Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » TERJERAT Tiga Kasus Korupsi, Bupati Muhammad Adil Minta Maaf ke Masyarakat Meranti

TERJERAT Tiga Kasus Korupsi, Bupati Muhammad Adil Minta Maaf ke Masyarakat Meranti

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Bupati Muhammad Adil mengungkapkan isi hati atas tiga kasus korupsi yang menjeratnya. Ia minta maaf pada masyarakat Kepulauan Meranti.

Permohonan maaf itu disampaikan Muhammad Adil ketika membacakan pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru, Kamis (07/12/23). Dalam tiga kasus korupsi itu, Muhammad Adil dituntut oleh JPU KPK dengan hukuman 9 tahun penjara.

“Majelis hakim, pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan isi hati saya melalui pembelaan ini. Pada kesempatan ini, saya mohon menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga saya dan seluruh masyarakat Kepulauan Meranti atas perkara yang menimpa saya,” ujar Muhammad Adil di hadapan majelis hakim yang diketuai M Arif Nuryanta.

Muhammad Adil yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan berpeci, membacakan langsung permohonan pribadinya. Di awal pembelaannya, Muhammad Adil terlebih dahulu menyampaikan rasa hormat dirinya kepada majelis hakim, JPU dan penasehat hukum yang telah menangani kasusnya.

Dalam pembelaannya, Muhammad Adil menceritakan sempat menjadi kapten kapal selama 10 tahun, menjadi kontraktor hingga akhirnya masuk ke dunia politik dan menjadi Bupati Kepulauan Meranti. Ia juga menceritakan kondisi Kepulauan Meranti yang merupakan kabupaten termuda di Provinsi Riau tersebut.

“Sejak dilantik sebagai Bupati Kepulauan Meranti pada 26 Februari 2021, saya bercita-cita dan berkeinginan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kepulauan Meranti. Sebagai pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti membutuhkan pembangunan yang layak sementara APBN dan APBD tidak cukup untuk membiayai pembangunan,” jelas Muhammad Adil.

Muhammad Adil juga menyayangkan sikap sejumlah pejabat, seperti Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Bambang Supriyanto dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menyebut, tindakan pemotongan UP dan GU yang dilakukan justru diajarkan oleh Bambang dan Alamsyah Mubarak yang meyakinkan kalau pemotongan juga dilakukan oleh bupati sebelumnya.

Muhammad Adil berdalih pemotongan Uang Persediaan (UP) dan Ganti Uang (GU) yang dilakukannya bertujuan untuk membantu kepentingan operasional dirinya sebagai bupati dan kegiatan sosial kepada masyarakat Kepulauan Meranti. “Untuk membangun sekolah, tempat ibadah dan membantu masyarakat miskin,” ucapnya.

Dengan suara tertahan, Muhammad Adil menyebut dirinya dipojokkan oleh Sekda dan kepala OPD yang menyebut kalau diri mereka akan dipindahkan jika tak menuruti pemotongan UP dan GU. “Kenyataanya OPD yang melakukan pemotong dilakukan secara sadar, tanpa paksaan dan tekanan dari saya. Tidak ada bukti tertulis kalau saya menerima Rp17.280.222.003,” ucap Muhammad Adil.

Uang yang diberikan OPD itu pun, lanjut Muhammad Adil, bukan merupakan uang negara tapi merupakan SPPD masing-masing OPD sehingga mereka tidak menerima secara utuh. “Perkara ini bukanlah merupakan Tindak Pidana Korupsi, melainkan hubungan keperdataan antara saya dengan masing-masing OPD,” tutur Muhammad Adil.

Terkait lelang perjalanan ibadah umrah gratis, Muhammad Adil menyatakan tidak mengarahkan agar PT TMT keluar sebagai pemenang. Lelang dilakukan dengan e-katalog. “Uang yang diberikan Fitria Nengsih adalah karena hubungan suami istri, tidak ada hubungan saya sebagai bupati,” kata Muhammad Adil.

Begitu juga tentang suap kepada auditor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Riau, Muhammad Fahmi Aressa sebesar Rp 1.010.000.000. Muhammad Adil menegaskan, dirinya tidak ada memerintahkan Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triatmoko dan staf BPKAD, Dita Anggoro untuk memberikan uang.

“Uang yang diberikan saksi itu tidak bisa diminta pertanggung jawaban hukumnya kepada saya, karena saya telah memberikan kewenangan pengelolaan keuangan sudah melekat kepada masing-masing OPD. Ada PA, KPA, PPK dan PPTK,” ucap Muhammad Adil.

Atas pembelaan itu, Muhammad Adil yang didampingi penasehat hukumnya meminta agar majelis hakim yang menyidangkan perkara membebaskan dirinya dari segala dakwaan JPU. Mengembalikan harkat dan martabat dirinya seperti semula untuk menjadi Bupati Kepulauan Meranti.

“Mengembalikan seluruh barang bukti milik saya yang disita Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini kepada saya,” pinta Muhammad Adil.

