Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Berani Pasang Badan Lindungi Warganya, Kades di TNTN Pelalawan Diperiksa Satgas PKH

Berani Pasang Badan Lindungi Warganya, Kades di TNTN Pelalawan Diperiksa Satgas PKH

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PELALAWAN, detak24com – Satgas PKH terus bergerak menertibkan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dari kawasan pemukiman serta perkebunan di Kabupaten Pelalawan.

Sejumlah Kades di sekitar kawasan TNTN telah dipanggil dan diperiksa oleh Satgas PKH di kantor Kejari Pelalawan sejak 18 Juni 2025.

Langkah ini merupakan lanjutan dari penyitaan lebih dari 50 ribu hektare kebun sawit di areal TNTN yang dilakukan Satgas PKH pada 10 Juni lalu.

Fokus pemeriksaan Kades adalah membongkar praktik penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) di areal TNTN yang diduga menjadi modus perambahan hutan lindung.

Kades yang dipanggil meliputi Kades Lubuk Kembang Bunga, Air Hitam, Badan Limau, dan Kesuma.

“Sasarannya terkait penerbitan dokumen-dokumen di areal TNTN. Beberapa Kades dimintai keterangan oleh Satgas PKH,” tutur Kajari Pelalawan, Azrijal , Jumat (20/06/25).

SKT yang diterbitkan oleh oknum Kades di atas kawasan TNTN akan diungkap kejanggalan serta unsur tindak pidananya. Sebab dokumen tersebut menjadi legalitas bagi para perambah untuk menguasai TNTN secara ilegal.

Selain itu, Satgas PKH juga akan mendalami dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oknum aparatur desa terhadap masyarakat yang menghuni TNTN.

Tak hanya SKT dan pungli, Satgas PKH juga berupaya membongkar dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) milik warga yang diterbitkan di TNTN.

Seluruh dokumen yang menyalahi aturan ini terungkap setelah Satgas PKH melakukan pendalaman di areal TNTN beberapa waktu lalu.

“Kegiatan ini akan terus berlanjut. Mendalami keterlibatan para pihak atas terbitnya dokumen-dokumen tersebut,” tambah Kajari.

Satgas PKH menduga kuat praktik penerbitan dokumen kependudukan dan SKT ini merupakan bagian dari skema sistematis yang bertujuan menguasai lahan TNTN secara ilegal, yang berdampak pada percepatan alih fungsi kawasan hutan konservasi flora dan fauna.

Sebelumnya, ribuan warga dari enam desa di Kabupaten Pelalawan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau pada Rabu (18/6/2025), menolak rencana pengusiran dari kawasan yang diklaim sebagai TNTN.

Masyarakat menolak dianggap perambah hutan dan menuntut keadilan, menyatakan bahwa mereka telah lama tinggal di kawasan tersebut. Bahkan sebelum TNTN ditetapkan, demikian dilansir dari Tribun Pekanbaru.

Pasang Badan Lindungi Warga

Sementara, Kepala Desa Badan Limau, Syarifudin beberapa waktu lalu pernah mengatakan kepada wartawan, bahwa ia akan pasang badan jika aturan tak berpihak ke warganya.

Seperti dikutip dari riauterkini.com, Kades ini memastikan warga desanya paling sedikit membuka kebun sawit di TNTN. Tercatat ada 850 warga baik Bagan Limau maupun luar desa Bagan Limau dengan luas kebun sekitar 1739 hektar yang teridentifikasi. Kebun yang dibuka warga tersebut juga bukan sebagai perambah, karena awalnya lahan tersebut dibuka oleh PT Indopramesti yang mengambil kayu alam dan di tahun 2002, kemudian digarap masyarakat dan garapan tersebut sudah didata sesuai Undang undang Cipta Kerja (UUCK).

“Serta sudah dilaporkan ke Balai TNTN sesuai ketentuan Undang-undang Cipta Kerja. Namun hanya sekitar 200 hektar yang sudah diverifikasi dan hasilnya sampai saat ini belum jelas,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai informasi adanya Surat Keterangan Tanah atau SKT yang dikeluarkan desa, Syarifudin memastikan tidak ada SKT dalam kawasan konservasi. Yang dikeluarkan desa hanya Surat Keterangan Desa (SKD)

“SKD gunanya untuk mengidentifikasi kebun masyarakat agar tidak terjadi persengketaan. Dengan adanya SKD tersebut maka kami dari pihak pemerintah desa dapat mengidentifikasi siapa yang harus bertanggung jawab. SKD juga hanya diterbitkan untuk garapan yang sudah memiliki hasil produksi atau sudah ada tanamannya minimal 5 tahun berturut-turut dikuasai. Fungsinya lebih pas pendataan,” urainya.

