Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Babel » Polemik Normalisasi Muara Jelitik Memanas, Dua Kelompok Nelayan Berseberangan

Polemik Normalisasi Muara Jelitik Memanas, Dua Kelompok Nelayan Berseberangan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGKA, detak24com – Polemik rencana normalisasi atau pengerukan alur Muara Air Kantung (Muara Jelitik), Sungailiat, Kabupaten Bangka, terus menjadi perhatian publik.

Persoalan yang awalnya berkaitan dengan pendangkalan alur pelayaran nelayan kini berkembang menjadi perdebatan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kelompok nelayan, organisasi profesi nelayan hingga kalangan legislatif.

Muara Air Kantung selama ini menjadi akses utama keluar masuk kapal nelayan di wilayah Sungailiat. Kondisi alur yang mengalami pendangkalan disebut-sebut menghambat aktivitas pelayaran dan berpotensi membahayakan keselamatan nelayan saat melaut.

Di tengah desakan agar pengerukan segera dilakukan, muncul perbedaan pandangan di kalangan masyarakat nelayan. Sebagian nelayan meminta normalisasi segera direalisasikan demi memperlancar aktivitas pelayaran dan mendukung perekonomian masyarakat pesisir.

Namun di sisi lain, terdapat kelompok nelayan yang meminta seluruh proses pengerukan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka menilai aspek perizinan, dampak lingkungan, serta transparansi pelaksanaan kegiatan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan dilakukan.

Menyikapi berkembangnya polemik tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka pada 9 Juni 2026 melayangkan surat klarifikasi kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) guna memperoleh penjelasan dan memastikan informasi yang berkembang di masyarakat dapat disajikan secara berimbang.

Ketua DPD HNSI Kepulauan Bangka Belitung Ridwan SPKP, menegaskan bahwa kebutuhan normalisasi alur muara memang penting bagi aktivitas nelayan. Namun demikian, pelaksanaannya harus tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pelaksanaan normalisasi harus dilakukan dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, memperhatikan aspek lingkungan hidup, serta melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya nelayan yang terdampak secara langsung,” ujar Ridwan dalam pernyataan resminya, Kamis (11/06/26).

Ridwan juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam setiap tahapan perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Himma Olvia atau yang akrab disapa Ahim, menilai persoalan yang terjadi di Muara Jelitik tidak sesederhana persoalan pendangkalan alur pelayaran.

Menurut Ahim, terdapat potensi sumber daya bernilai ekonomi di kawasan tersebut yang diduga menjadi salah satu faktor munculnya perbedaan kepentingan di lapangan. Meski demikian, ia tidak merinci secara spesifik komoditas yang dimaksud.

Ahim mengaku selama ini telah berupaya mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui berbagai forum. Namun hingga kini belum tercapai kesepakatan yang dapat diterima seluruh pihak.

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Ketua HNSI Kabupaten Bangka Lukman, belum menghasilkan penjelasan yang lebih rinci terkait polemik yang berkembang.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Lukman hanya memberikan jawaban singkat tanpa menjelaskan substansi persoalan yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

Perbedaan pandangan yang terjadi di tengah masyarakat nelayan tersebut menunjukkan pentingnya ruang dialog yang terbuka antara seluruh pemangku kepentingan.

Selain menyangkut keselamatan pelayaran dan keberlangsungan ekonomi nelayan, persoalan ini juga berkaitan dengan aspek hukum, lingkungan, serta tata kelola sumber daya di kawasan pesisir.

SMSI Bangka berharap seluruh pihak dapat membuka ruang komunikasi dan audiensi secara terbuka guna memperoleh solusi yang mengedepankan kepentingan nelayan serta menjaga kondusivitas masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait normalisasi Muara Air Kantung atau Muara Jelitik masih terus berkembang dan menjadi perhatian berbagai kalangan di Kabupaten Bangka. (*)

Reporter : Tama

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PROPAM Polres Siak Periksa Kapolsek Bunga Raya, Ini Kasusnya! 

    PROPAM Polres Siak Periksa Kapolsek Bunga Raya, Ini Kasusnya! 

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    SIAK, detak24com – Propam Polres Siak memeriksa Kapolsek Bunga Raya, AKP Selamet. Pemeriksaan dilakukan karena membawa tersangka kasus korupsi, Suparmin ke luar dari sel. Suparmin merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan pupuk subsidi keluar dari dalam sel. Video Kapolsek Bunga Raya AKP Selamet membawa Suparmin ke luar sel viral di media sosial. Dari rekaman video […]

  • KONYOL! Maling Kambing di Pekanbaru Ditangkap Usai Mengaku ke Korban

    KONYOL! Maling Kambing di Pekanbaru Ditangkap Usai Mengaku ke Korban

    • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tiga pria berinisial Y (21), BC (22) dan S (42) diringkus Tim Opsnal Polsek Tenayan Raya lantaran maling kambing di Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya Iptu Dodi Vivino, Sabtu (16/12/23) mengatakan, pencurian tersebut terjadi pada Rabu (13/12/23) sekitar pukul 03.55 WIB dinihari. “Para pelaku mencuri […]

  • LANJUTAN Sidang Muhammad Adil, Terdakwa Paksa Staf Setor Uang 10 Persen

    LANJUTAN Sidang Muhammad Adil, Terdakwa Paksa Staf Setor Uang 10 Persen

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dalam lanjutan sidang Muhammad Adil terungkap terdakwa paksa stafnya setor pemotongan 10 persen uang persediaan (UP) dan ganti uang (GU). Hal itu terungkap dari kesaksian Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kepulauan Meranti, Afrinal Yusran pada lanjutan sidang Muhammad Adil di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (25/10/23). Saksi diminta menyetorkan untuk Bupati Muhammad Adil. […]

  • Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Bank Riau-Kepri Rp35,2 M Ditangkap

    Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Bank Riau-Kepri Rp35,2 M Ditangkap

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Akhirnya tertangkap juga terpidana korupsi kredit fiktif Bank Riau Kepri Rp 35,2 miliar, Arya Wijaya. Direktur Utama PT Saras Perkasa itu ditangkap di Banten setelah jadi buron sejak 2016 lalu. Dilansir dari detiksumut, Sabtu (23/04/22), Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Akmal Abbas mengatakan, Arya ditangkap di rumah pribadinya di Jalan Palem Puri, […]

  • CALEG DPR-RI PKS Dapil Riau 1, Elidanetti SH MH: ‘Dukungan Terus Mengalir’ 

    CALEG DPR-RI PKS Dapil Riau 1, Elidanetti SH MH: ‘Dukungan Terus Mengalir’ 

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 14Komentar

    DURI, detak24.com – Dengan dibukanya masa kampanye Pemilu 2024, pada 28 November 2023 lalu, seluruh caleg (calon anggota legislatif) mulai bergerak mencari dukungan untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya dari para pemilih.  Tidak terkecuali Elidanetti SH MH, caleg DPR-RI dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dapil Riau 1, nomor urut 7. Pengacara Nasional asal Duri, Riau ini dari […]

  • Partai Ummat Riau Siap Menangkan Anies Baswedan

    Partai Ummat Riau Siap Menangkan Anies Baswedan

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Partai Nasdem resmi deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon Presiden (Capres) 2024, Senin (03/10/22) di Jakarta. Di Riau, Partai Ummat juga siap berjuang menjadikan Anies Capres 2024. Ketua DPW Partai Ummat Riau Fauzi Kadir mengatakan tidak ada bakal calon lain selain Anies Baswedan di Partai Ummat. Menurut dia, Anies merupakan […]

expand_less