Sapi Ngorok Mewabah, 130 Ekor Ternak Mati
Tim saat mengecek peternakan sapi di Jawa
PEKANBARU, detak24.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat bahwa sampai saat ini, kasus sapi ngorok di menjangkit 130 ternak.
Kasus sapi ngorok tersebut saat ini mulai mewabah di Kabupaten Kampar. Data terakhir sudah menjangkit ternak di lima kecamatan.
“Kasus SE di Kampar ada beberapa titik. Yakni di Salo, XIII Koto Kampar, Koto Kampar Hulu, Kecamatan Tambang, Kecamatan Kampa,” kata Kabid Kesehatan Hewan, Dinas PKH Riau, dr Faralinda Sari, Jumat (30/09/22).
Fara menambahkan, bahwa tingkat kematian akibat sapi ngorok sangat tinggi, sampai 90%. Masa perjalanan penyakit sangat cepat, kurang dari 24 jam, kerbau dan sapi bisa mati. Dan masa inkubasi 2-5 hari.
Ia menjelaskan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat kematian sapi akibat sapi ngorok terjadi.
“Peternak menolak untuk kerbaunya divaksin, sistem pemeliharaan kerbau yang diliarkan di padang penggembalaan dan cenderung tidak diurus pemilik. Kemudian, maraknya jual beli ternak sakit dan faktor cuaca hujan yang sering turun menyebabkan kerbau stres, adalah faktor menyebabkan SE kembali merebak di Kampar,” pungkasnya.(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

10 thoughts on “Sapi Ngorok Mewabah, 130 Ekor Ternak Mati”