Massa Perisai Desak Hentikan MBG, Kopdes Merah Putih dan Sekolah Rakyat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 56 menit yang lalu
- print Cetak

Wapres Gibran menerima tuntutan pengunjuk rasa dari Perisai. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – Sejumlah organisasi mahasiswa bersama kelompok masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (15/06/26).
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyuarakan 20 tuntutan kepada pemerintah yang dibagi ke dalam kategori 11 tuntutan prioritas dan 9 tuntutan lainnya.
Unjuk rasa digelar oleh Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (Perisai), yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan dari sejumlah kampus serta daerah.
Aliansi Perisai menyatakan tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini berfokus pada persoalan ekonomi nasional, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga kebijakan pertahanan dan keamanan.
20 Tuntutan Massa Aksi Perisai
– Hentikan kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok rakyat.
– Segera perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah.
– Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN.
– Hentikan gelombang PHK massal yang mengancam kesejahteraan buruh.
– Cabut UU Polri.
– Hentikan pembangunan batalion teritorial TNI.
– Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.
– Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak.
– Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi (mandatory spending 20% persen), dan pemerataan akses di daerah 3T.
– Transparansi BPI Danantara dan buka mekanisme pelaksanaannya secara gamblang kepada publik.
– Copot Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, dan Menteri ESDM atas kegagalan stabilitas sektornya.
– Hentikan penggusuran dan perampasan tanah di perkotaan maupun pedesaan.
– Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang rakus tanah.
– Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.
– Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis.
– Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
– Hentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap aktivis dan pejuang HAM.
– Hentikan militerisasi dan tegakkan supremasi sipil.
– Hentikan kekerasan terhadap kaum perempuan, lawan budaya feodal-patriarkal.
– Wujudkan industri nasional yang berbasis pada reforma agraria sejati.
Sementara, Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional (FMN) Muhammad Rizaldy, mengatakan peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di titik yang telah ditentukan sebelum bergerak menuju Bundaran HI.
“Massa melakukan long march menuju lokasi aksi pada siang hari dan memusatkan kegiatan di kawasan Bundaran HI serta sekitar Dukuh Atas,” ujarnya.
Hampir 6.000 Personel Disiagakan
Kepolisian menyiapkan ribuan personel untuk mengawal sejumlah aksi yang berlangsung di Jakarta pada hari yang sama.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan bahwa terdapat empat agenda demonstrasi yang berlangsung di beberapa titik. Antara lain Bundaran HI, kawasan Monas, dan Gedung DPR RI.
“Sebanyak 5.955 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Masyarakat diimbau mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan memilih rute alternatif, terutama di kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka, Patung Kuda, hingga sekitar kompleks DPR/MPR RI di Senayan,” imbuhnya.
Polisi juga membuka kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan, seperti diwartakan Kompas. (*)
Editor : kar











