MULUT Berdarah, Bujang Lapuk Meregang Nyawa dalam Kamar di Bangko Rohil
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROHIL, detak24com – Bujang lapuk bernama Ramlan (56) meninggal dalam kamar rumahnya di Jalan Pulau Baru Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko Rohil.
Informasi dirangkum di Mapolres Rohil, Jumat (24/05/24), bujang lapuk itu ditemukan terbujur kaku pada Rabu 22 Mei 2024 pukul 17.40 WIB.
Awalnya, adik kandung korban bernama Surya Saputra (52) warga Jalan Pulau Baru merasa tidak enak hati, karena korban tidak menjawab saat ditelepon. Ia lalu mendatangi rumah abangnya.
Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Plh Kasi Humas Polres Rohil Iptu Yulanda Alvaleri STrk MM, membenarkan hal tersebut.
“Telah ditemukan seorang laki laki yang sudah tidak bernyawa yang sehari-hari diketahui bernama Ramlan,” ujar Yulanda.
Awalnya pada hari Rabu 22 Mei 2024 sekitar pukul 16.30 WIB, adik kandung korban datang ke tempat usaha Cafe A6 milik kakaknya untuk membantu berjualan.
Kemudian adik korban menelpon korban dengan maksud untuk bertanya kenapa kakaknya tidak datang ke cafe. Namun nomornya tidak aktif. Khawatir, ia,kemudia pergi ke rumah kakaknya.
Saat sampai di rumah korban, pintu terali besi rumah tersebut dalam keadaan terbuka sedikit, dan adik korban memanggil- manggil korban namun tidak menjawab. Lalu ia masuk ke dalam rumah tersebut.
Betapa kagetnya saksi melihat korban telah meninggal tergeletak dalam kamar tidur, dengan posisi beralaskan bantal guling di kepala belakang.
Ia secepatnya memanggil Muhammad Adilen yaitu selaku Ketua RW untuk meminta pertolongan.
“Kemudian, Ketua RW datang dan menghubungi Bhabinkamtibmas dan piket Reskrim serta piket SPKT polsek bangko,” terang Iptu Yulanda Alvaleri.
Surya Syaputra menyampaikan, selama ini korban hidup sendiri di rumah tersebut dan belum menikah. Atas persetujuan para kerabat korban yang merupakan adik kandung korban dan ipar korban beserta Ketua RW sekitar pukul 18.30 WIB jenazah Ramlan dibawa ke RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi untuk dilakukan visum.
Hasil visum tidak ada luka di bagian tubuh korban, namun terdapat bekas darah mengering dari mulut.
“Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas apa yang telah dialami oleh Ramlan. Pihak keluarga beserta ketua RW melakukan penandatanganan surat pernyataan penolakan untuk dilakukannya otopsi,” pungkasnya. (Rls)
Editor : Kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











