Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Desakan Copot Kapolda Riau Menguat, PMII Sampaikan Enam Tuntutan

Desakan Copot Kapolda Riau Menguat, PMII Sampaikan Enam Tuntutan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – PMMI Riau melalui siaran persnya mendesak copot Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan buntut ‘unjuk rasa berdarah’ di depan gedung DPRD beberapa waktu lalu.

Sekretaris Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau Supriadi, mengecam keras dugaan tindakan represif yang dilakukan oknum aparat kepolisian terhadap massa aksi Cipayung Plus Kota Pekanbaru saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Provinsi Riau.

Diketahui, dalam insiden tersebut, salah seorang peserta aksi yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pekanbaru, Muhammad Luthfi Suhaz diketahui menjadi korban dugaan kekerasan saat demonstrasi berlangsung.

Peristiwa tersebut menuai kecaman dari berbagai elemen mahasiswa, karena dinilai mencederai nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.

Menurut Supriadi, tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat tersebut tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menilai kejadian tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam pola pembinaan dan pengawasan internal di tubuh Kepolisian Daerah Riau.

“Jika benar terjadi tindakan kekerasan terhadap peserta aksi yang sedang menyampaikan pendapat di muka umum, maka ini merupakan bentuk kemunduran demokrasi yang tidak boleh ditoleransi. Aparat seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan justru menjadi pihak yang diduga melakukan tindakan represif terhadap warga negara yang menggunakan hak konstitusionalnya,” ujar Supriadi, Rabu (24/06/26).

Lebih lanjut, Supriadi menilai Kapolda Riau harus bertanggung jawab secara moral dan institusional atas setiap tindakan anggota di lapangan. Menurutnya, berulangnya keluhan terkait pendekatan represif dalam pengamanan aksi menunjukkan adanya evaluasi yang belum berjalan maksimal.

“Kami menilai Kapolda Riau gagal melakukan pembinaan secara optimal terhadap jajarannya apabila dugaan kekerasan ini terbukti benar. Karena itu, evaluasi menyeluruh harus dilakukan, termasuk terhadap kepemimpinan di lingkungan Polda Riau,” tegasnya.

PKC PMII Riau juga mendesak Divisi Propam dan pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan secara terbuka dan profesional terhadap oknum yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Penanganan yang transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Supriadi menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam apabila terdapat upaya pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi. Baginya, demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sah dan tidak boleh direspons dengan tindakan yang bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.

Mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Kritik terhadap kebijakan publik adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Oleh sebab itu, segala bentuk dugaan intimidasi maupun kekerasan terhadap massa aksi harus diusut secara tuntas dan tidak boleh berhenti pada klarifikasi semata,” Ujarnya.

Atas kejadian tersebut, PKC PMII Riau menyampaikan beberapa tuntutan, yakni :

1. Mendesak Polda Riau mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap kader IMM Kota Pekanbaru, Muhammad Luthfi Suhaz.

2. Mendesak Propam melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran prosedur.

3. Meminta Komnas HAM dan lembaga pengawas terkait turut memantau proses penanganan kasus tersebut.

4. Mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan aksi unjuk rasa di wilayah Riau.

5. Meminta Kapolri memberikan perhatian serius terhadap peristiwa yang mencederai ruang demokrasi tersebut.

6. Meminta Kapolda Riau untuk secepatnya menangkap oknum yang menganiaya saudara Lutfi pada saat aksi di DPRD Riau

“Negara tidak boleh anti kritik. Aparat penegak hukum harus menjadi penjaga demokrasi, bukan menjadi pihak yang dipersepsikan menghambat kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Kasus ini harus menjadi momentum perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutup Supriadi.

PKC PMII Riau menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga terdapat kejelasan, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh pihak. (Rls)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAKAKERJA Riau, Pekerja PT PAS Inhu Terbakar Air Rebusan TBS Sawit

    LAKAKERJA Riau, Pekerja PT PAS Inhu Terbakar Air Rebusan TBS Sawit

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    INHU, detak24com – Lakakerja di Riau kembali terjadi. Kali ini menimpa pekerja PT Persada Agro Sawit (PAS), Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pria naas bernama Firmansyah Panjaitan terbakar air rebusan sawit di perusahaan tempat ia bekerja. Sebelumnya, pada bulan Juni lalu seorang pekerja jobs description rebusan Tandan Buah Sawit (TBS) […]

  • Pelaku sedang beraksi terekam kamera CCTV. F. :. CAKAPLAH.COM

    Buruh Bangunan di Pekanbaru Gasak Aset PT Anugrah Riau Mustika, Terekam Kamera CCTV

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Pekanbaru, detak24.com- Buruh bangunan ini nekat melakukan pencurian di sebuah kantor perusahaan PT Anugrah Riau Mustika yang berada di Jalan Kartama, Pekanbaru pada Sabtu (17/07/22). Aksinya terekam kamera CCTV. Pelaku yang bernama Zainuddin (24) yang merupakan buruh bangunan itu, saat melancarkan aksinya terekam kamera CCTV kantor yang membuat polisi berhasil melakukan identifikasi identitas pelaku. Kanit […]

  • Hujan Semalaman, Pangkalan Kerinci ‘Ditenggelamkan’ Banjir 

    Hujan Semalaman, Pangkalan Kerinci ‘Ditenggelamkan’ Banjir 

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Hujan deras yang mengguyur Pangkalan Kerinci sejak Senin (06/01/25) petang hingga Selasa pagi (07/01/25) mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Beberapa ruas jalan utama dan pemukiman warga terendam air, dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa di beberapa lokasi. Berdasarkan pantauan riauterkini.com kawasan yang terdampak banjir di antaranya Simpang Kualo, Jalan Beringin, Perumahan Griya […]

  • KPU Riau Buka Seleksi PPK dan PPS Pilkada, Ini Syarat dan Tahapannya!

    KPU Riau Buka Seleksi PPK dan PPS Pilkada, Ini Syarat dan Tahapannya!

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – KPU Riau membuka seleksi untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pilkada 2024. Hal itu disampaikan oleh Komisioner KPU Riau, Nugroho Noto Susanto. “Berdasarkan KPTS KPU RI nomor 476 tahun 2024, maka seleksi PPK dan PPS Pilkada 2024 dilakukan dengan metode seleksi terbuka,” kata dia melalui pesan WhatsApp, […]

  • Wako Dumai meresmikan pasar kuliner Jayamukti. F. :. HMS

    Kung! Pasar Kuliner Jayamukti Dumai Resmi Dibuka

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Jayamukti, detak24.com – Ditandai dengan bunyi pukulan gong, pasar kuliner Jayamukti Dumai resmi beroperasi. Pemukulan gong oleh Wako Dumai, H Paisal, Sabtu (13/08/22), menjadi tanda resminya salah satu spot kuliner yang ada di Kota Dumai dibuka. Acara yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai itu tampak berlangsung semarak.  Ramai orang hadir untuk […]

  • DAMPAK Elnino Stok Gabah Menipis, Usaha Penggiling Padi Banyak Tutup

    DAMPAK Elnino Stok Gabah Menipis, Usaha Penggiling Padi Banyak Tutup

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    JAKARTA, detak24com – Indonesia tengah mengalami musim panas berkepanjangan. Musim panas tahun ini bahkan lebih gersang dibandingkan tahun sebelumnya, karena adanya fenomena elnino. Fenomena ini nyatanya mengganggu produksi padi dalam negeri. Produksi padi menyusut yang menyebabkan beberapa penggilingan padi harus tutup karena tidak ada stok gabah. “Ya itu (penggilingan tutup) yang sedang ditangani oleh Kementerian […]

expand_less