Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Sumbar » Diduga Terlibat Praktik Kartel Sawit, Lima Pabrik CPO di Pesisir Selatan Dilapor ke KPPU

Diduga Terlibat Praktik Kartel Sawit, Lima Pabrik CPO di Pesisir Selatan Dilapor ke KPPU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAINAN, detak24com – Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selata Novermal, melaporkan lima pabrik CPO yang beroperasi di wilayah tersebut kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Laporan itu berkaitan dengan dugaan praktik penetapan harga dan potongan timbangan tandan buah segar (TBS) milik pekebun swadaya.

Novermal mengatakan laporan yang diajukan telah ditindaklanjuti KPPU. Hal itu dibuktikan dengan diterimanya surat pemanggilan untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

“Melalui Surat Deputi Penegakan Hukum Nomor 1177/DH/P/IV/2026 tanggal 25 Juni 2026, saya dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi atas pengaduan yang tercatat sebagai Perkara Laporan Nomor 77-92/DH/KPPU-L/VI/2026,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (26/06/26).

Ia menjelaskan penyelidik KPPU dijadwalkan meminta keterangannya pada 2 Juli 2026 terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Menurut Novermal, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan adanya kesepakatan di antara lima pabrik kelapa sawit dalam menetapkan harga pembelian TBS yang rendah serta menerapkan potongan timbangan yang tinggi terhadap hasil panen petani sawit swadaya.

Ia mengungkapkan, harga TBS kelapa sawit swadaya di Kabupaten Pesisir Selatan saat ini berkisar Rp1.400 per kilogram, atau jauh di bawah harga TBS kebun plasma yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, kata dia, harga TBS di Kabupaten Sijunjung juga tercatat lebih tinggi dibandingkan Pesisir Selatan. Perbedaan tersebut, menurutnya, juga diikuti besarnya potongan timbangan yang diterapkan.

“Potongan timbangan TBS di Pesisir Selatan mencapai sekitar 9 hingga 12 persen, sedangkan di Kabupaten Sijunjung hanya sekitar 4 hingga 5 persen,” ujarnya.

Novermal mengatakan pihak perusahaan selama ini beralasan harga rendah disebabkan rendemen TBS dari Pesisir Selatan dinilai rendah. Namun, menurutnya, tidak pernah ada pemeriksaan rendemen hamparan secara terbuka, begitu pula data rendemen di pabrik yang tidak dipublikasikan.

“Alasan lainnya, potongan timbangan tinggi karena mutu TBS rendah. Namun standar penilaiannya juga tidak pernah dijelaskan secara transparan,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama, sehingga harga TBS petani swadaya di Pesisir Selatan menjadi yang terendah, sementara potongan timbangannya termasuk yang tertinggi di Sumatera Barat.

Menurut perhitungannya, selisih harga sekitar Rp700 per kilogram dibandingkan Kabupaten Sijunjung berpotensi menyebabkan kerugian petani sawit swadaya di Pesisir Selatan yang memiliki luas kebun sekitar 44 ribu hektare hingga mencapai lebih dari Rp700 miliar setiap tahun.

Karena itu, Novermal meminta KPPU mengusut dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat tersebut serta memastikan adanya mekanisme penetapan harga dan potongan timbangan yang transparan dan berkeadilan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.

“Apabila lima pabrik tersebut terbukti melakukan praktik kartel dan persaingan usaha tidak sehat, saya berharap KPPU menjatuhkan sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Adapun lima perusahaan yang dilaporkan ke KPPU yakni PT Incasi Raya Sudetan POM di Teluk Ampalu Inderapura, PT Sumatera Jaya Agro Lestari di Teluk Ampalu Inderapura, PT Transco Energi Utama di Tiga Sungai Inderapura, PT Kemilau Permata Sawit di Kubu Kecamatan Tapan, serta PT Muara Sawit Lestari di Lunang Selatan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan-perusahaan yang disebutkan terkait laporan tersebut, seperti diwartakan bisnis. (*)

