Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ancaman Utang Bengkak Akibat Proyek Ibukota Baru

Ancaman Utang Bengkak Akibat Proyek Ibukota Baru

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta (detak24.com) — Pembangunan ibukota baru tampaknya akan segera mulai direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Layaknya mega proyek pada umumnya, pembangunan ib kota tentu akan menelan biaya yang tak sedikit. Berdasarkan perhitungan yang pernah disampaikan Jokowi saat mengumumkan rencana pemindahan ibu kota 2019 lalu, setidaknya dibutuhkan dana Rp466 triliun untuk memindahkan pusat pemerintahan Indonesia ke wilayah yang diklaim sebagai salah satu paru-paru dunia tersebut.

Awalnya, Presiden Joko Widodo berjanji tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan ibu kota baru. Namun siapa sangka, rencana itu berubah.

Pemerintah pernah menyebut 19 persen atau setara Rp80 triliun dari dana pembangunan ibukota baru akan menggunakan dana APBN.

Kini, jumlahnya kian membesar. Dalam laman ikn.go.id beberapa waktu lalu bahkan, terpampang jelas porsi dana APBN untuk ibukota baru melonjak jadi 53,5 persen dari total pendanaan yang dibutuhkan.

Meski sempat dibantah oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, namun yang pasti anggaran pembangunan IKN tidak akan sedikit. Dan karena itulah beberapa waktu lalu Sri Mulyani sempat mengatakan pemerintah akan melirik dana PEN untuk pembangunan ibukota baru.

“Mengenai anggaran apalagi tadi porsi APBN dan lain-lain nanti kami akan hitung ya. Jadi sebetulnya tidak ada yang disebut hari ini preconception 54 persen adalah APBN,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (18/1).

Berbagai skema pembiayaan akan dibuka pemerintah untuk melancarkan pembangunan mega proyek ambisius era Presiden Jokowi itu, mulai dari skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dana swasta, pendanaan BUMN, hingga investasi.

Namun yang tak kalah santer, proyek ibukota baru juga akan didanai dengan utang. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah berupaya untuk tidak mengambil utang jangka panjang.

Ia yakin pembangunan ibukota baru tidak akan membebani APBN, namun justru akan menambah aset pemerintah.

“Kami juga menghindari utang jangka panjang. Kami akan adaptasi model pembiayaan sedemikian rupa yang tidak memberatkan APBN, tapi justru menambah aset pemerintah sedemikian rupa,” kata Suharso dalam konferensi pers di Kompleks DPR RI yang disiarkan secara daring, Selasa (18/1).

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dengan lantang menyebut tidak ada urgensinya memindahkan ibukota di tengah tingginya utang luar negeri Indonesia.
u
“Tidak ada urgensi sama sekali apalagi pemerintah memiliki utang tinggi, adalah keputusan/kebijakan yang tidak bijak,” kata Din, Jumat (21/1).

Menurut Bank Indonesia (BI) utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar US$416,4 miliar atau setara Rp5.962 triliun (kurs Rp14.319 per dolar). Utang tersebut terdiri atas utang pemerintah sebesar US$202,2 miliar dan utang swasta sebesar US$205,2 miliar.

Dengan begitu, rasio utang dibandingkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 35,5 persen. BI mengklaim itu masih sehat karena didominasi utang jangka panjang.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menjelaskan potensi peningkatan utang bisa saja terjadi dari pembangunan ibukota baru. Setidaknya terdapat beberapa hal yang membuka potensi itu. Pertama, ruang fiskal pemerintah yang sangat sempit karena defisit anggaran hanya diperbolehkan di bawah 3 persen.

Belum lagi anggaran negara harus dibagi ke beberapa pos kebutuhan masyarakat di tengah penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi seperti pemberian insentif bagi pelaku usaha hingga menghadirkan jaminan sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Kedua, skema KPBU yang ditargetkan pemerintah bisa memenuhi 40 hingga 50 persen kebutuhan pendanaan ibu kota baru. Itu ia nilai tidak relevan dan sulit tercapai. Pasalnya, beberapa negara biasanya menggunakan skema tersebut dengan porsi yang tidak lebih dari seperempat dari total dana yang dibutuhkan.

“Yang jadi masalah adalah rata-rata internasional, KPBU itu maksimal 22 persen. Untuk kasus Indonesia maksimal 7 persen dari proyek infrastruktur, kok ini mau menargetkan 46 persen dari KPBU,” kata Bhima, Rabu (26/1).

Selain itu, ia tidak yakin apabila sektor swasta tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru. Pasalnya, proyek ibu kota baru akan didominasi oleh pembangunan gedung-gedung pemerintahan yang tidak memiliki nilai komersial tinggi bagi investor.

Terkait sumber pendanaan utang, Bhima menilai pemerintah akan kesulitan mencari sumber utang baik dari lembaga multilateral maupun kerja sama bilateral.

“Akan susah ya, karena banyak lembaga keuangan itu selektif seperti Bank Dunia mereka akan mempertanyakan soal pengurangan kemiskinan, ini susah dijawab untuk pembangunan ibukota negara. Kalau secara bilateral, apabila pinjaman yang diberikan tidak komersial dan risiko politiknya tinggi maka bunga pinjamannya bisa lebih mahal,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia khawatir bila pembangunan ibu kota baru menggunakan dana utang, stabilitas perekonomian nasional bisa terganggu. Tak hanya itu, ia juga khawatir bila kebijakan itu ditempuh, Indonesia bisa masuk ke dalam debt trap atau jebakan utang.

