Presiden Prabowo Dituding Terima Fee Keuntungan Program MBG
- account_circle Redaksi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- print Cetak

Presiden Prabowo bersalaman dengan Kepala BGN Nanik S Deyang. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi atas beredarnya informasi di media sosial yang menarasikan Presiden Prabowo Subianto dapat fee keuntungan program MBG.
Diketahui, narasi tersebut memuat pernyataan terkait mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta tuduhan adanya pembagian keuntungan dari Program MBG kepada Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan informasi yang beredar itu tidak benar dan tidak pernah berasal dari pernyataan resmi lembaga maupun Kepala BGN.
Lembaga tersebut menilai penyebaran informasi tersebut sebagai bentuk disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik, dan memicu kegaduhan di ruang digital.
Dia secara langsung membantah isi narasi yang beredar luas melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi percakapan.
“Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan,” tegas Nanik dikutip detak24com, Sabtu (13/06/26).
Menurut dia, pencatutan nama pejabat publik untuk membangun opini tertentu kerap dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pola tersebut dinilai berbahaya karena dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis dalam menerima dan membagikan informasi yang beredar di ruang digital, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah maupun program strategis nasional.
“Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.
BGN juga menegaskan, seluruh informasi resmi lembaga hanya disampaikan melalui saluran komunikasi yang telah ditetapkan, seperti siaran pers, situs resmi, dan akun media sosial yang telah terverifikasi.
Informasi yang beredar di luar kanal tersebut tidak dapat dijadikan acuan yang sah.
Dalam kesempatan itu, BGN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kualitas ruang digital dengan mengedepankan fakta dan menghindari penyebaran konten yang bersifat manipulatif, provokatif, maupun mengandung unsur fitnah.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi,” ucap Nanik.
“BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Karena itu, BGN menilai penting menjaga akurasi informasi agar pelaksanaan program tidak terganggu oleh beredarnya kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti diwartakan detikcom. (*)
Editor : kar











