Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Sempat Kabur dan Ditembak, Tahanan Polres Kampar Malah Selfie di Kelok Sembilan 

Sempat Kabur dan Ditembak, Tahanan Polres Kampar Malah Selfie di Kelok Sembilan 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMPAR, detak24com – Seorang tahanan kabur dan ditembak di Kampar, kedapatan bebas. Malahan, ia sempat berwisata ke Kelok Sembilan, Sumbar sambil foto-foto (selfie).

Tersangka pencurian baterai tower provider, Okta Epandri (39) kembali menyita perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Okta yang belum lama ini sempat kabur dari ruang tahanan Polres Kampar, terlihat tengah menikmati kebebasan di kawasan Kelok Sembilan, Provinsi Sumatera Barat.

Tampak dalam video, Okta berdiri santai di depan sebuah mobil merah yang terparkir di pinggir jalan. Dengan rokok terselip di mulut, ia menyalakan api sambil tertawa kecil bersama temannya.

Kebebasan Okta sontak menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Terlebih, ia merupakan satu dari 11 tahanan Polres Kampar yang sempat melarikan diri dari tahanan pada Mei lalu.

Okta sendiri berhasil ditangkap kembali setelah buron beberapa hari. Ia bahkan harus dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

Dikonfirmasi mengenai status hukum Okta, Kasatreskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma, membenarkan bahwa tersangka memang saat ini tidak lagi berada di tahanan.

Namun ia menegaskan, proses hukum tetap berjalan. “Penahanan tidak bisa diperpanjang karena adanya kendala dari pihak pelapor,” kata Gian, Sabtu malam (28/6/2025).

Menurut Gian, pelapor belum melengkapi dokumen yang dibutuhkan oleh penyidik. Selain itu, penyidik juga mengalami kesulitan menghubungi pelapor untuk melengkapi berkas perkara.

“Sehingga masa penahanan habis sesuai ketentuan hukum. Tapi kasusnya tidak dihentikan,” tegasnya.

Gian mengungkapkan bahwa kendala utama yang menyebabkan penangguhan penahanan Okta Efandri adalah pihak pelapor. Menurutnya, pelapor tidak memenuhi permintaan penyidik terkait kelengkapan data dan dokumen yang dibutuhkan untuk proses hukum.

“Penangguhan penahanan, karena kendala dari pelapornya sendiri, yang tidak penuhi permintaan penyidik terkait data-data dan dokumen,” terang Gian.

Selain kurangnya kelengkapan data, kesulitan dalam menghubungi pelapor juga menjadi faktor krusial. Gian menyebutkan bahwa upaya komunikasi yang dilakukan oleh penyidik kerap kali tidak membuahkan hasil.

“Dan juga dihubungi pun susah,” tambahnya, menggambarkan hambatan yang dialami penyidik dalam mengumpulkan bukti-bukti.

Akibat kendala-kendala tersebut, masa penahanan Okta Efandri pun habis sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian tidak dapat memperpanjang masa penahanan tanpa adanya kelengkapan bukti dan keterangan yang memadai dari pelapor.

“Sehingga masa penahanan kita habis dan sudah dikoordinasikan dengan jaksa,” jelas Gian.

Meskipun Okta Efandri saat ini telah bebas dari tahanan, Gian menegaskan bahwa proses hukum terhadap kasus pencurian tower ini akan terus berlanjut. Penangguhan penahanan bukan berarti kasus ditutup atau dihentikan.

“Namun perkara tetap lanjut dan berjalan,” tegasnya.

Kasus pencurian baterai tower berawal dari laporan pihak korban, perwakilan perusahaan bernama Arif, yang melaporkan pencurian baterai tower milik perusahaan telekomunikasi di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kampar, pada 15 April 2025.

Setelah menerima laporan, tim Satreskrim Polres Kampar melakukan penyelidikan. Pada Senin (28/4), petugas menangkap pelaku berinisial AS di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau.

“Pelaku AS menunjukkan bahwa masih ada lima pelaku lainnya yang terlibat. Lalu petugas melakukan pengembangan dan menangkap empat pelaku di salah satu hotel di Pekanbaru, yaitu NL, OE, MH, dan OT,” terang Gian.

