TEMBUS 683 Orang, Jemaah Haji Wafat Capai Kematian Tertinggi, Kemenag Fokus Kesehatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEDDAH, detak24com – Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci terus bertambah. Hingga Rabu (19/07/23) pukul 13.07 WAS atau 17.07 WIB, angkanya mencapai tingkat kematian tertinggi, yakni sebanyak 683 orang.
Tingkat kematian jemaah haji tahun 1444 H atau tahun 2023 meningkat tajam melampaui kasus kematian yang terjadi pada penyelenggaraan haji 2015 dan 2017. Angka ini berdasarkan data Siskohat diperbarui per Rabu (19/7/2023) pukul 13.07 WAS atau 17.07 WIB, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi mencapai 683 jiwa.
Merujuk pada data ini, jumlah kematian jemaah haji 2023 melampaui dua kasus kematian tertinggi penyelenggaraan ibadah haji, yakni pada 2015 dengan total sebanyak 627 jiwa dan 2017 sebanyak 658 jiwa.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief menuturkan, tingginya kasus kematian jemaah ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya.
“Ya, itu jadi perhatian kami. Kita coba analisis sambil berjalan sebelum nanti kita lakukan kajian komprehensif di Indonesia dari klasifikasi usia jemaah yang wafat itu,” ujarnya saat ditemui di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Selasa (18/7/2023) malam.
Tahun ini, kata dia, jumlah jemaah haji yang wafat di Tanah Suci paling banyak berusia antara 60-70 tahun, disusul jemaah dengan usia 70-80 tahun. “Baru kemudian di bawah 60 tahun dan baru di atas 80 tahun,”.
“Nanti kami berdiskusi dengan temen-temen kesehatan, kita analisa pemicunya apa, kalau penyebabnya kita sudah tahu semua rata-rata yang wafat itu kena jantung kemudian ada sesak napas dan lain sebagainya. Tetapi pemantiknya itu yang sedang kita analisis lagi, karena ini memang jumlahnya cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Hilman.
Ke depan, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemenag dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan fokus terutama terkait masalah istitha’ah kesehatan. Calon jemaah nantinya harus benar-benar lolos tes kesehatan sebelum bisa melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Kami sudah pelajari dan itu juga jadi perhatian kita terutama masalah istitha’ah kesehatan. Medical record jemaah seperti apa, kita akan buat mekanisme yang berbeda. Mungkin kita desainkan dulu harus clear kesehatannya baik mental fisik dan sebagainya, baru ada pelunasan,” ujarnya.
“Ini juga salah satu upaya lah agar nanti jemaah yang berangkat berapapun usianya tapi kondisinya lebih memungkinkan menjalani prosesi haji. Memang kebutuhan fisiknya sangat berat sekali ya, apalagi tahun ini sangat panas,” pungkas Hilman Latief menandaskan.(kemenag)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












nice,, slot gacor legenda555
20 Juli 2023 03:52