Hastag #GanjaristBiadab Viral di Twitter, Gegara Kuntadhi Hina Ning Imaz
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KETUM Kornas Ganjarist, Eko Kuntadhi bikin gaduh jagat maya. Cuitannya yang menghina Ning Imaz memantik amarah netizen dan warga Nahdliyin.
Ia menghina Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo. Akibatnya, hastag #GanjaristBiadab menjadi trend di Twitter per Kamis (15/09/22). Lebih dari lima ribu follower yang meretweet hastag tersebut.
@Endi Biaro: Ummat sendiri yang harus menghukum #GanjaristBiadabI
@Ibnu Sholeh: Bacod si kunted perlu di usap pake kanebo Mulut sampah dr otak sampah. Melecehkan perempuan adalah kejahatan yg tidak bisa di tolerir#GanjaristBiadab
@NP: Gila nih bocah #GanjaristBiadab
@Mas Piyu: Walo nntnya tdk dipolisikan, setidaknya tercatat dlm jejak digital.
Dalam video sebelumnya, Ning Imaz sejatinya menjelaskan soal tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Namun, Eko mentwit, “Jadi bidadari itu bukan perempuan?”.
Dia juga mengunggah video Ning Imaz dengan menambahkan kata-kata tak pantas.” Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,” cuit Eko dikutip, Kamis (15/09).
Sontak saja, cuitan Eko tersebut menuai protes dari banyak netizen yang mengaku Nahdliyin. Salah seorang yang merespons cuita Eko itu adalah Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nadhlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, Nardirsyah Hosen atau akrab disapa Gus Nadir.
Gus Nadir menyorot cuitan Eko yang dianggap tidak beradab. Menurutnya, seseorang boleh saja berbeda pendapat, namun tak perlu melabeli dengan kata-kata yang tidak pantas. Gus Nadir juga menjelaskan ke Eko, siapa sosok Ning Imaz yang dihina tersebut.
“Yang anda posting itu video Ning Imaz dari Ponpes Lirboyo, istri dari Gus Rifqil Moeslim. Beda pendapat hal biasa. Tapi gak usah melabeli dengan kata tolol. Posting saja video aslinya. Bukan yang sudah ditambahi kata-kata tolol. Belajarlah untuk santun dalam perbedaan,” ungkap Gus Nadir di Twitter.
Tak lama setelah Gus Nadir berkomentar, Eko menghapus cuitannya. Namun, sudah banyak netizen yang meng-capture cuitan Eko tersebut. Mereka ramai-ramai meminta klarifikasi Eko.
Terkait dengan polemik tersebut, pengurus Ponpes Lirboyo buka suara. Kendati cuitan sudah dihapus, namun Lirboyo tetap menyayangkan apa yang telah dilakukan Eko.
Kendati cuitan tersebut telah dihapus oleh Eko Kuntadi, namun pengurus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri bereaksi terhadap hal tersebut. Salah seorang Pengurus Ponpes Lirboyo Kediri KH.Oing Abdul Muid menanggapi twit Eko Kuntadi.
“Kita sangat menyayangkan cuitan semacam itu. Medsos tidak semestinya digunakan untuk caci maki ujaran kebencian,” tegas salah seorang pengurus Ponpes Lirboyo, KH Oing Abdul Muid kepada detikJatim, Rabu (14/9/2022).
Ulama yang akrab disapa Gus Muid itu berpesan kepada Eko untuk lebih beradab dalam menyampaikan argumen. Tak masalah seseorang beda pendapat, namun harus ada tata krama untuk menyanggah pendapat lainya.
“Kalau pun toh tidak setuju dengan pendapat yang disampaikan, sampaikan dengan beradab dan argumen yang valid. Toh, ning imaz juga terbuka dengan diskusi,” tukas Gus Muid.(dtc)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












relaxing jazz instrumental
10 Oktober 2023 13:52