Karena itu, Syarifudin sangat mengharapkan keadilan dan kebijaksanaan pemerintah dalam mengupayakan pemulihan kawasan hutan di TNTN. Solusi terbaiknya, menurutnya adalah masyarakat diberi kesempatan mengelola kebun untuk satu kali masa daur. Waktunya bisa 15 tahun atau masyarakat ataupun warga diberi kesempatan di sela-selanya untuk melakukan kegiatan penanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi agar tanaman sawitnya dapat dimusnahkan ke depannya, Selama masa daur, sambil mengelola kebun sawit, warga mulai menanam bibit tanaman kehidupan agar mata pencarian masyarakat kami tidak terputus seketika.

“Dengan demikian masyarakat punya waktu menyiapkan usaha pengganti. Sumber ekonomi tak langsung ditutup, ” tegasnya.

Sebagai wujud perlindungan pada masyarakat yang memiliki kebun di bawah 5 hektar. “Apabila tidak ada perlakuan khusus dengan memberi kesempatan mereka untuk berbenah, saya siap pasang badan,” tekannya. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wako Dumai Buka Amazing Kidz Award ke-3 di Hotel The Zuri

    Wako Dumai Buka Amazing Kidz Award ke-3 di Hotel The Zuri

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    DUMAI, detak24.com – Wali Kota Dumai H Paisal SKM MARS membuka langsung secara resmi Amazing Kidz Awards Ke-3 yang bertempat di Ballroom Hotel The Zuri Dumai, Sabtu (5/2/22). Amazing Kids Award Ke-3 kali ini bertemakan ‘Semangat Satu Asa, Mengembangkan Cita dan Cinta Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Usia Dini’. Acara ini digelar oleh Rumah Terapi […]

  • Wah! Ada Bunker 900 Miliar Milik Ferdy Sambo, Simak Penjelasan Pengacara Brigadir J

    Wah! Ada Bunker 900 Miliar Milik Ferdy Sambo, Simak Penjelasan Pengacara Brigadir J

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Jakarta, detak24.com – Kuasa hukum pihak Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan soal dugaan adanya bunker uang ratusan miliar milik Eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Diberitakan sebelumnya berhembus kabar ditemukan bunker di rumah Ferdy Sambo. Namun hal tersebut telah dibantah Polri, dan tidak membenarkan adanya bunker berisikan uang Rp 900 miliar […]

  • EMOSI DIEJEK PEMABUK, Tukang Parkir di Pekanbaru Pelasah Warga

    EMOSI DIEJEK PEMABUK, Tukang Parkir di Pekanbaru Pelasah Warga

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Seorang tukang parkir di Pekanbaru, Dedek Ramadhan akhirnya mendekam di penjara gegara menganiaya Robert Silaban.  Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengungkapkan, kejadian diketahui saat korban bernama Robert Silaban menceritakan kepada keluarganya bahwa dirinya telah dianiaya oleh pelaku. “Pelaku yang telah melakukan penganiayaan diketahui bernama Dedek bekerja sebagai petugas parkir di […]

  • Basarnas Sisir Lokasi Remaja Tenggelam Hilang di Sungai Kuantan Kuansing, Begini Hasilnya 

    Basarnas Sisir Lokasi Remaja Tenggelam Hilang di Sungai Kuantan Kuansing, Begini Hasilnya 

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING , detak24com – Tim Basarnas melakukan pencarian intensif terhadap Baim Rizki Pratama (14), yang tenggelam hilang di Sungai Kuantan, Desa Suka Maju, Kuansing. Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi menjelaskan bahwa laporan mengenai insiden tersebut diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing pada Kamis (28/11/24). Berdasarkan laporan itu, lokasi kejadian berada pada koordinat 0°05’30″S […]

  • Nelayan Bengkalis Jemput 1,1 Kg Sabu ke Perbatasan Malaysia 

    Nelayan Bengkalis Jemput 1,1 Kg Sabu ke Perbatasan Malaysia 

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Aparat gagalkan peredaran narkoba asal Malaysia di Pambang Pesisir, Bengkalis. Pengedar seorang nelayan berinisial MT terciduk dengan barbuk sabu, ekstasi dan ganja. Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti mengatakan, pengungkapan bekerja sama dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis dan Bea Cukai, Sabtu (31/09/24). “Barang bukti diamankan berupa 1.163,96 gram […]

  • Khidmat Penerangan, Aih! Lampu Jalan Banyak Mati di Dumai

    Khidmat Penerangan, Aih! Lampu Jalan Banyak Mati di Dumai

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    DUMAI, detak24.com – Sudah tak heran, fenomena lampu penerang jalan di Kota Dumai banyak mati. Kondisi ini jelas sangat bertolak belakang dengan program pemerintah setempat, yakni Khidmat Penerangan Hal itu diakui oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai, Said Effendi. Katanya, hingga saat ini masih banyak ditemukan sejumlah kawasan yang masih belum […]

expand_less