Tak menyerah, polisi melanjutkan pengembangan untuk mencari satu pelaku lainnya, yakni HK, yang akhirnya ditangkap saat berada di rumahnya di Kecamatan Kubang Raya, Kabupaten Kampar.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan tujuh unit baterai litium dan dua buah isi baterai. Kemudian keenam tersangka telah dijebloskan ke penjara dan dijerat dengan Pasal 363 Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 dan Pasal 480 KUHP, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Guru dan Siswa Keracunan MBG di Palupuh Agam 

    Ratusan Guru dan Siswa Keracunan MBG di Palupuh Agam 

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PALUPUH, detak24.com – Keracunan MBG kembali menghantui dunia pendidikan. Sedikitnya, 388 orang terdiri dari guru dan siswa mengalami gejala sakit perut, mual dan muntah di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Palupuh Indra Jaya, mengatakan bahwa kasus tersebut mulai dilaporkan sejak Senin (31/08/26) lalu. “Data sementara, peserta didik TK, SD, SMP […]

  • Wakil Ketua DPRK Naisabur Apresiasi Itjen Kemendagri Turun ke Aceh Besar

    Wakil Ketua DPRK Naisabur Apresiasi Itjen Kemendagri Turun ke Aceh Besar

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ACEH BESAR, detak24com – Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Naisabur memberi apresiasi atas kedatangan Tim Itjen Kemendagri dalam mengawasi pengelolaan keuangan di kabupaten itu. Menurut Naisabur, kedatangan Tim Itjen Kemendagri ini menjadi penting untuk memastikan pengelolaan keuangan atau Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2025 berjalan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Mudah-mudahan dengan turun […]

  • BIKIN GERAM! Putri Candrawati Dipaksa Buat Laporan Pelecehan, karena Takut Ferdy Sambo

    BIKIN GERAM! Putri Candrawati Dipaksa Buat Laporan Pelecehan, karena Takut Ferdy Sambo

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    Jakarta, detak24.com – Putri Candrawathi mengaku dipaksa suaminya, Ferdy Sambo, untuk membuat laporan polisi terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua Hutabarat. Putri mengaku menuruti itu karena takut kepada Sambo. Hal itu terungkap saat Putri bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maruf di […]

  • Destruction in Montania

    Destruction in Montania

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Nunc consectetur ipsum nisi, ut pellentesque felis tempus vitae. Integer eget lacinia nunc. Vestibulum consectetur convallis augue id egestas. Nullam rhoncus, arcu in tincidunt ultricies, velit diam imperdiet lacus, sed faucibus mi massa vel nunc. In ac viverra augue, a luctus nisl. Donec interdum enim tempus, aliquet metus maximus, euismod quam. Sed pretium finibus rhoncus. […]

  • SADIS! Pria Paruhbaya di Purnama Dumai Bacok Ponakan, Jari Korban Nyaris Putus

    SADIS! Pria Paruhbaya di Purnama Dumai Bacok Ponakan, Jari Korban Nyaris Putus

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    DUMAI, detak24.com – Seorang paman berinisial ZK (50), warga Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat ditangkap polisi. ZK (50) ditangkap karena telah menganiaya keponakannya Kurniawan (28), menggunakan sebilah parang hingga mengakibatkan luka berat yakni jari kelingking kiri hampir putus. Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, melalui Kapolsek Dumai Barat Kompol Asep Rahmat menerangkan, tertangkapnya pelaku bermula dari […]

  • KEJURPROV Bengkalis Open Nasional 2023 Dibuka, Para Juara akan Dikirim ke Kejurnas 

    KEJURPROV Bengkalis Open Nasional 2023 Dibuka, Para Juara akan Dikirim ke Kejurnas 

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 1Komentar

    DURI, detak24.com – Pengprov PBSI Riau diwakili Staf Ahli Bidang Prestasi dan Pertandingan, Yanurisman membuka Kejurprov Bengkalis Open Nasional 2023, di MBS (Mandau Betuah Sport) Jambon, Duri, Senin (27/11/23). “Para juara Kejurprov ini, akan kita bawa ke Kejurnas PBSI di Jakarta 18 Desember 2023 nanti. Untuk itu, kita minta kepada seluruh atlet, untuk menampilkan permainan […]

expand_less