Debt trap sendiri merupakan istilah di mana sebuah negara terjebak dengan utang yang membesar, namun tidak memiliki kemampuan bayar.

“Iya dong pasti akan mengganggu. Bisa-bisa masuk debt trap. Kalau sudah terjebak akan ada negosiasi dengan kreditur. Kalau mereka tidak mau, kreditur bisa dapat penjualan aset negara. Risiko itu sudah terjadi di banyak negara,” katanya.

Risiko terjebak dengan utang dinilai mungkin saja terjadi kepada Indonesia. Lantaran, beberapa negara yang kini masuk ke dalam debt trap adalah negara yang banyak mendapat utang dari China seperti Sri Lanka hingga Nigeria.

“Bisa jadi (berutang ke Cina) ya, karena stand by buyer atau pembeli yang siap membeli utang pemerintah kita tentu adalah Cina. Karena mereka punya kepentingan geopolitik di Laut Cina Selatan,” tambahnya.(red)

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (18)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Buron 8 Tahun, Tim Tabur Kejati Tangkap Koruptor Jembatan Desa Beringin Kuansing 

      Buron 8 Tahun, Tim Tabur Kejati Tangkap Koruptor Jembatan Desa Beringin Kuansing 

      • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      KUANSING, detak24com – Tim Tabur Kejati Riau menangkap Edi Setiawan (48), buronan kasus korupsi pembangunan jembatan di Desa Beringin Jaya, Dusun Marga Sukajaya, Kuansing. Edi Setiawan telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) sejak 2017 silam. Ia ditangkap di rumahnya di Jalan Kutilang, Desa Balam Sempurna, Kecamatan Balai Jaya, Rohil tanpa ada perlawanan, Kamis (28/08/25) pagi. […]

    • INNALILAHI! Petugas Damkar Pekanbaru Meregang Nyawa Saat Padamkan Api – Kebakaran Gudang Tinner

      INNALILAHI! Petugas Damkar Pekanbaru Meregang Nyawa Saat Padamkan Api – Kebakaran Gudang Tinner

      • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
      • account_circle Redaksi
      • 25Komentar

      PEKANBARU, detak24.com – Kabar duka datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru. Satu petugasnya meninggal dunia saat menjalankan tugas. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekanbaru bernama Rian Mortir (27) tersebut meninggal dunia saat berusaha memadamkan kobaran api yang terjadi di sebuah gudang tiner, Jalan Lily, Kecamatan Sukajadi. Kapolsek Sukajadi, Kompol Daud menjelaskan, korban meninggal dunia […]

    • Polisi Sikat Pengedar Sabu di Desa Air Balui, Kemuning Inhil 

      Polisi Sikat Pengedar Sabu di Desa Air Balui, Kemuning Inhil 

      • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      INHIL, detak24com – Seorang pria berinisial RJ alias Rio ditangkap anggota Unit Narkoba Polsek Kemuning, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Tersangka ditangkap dengan barang bukti satu paket sabu. Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora menjelaskan awalnya Polsek Kemuning mendapatkan informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di Jalan Penunjang, Desa Air Balui, Kemuning, Inhil. Tim dipimpin Kapolsek Kemuning, […]

    • Kasihan! Ibu Ini Habis Puluhan Juta Buat Renovasi Rumah Orang Lain

      Kasihan! Ibu Ini Habis Puluhan Juta Buat Renovasi Rumah Orang Lain

      • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
      • account_circle Redaksi
      • 8Komentar

      MEMBUAT rumah menjadi lebih cantik impian bagi banyak orang. Namun, tak semua yang bisa merenovasi sesuai harapan Seorang wanita mencurahkan kesedihan dalam video di TikToknya karena salah renovasi rumah bukan milik dia padahal sudah habiskan puluhan juta rupiah. Mengutip dari akun Instagram yang membagikan ulang video milik wanita itu terlihat sebuah rumah baru selesai direnovasi.  Rumah yang terletak di […]

    • KAPAL BBM Pertamina Terbakar di Mataram, Saat Antre Bongkar Muatan

      KAPAL BBM Pertamina Terbakar di Mataram, Saat Antre Bongkar Muatan

      • calendar_month Senin, 27 Mar 2023
      • account_circle Redaksi
      • 14Komentar

      JAKARTA, detak24com – Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa kapal MT Christin pengangkut BBM  Pertamina terbakar di perairan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah berhasil dipadamkan. Pejabat Sementara (Pjs) Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Taufik Kurniawan, mengatakan saat ini sedang dilakukan pendinginan kapal BBM Pertamina terbakar. Sehingga api tidak muncul kembali. […]

    • SATPAS 0922 Duri Satlantas Polres Bengkalis Buat Terobosan Baru Saat Layani Masyarakat

      SATPAS 0922 Duri Satlantas Polres Bengkalis Buat Terobosan Baru Saat Layani Masyarakat

      • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
      • account_circle Yusrizal Sikumbang
      • 0Komentar

      DURI, detak24.com – Satpas 0922 Duri, Satlantas Polres Bengkalis membuat terobosan baru, yakni melayani pemohon SIM (Surat Izin Mengemudi) dengan memberikan air minum saat pengurusan berlangsung.  Layanan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Bengkalis, khususnya Satpas 0922 Duri, Satlantas Polres Bengkalis kepada masyarakat.  Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro SH SIK MH melalui Kasat Lantas AKP […]

    expand_less