROKOK Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Baru – Cek di Sini!

    • calendar_month Minggu, 1 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani resmi menetapkan tarif cukai rokok naik sebesar 10 persen per hari ini, Minggu (01/01/24). Kenaikan cukai rokok ini berlaku untuk tahun 2023 dan 2024. Seiring dengan kebijakan tarif cukai rokok naik tersebut, pemerintah pun menetapkan harga eceran rokok kretek dan rokok elektrik naik mulai hari ini. Ketentuan harga jual eceran […]

expand_less