Editor ; Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Bengkalis AKBP Bimo Setyo Anggoro mengunjungi anggotanya yang tertembak saat menangkap maling, di RSUD Mandau. f : ist

    DOR! Polisi Tertembak Senpi Teman, Saat Tangkap Maling di Duri

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DURI, detak24com –  Seorang anggota polisi tertembak saat menangkap maling motor di Duri. Korban bernama Aipda Sonny Gunawan Harahap, saat ini dalam perawatan intensif. Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro didampingi Kasat Reskrim AKP Gian Wiatma Jonimandala saat jumpa pers, Sabtu (30/12/23) mengatakan, pihaknya berhasil menangkap seorag tersangka curanmor inisial MJ alias Morris. Pelaku dibekuk […]

  • SIDANG FERDY SAMBO CS, Saksi Ahli Digital Forensik Minta Peralatannya Tak Disorot Kamera

    SIDANG FERDY SAMBO CS, Saksi Ahli Digital Forensik Minta Peralatannya Tak Disorot Kamera

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    JAKARTA, detak24.com -Saksi ahli digital forensik meminta kepada majelis hakim agar peralatan yang dibawa tidak disorot ke publik karena sensitif untuk dibuka ke umum selama persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 20 Desember 2022. Hal ini disampaikan oleh jaksa penuntut umum kepada majelis hakim dalam sidang Ferdy Sambo sebelum pemeriksaan saksi ahli […]

  • PHR Dituding Korupsi Proyek Rp 200 M, Anggota DPR RI Lapor ke Kejati Riau

    PHR Dituding Korupsi Proyek Rp 200 M, Anggota DPR RI Lapor ke Kejati Riau

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Anggota DPR RI, Hinca Ikara Putra Panjaitan melaporkan dugaan korupsi yang terjadi di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ke Kejati Riau. Politisi Partai Demokrat itu mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Rabu (26/06/34) petang. Ia bertemu dengan Kajati Riau, Akmal Abbas. Usai pertemuan, Hinca memberikan keterangan kepada awak media. “Hari ini saya […]

  • Info Lakalantas : Pengendara Vixion Meregang Nyawa di Jembatan Siak II Pekanbaru

    Info Lakalantas : Pengendara Vixion Meregang Nyawa di Jembatan Siak II Pekanbaru

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kecelakaan antara truk Fuso dan sepeda motor terjadi di Jalan Siak II, dekat PT RPM, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Insiden ini mengakibatkan satu orang tewas. Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Satrio WB Wicaksana, mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi pada Selasa (17/03/26) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa ini melibatkan tiga kendaraan, yaitu sepeda […]

  • KPK Cecar Bendahara Setdakab Meranti di Jakarta, Lengkapi Berkas Muhammad Adil

    KPK Cecar Bendahara Setdakab Meranti di Jakarta, Lengkapi Berkas Muhammad Adil

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    MERANTI, detak24com – Penyidik KPK kembali memanggil saksi untuk melengkapi berkas perkara korupsi yang menjerat Bupati Kepulauan Meranti nonaktif, Muhammad Adil. Dua saksi dimintai keterangannya, salah seorangnya bendahara Setdakab setempat, Selasa (11/07/23). Diketahui, Muhammad Adil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Kamis (6/4/2023). Selain Muhammad Adil juga diamankan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset […]

  • Pemerintah Pangkas Subsidi Pupuk, Ancam Kenaikan Harga dan Impor!

    Pemerintah Pangkas Subsidi Pupuk, Ancam Kenaikan Harga dan Impor!

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Jakarta, detak24.com – Pemangkasan subsidi pupuk mengancam kenaikan harga bahan pangan serta peningkatan aktivitas impor. Akibatnya, petani kecil akan semakin terpuruk. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan kebijakan pemerintah itu kurang tepat diterapkan saat ini. Menurutnya, jika tujuan pemerintah adalah untuk memperkuat ketahanan pangan, justru yang perlu diperkuat […]

expand_less