Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Polisi Ringkus 7 Warga Perambah Hutan Suaka Margasatwa di Kuansing 

Polisi Ringkus 7 Warga Perambah Hutan Suaka Margasatwa di Kuansing 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUANSING, detak24com – Polisi meringkus tujuh perambah kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Rimbang Baling, Singingi Hilir, Kuansing. Bersama pelaku disita 6 kubik kayu dan mesin potong.

Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga yang diterima pada hari Rabu, (29/01/25). Tim langsung turun ke lokasi.

“Kami bersama masyarakat melakukan patroli gabungan dengan menggunakan kendaraan roda dua, menyeberangi sungai, dan berjalan kaki selama sekitar satu jam ke dalam hutan,” ujar Alferdo, Jumat (31/1/2025).

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan tumpukan kayu olahan yang diduga hasil dari penebangan liar di kawasan hutan suaka margasatwa.

“Tujuh pelaku diamankan di lokasi,” kata Alferdo.

Tujuh orang laki-laki itu sedang bekerja menggunakan mesin chainsaw. Mereka dibawa ke Polsek Singingi Hilir untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tujuh orang itu merupakan warga Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar), bernama Asep (44), Asep Nurjaman (40), Karim (30), Paojan (55), Saepul Malik (37), Utang Rusala (41), dan Rudi Hartono (39).

Alferdo menjelaskan pada Kamis (30/1/2025), dilakukan pengembangan kasus dengan kembali menyisir Hutan Rimbang Baling untuk mencari barang bukti lain yang digunakan dalam aktivitas illegal logging. 

“Meskipun arus sungai deras kami melintas sungai itu dengan berjalan perlahan. Lalu dilanjutkan perjalanan kaki sekitar 4 kilometer, kami berhasil menemukan barang bukti tambahan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa para pelaku telah bekerja selama kurang lebih satu bulan.

Upah yang mereka terima juga bervariasi, mulai dari Rp150.000 hingga Rp750.000 per kubik kayu.

“Pelaku memiliki peran berbeda mulai dari tukang potong kayu, tukang pikul, hingga tukang sapu serbuk kayu,” jelas Alferdo.

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya adalah tiga unit mesin chainsaw merek STIHL, enam kubik kayu olahan, dua senjata tajam jenis golok atau parang, satu jerigen berisi bahan bakar minyak, dan lainnya.

Para pelaku illegal logging terancam hukuman pidana sesuai dengan Pasal 82 ayat (1) huruf b dan/atau Pasal 82 ayat (1) huruf c dan/atau Pasal 84 Ayat (1) UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Dia menegaskan komitmen dalam memberantas aktivitas illegal logging di wilayahnya. Ia juga mengapresiasi peran serta masyarakat dalam memberikan informasi yang berharga sehingga kasus ini dapat terungkap, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEPALA Satpol PP Siak Dituntut 4,5 Tahun, Pungli Rp 9 Juta

    KEPALA Satpol PP Siak Dituntut 4,5 Tahun, Pungli Rp 9 Juta

    • calendar_month Sabtu, 21 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Kepala Satpol PP Siak, Hendy Derhavin dituntut hukuman penjara selama 4,5 tahun, dalam kasus pungli terhadap pengusaha sawit sebesar Rp 9,1 juta. Dikutip, Sabtu (21/10/23), JPU menyatakan Hendry bersalah sebagaimana Pasal 12 huruf e Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Republik Indonesia Nomor […]

  • MIRIS! 6 Bulan Insentif Guru 3T Meranti Tak Dibayar, Pusat Sudah Transfer Dana

    MIRIS! 6 Bulan Insentif Guru 3T Meranti Tak Dibayar, Pusat Sudah Transfer Dana

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    MERANTI, detak24com – Disdikbud Meranti tak menyalurkan insentif guru daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) selama 6 bulan. Alasannya, anggaran pembayaran belum dimasukkan dalam APBD-P 2022. Tidak menerima insentif daerah tertinggal (IDT), dikeluhkan beberapa guru yang mengajar di daerah masuk kategori 3T di Kepulauan Meranti. Tak tanggung-tanggung, hak yang bersumber dari DAK nonfisik yang seharusnya mereka […]

  • Gubri Syamsuar melepas peserta pawai taaruf MTQ ke 40 Riau di Rohil. F. :. RIAULINK

    RAMAI Dikritik, Gubri Syamsuar dan Rombongan Batal ‘Pelesiran’ ke Jerman

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Gubri Syamsuar beserta istri dan para pejabat lingkungan Pemprov Riau dipastikan batal pelesiran ke Jerman. Hal tersebut dikarenan tak dapat izin Kemendagri. Diagendakan Gubri dan rombongan akan lawatan ke Jerman pada tanggal 20-28 Oktober 2023 dalam rangka menindaklanjuti kerjasama Pemprov Riau dengan Pemerintah Jerman dalam program Ausbildung, yang dilaksanakan oleh Global Katalyst […]

  • SELINGKUH dengan Rendy Kjaernett, Syahnaz Adik Raffi Ahmad Dua Kali Minta Maaf

    SELINGKUH dengan Rendy Kjaernett, Syahnaz Adik Raffi Ahmad Dua Kali Minta Maaf

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    ISTRI Rendy Kjaernett, Lady Nayoan membongkar perselingkuhan suaminya dengan Syahnaz Sadiqah, adik Raffi Ahmad. Lady menyebut Syahnaz sudah dua kali minta maaf usai ketahuan berselingkuh, namun perbuatan itu terus diulang. Dilansir dari detikHot, dugaan perselingkuhan adik Raffi Ahmad itu dibongkar Lady Nayoan melalui akun Instagram miliknya. Dalam unggahannya itu, chat Syahnaz yang meminta maaf kepada […]

  • Miris, Dua Desa di Talang Muandau Bengkalis Tak Tersentuh Listrik

    Miris, Dua Desa di Talang Muandau Bengkalis Tak Tersentuh Listrik

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Komitmen PLN memberi penerangan kepada masyarakat perlu dipertanyakan. Pasalnya, dua desa di Kecamatan Talang Muandau hingga kini tak tersentuh listrik  Tak dipungkiri lagi, maju dan tumbuh berkembangnya desa menuntut semua pihak untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak terkecuali jaringan listrik yang dikelola negara melalui wadah BUMN PT PLN. Penduduk yang bermukim […]

  • POLRES Dumai Bekuk Tekong TKI di Senapelan Pekanbaru, Tersangka Warga Sukamara Kalteng

    POLRES Dumai Bekuk Tekong TKI di Senapelan Pekanbaru, Tersangka Warga Sukamara Kalteng

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    DUMAI, detak24com – Polisi Dumai membekuk BW (31), warga Kabupaten Sukamara Kalteng di kawasan Senapelan Pekanbaru. Tersangka diduga terlibat sindikat TKI ilegal. Menurut Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasat Reskrim Polres Dumai Iptu Bayu Ramadhan Effendi, Senin (15/05/23), tersangka BW sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus dugaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) […]

expand_less