Diketahui, KPK mendakwa Muhammad Adil melakukan pemotongan sebesar 10 persen setiap pembayaran UP dan GU kepada kepala OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti. Total yang diterima terdakwa sebesar Rp 17.280.222.003,8.

Dakwaan kedua, Muhammad Adil menerima suap dari Fitria Nengsih selaku kepala perwakilan PT Tanur Muthmainnah Tour (TMT) di Kepulauan Meranti sebesar Rp 750 juta. PT TMT merupakan perusahaan travel haji dan umrah yang memberangkatkan jemaah umrah program Pemkab Kepulauan Meranti.

Dakwaan ketiga, Muhammad Adil dan Fitria Nengsih pada Januari hingga April 2023, memberikan suap kepada Ketua Tim Auditor BPK Riau M Fahmi Aressa sebesar Rp 1 miliar. Uang itu untuk pengondisian penilaian laporan keuangan Pemkab Kepulauan Meranti agar mendapatkan opini WTP, dikutip detak24com dari CAKAPLAH. (*/berita)

Editor : kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • APICAL Relokasi Sekolah – Rumdin dan Kantor Lurah, Wako Paisal: Agar Jadi Percontohan

    APICAL Relokasi Sekolah – Rumdin dan Kantor Lurah, Wako Paisal: Agar Jadi Percontohan

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    DUMAI, detak24.com – Walikota Dumai, H Paisal memimpin rapat presentasi terkait relokasi sejumlah aset daerah di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan. Rapat presentasi ini terkait relokasi yang akan dilakukan oleh perusahaan Apical, bertempat di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, Jumat (30/12). Relokasi menyangkut pembangunan gedung SDN 001 Lubuk Gaung, rumah dinas Camat Sungai Sembilan, dan kantor […]

  • Gratis Tetap Pakai E-Toll, Tol Pekanbaru-Bangkinang Resmi Dibuka

    Gratis Tetap Pakai E-Toll, Tol Pekanbaru-Bangkinang Resmi Dibuka

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru-Padang seksi Pekanbaru-Bangkinang resmi dibuka, Kamis (27/10/22) pukul 07.00 WIB di Gerbang Tol Bangkinang. Pembukaan jalan tol dimulai oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar diikuti Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal dan Forkompinda Riau, serta Pj Bupati Walikota Pekanbaru Kamsol di Gerbang Tol Bangkinang. “Hari ini kita […]

  • DIRLANTAS Polda Riau Kombes Pol Taufiq Inisiasi Rapat Forum LLAJ di Awal Tahun 2024

    DIRLANTAS Polda Riau Kombes Pol Taufiq Inisiasi Rapat Forum LLAJ di Awal Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 60Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, SIK MH yang didampingi Wadir Lantas Polda Riau serta PJU Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau serta para Kasat Lantas jajaran melaksanakan kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2024 di Aula Rapat Mako Ditlantas Polda Riau.  Tampak hadir seluruh instansi terkait, […]

  • BIKIN PENASARAN! Pinjam Motor Teman untuk Jemput Pacar, Warga Pekanbaru Ini Malah Ditangkap Polisi

    BIKIN PENASARAN! Pinjam Motor Teman untuk Jemput Pacar, Warga Pekanbaru Ini Malah Ditangkap Polisi

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Seorang warga Pekanbaru bernama Oky Gunawan (22) berakhir di balik jeruji besi. Awalnya, ia pinjam motor kawan untuk jemput pacar, namun kendaraan Itu dijualnya. Kapolsek Bukit Raya, AKP Syafnil, Kamis (23/02/23) mengatakan, kejadian berawal pada Ahad (19/2/2023) malam, saat korban baru sampai di kosannya yang berada di Jalan Durian, Pekanbaru. “Kemudian pelaku […]

  • Transaksi Judi Online Dekati Rp 400 Triliun dari 3 Juta Pemain

    Transaksi Judi Online Dekati Rp 400 Triliun dari 3 Juta Pemain

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Transaksi judi online di Indonesia kian memprihatinkan. Catatan Kemenkominfo, nilai transaksinya mencapai angka Rp 400 triliun, dengan jumlah pemain hingga 3 juta orang. Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo Teguh Arifiyadi menyampaikan, pemerintah siap bertindak tegas terhadap penyedia jasa yang terindikasi terlibat dalam praktik judi online. “Apabila ada indikasi pelanggaran, kami akan memberikan teguran […]

  • Atlet dan Pelatih Berprestasi Kompak Tolak Bonus PON Aceh-Sumut, Ini Sebabnya!

    Atlet dan Pelatih Berprestasi Kompak Tolak Bonus PON Aceh-Sumut, Ini Sebabnya!

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Diduga anggaran disunat, sejumlah atlet dan pelatih berprestasi Riau pada PON Aceh-Sumut ramai-ramai tolak uang bonus. Mereka menduga anggaran tersebut telah disunat. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau telah menyiapkan anggaran bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Namun, muncul […]

expand_less