TUJUH Fakta Rusuh Pulau Rempang Teraktual, Polri: Bayi Tewas dan Siswa Pingsan Informasi Hoaks!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 11 Sep 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

3. Suasana Sudah Kondusif
Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Tabana Bangun memastikan situasi sudah kondusif usai warga Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, sempat bentrok dengan aparat. Bentrokan diketahui disebabkan oleh adanya kegiatan pengukuran lahan untuk pengembangan proyek Rempang Eko City.
“Kegiatan berjalan dengan baik dan tidak hal krusial yang terjadi. Masyarakat juga sudah menyadari dan pulang ke rumah masing-masing, dan anggota tidak ada kegiatan yang menonjol di lapangan,” ujar Tabana usai meninjau di lokasi, dilansir Antara, Kamis (7/9/2023).
Terkait keributan, menurutnya tindakan yang dilakukan personel sudah tepat. Karena sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat terkait pengembangan pulau tersebut.
“Adapun mungkin tadi ada hal-hal yang sedikit mengganggu, itu adalah dampak dari pengamanan ini. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih kondusif seperti yang kami harapkan,” tambahnya.
4. Bayi Tewas dan Siswa Pingsan Hoaks
Polri membantah informasi yang beredar soal kisruh di Pulau Rempang, Batam hingga menyebabkan sejumlah siswa pingsan dan bayi tewas karena gas air mata. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Terkait dengan informasi-informasi yang berkembang yang menyampaikan adanya beberapa siswa pingsan, bahkan ada yang menyebutkan ada seorang bayi meninggal dunia, itu adalah tidak benar,” kata Ramadhan kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jumat (08/09/23).
Ramadhan mengatakan bentrokan petugas dengan warga itu tak memakan korban. “Jadi tidak ada korban, saya ulang tidak ada korban dalam peristiwa kemarin,” imbuh Ramadhan.
Ramadhan membenarkan jika aparat kepolisian menembakkan gas air mata. Gas yang tertiup angin membuat warga sekitar mengalami gangguan penglihatan sementara.
“Yang ada, karena tindakan pengamanan oleh aparat kepolisian dengan menyemprotkan gas air mata, tertiup angin sehingga terjadi gangguan penglihatan untuk sementara,” jelas Ramadhan.
Namun, Ramadhan menyampaikan Polda Kepri langsung menghadirkan tim kesehatan untuk membantu warga yang penglihatannya terdampak gas air mata. “Pihak Polda Kepri sudah membantu untuk membawa ke tim kesehatan,” tambah dia.












Saat ini belum ada komentar