Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nusantara » Ratusan Massa Geruduk Polda Sultra, Tuntut Penyidik Brigadir SH Dicopot 

Ratusan Massa Geruduk Polda Sultra, Tuntut Penyidik Brigadir SH Dicopot 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENDARI, detak24com – Ratusan massa geruduk Mapolda Sulawesi Tenggara. Mereka menuntut copot penyidik Brigadir SH diduga tak propesional menangani kasus, Kamis (02/10/25).

Menyikapi adanya temuan dugaan pelanggaran etik dan ketakprofesionalan, seorang oknum penyidik di Polda Sulawesi Tenggara, ratusan massa dari elemen pemuda mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (AP2H Sultra) melakukan aksi demonstrasi.

Massa menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan sebagai bentuk keprihatinan atas dugaan pelanggaran etik dan profesionalisme dalam penanganan sejumlah laporan, yang melibatkan oknum penyidik inisial Brigadir SH pada Subdit IV Unit III Ditreskrimum Polda Sultra.

Oknum penyidik inisial Brigadir SH adalah salah satu penyidik menangani beberapa kasus dari pelapor yang sama atau berkaitan secara berulang.

Beberapa kasus dari pelapor yang sama ditangani oleh penyidik inisial Brigadir SH sebagai berikut:

– Pada tahun 2016 Laporan inisial H.AI dkk terhadap inisial “M” terkait dugaan Tindak Pidana Penyerobotan, sehingga ditetapkan Tersangka dan di Tahan. Kasusnya ditangani oleh penyidik Inisial Brigadir SH.

– Pada tahun 2023, Laporan inisial H.AI di Polda Sultra terhadap inisial Saf, dkk terkait dugaan Tindak Pidana Penipuan atau Penggelapan hak atas barang tidak bergerak, sehingga ditetapkan Tersangka, di Tahan, dan divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Pasarwajo. Kasusnya ditangani oleh Penyidik yang sama, yakni oknum Penyidik inisial Brigadir SH.

– Pada tahun 2025 Laporan inisial “Ir” terhadap inisial “Ar” terkait dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat, sehingga ditetapkan Tersangka dan diketahui saudara Irsan adalah anak buah dari inisial H.AI, kasusnya ditangani oleh Penyidik yang sama yakni oknum Penyidik inisial Brigadir SH.

Adanya pola penanganan kasus yang secara berulang, pelapor yang sama atau memiliki keterkaitan, bahwa setiap laporan yang melibatkan inisial H. AI atau orang-orang di lingkarannya selalu ditangani oleh penyidik yang sama, yaitu oknum penyidik inisial Brigadir SH pada Subdit IV Unit III Ditreskrim Polda Sulawesi Tenggara.

Seharusnya ada rotasi penyidik atau penunjukan penyidik lain yang independen, dalam laporan yang pelapornya sama atau secara berulang, sehingga muncul dugaan oknum penyidik inisial Brigadir SH diduga “penyidik pesanan” yang hanya menangani kasus-kasus tertentu demi kepentingan pihak pelapor.

Dugaan pelanggaran asas imparsialitas yakni penanganan kasus berulang oleh penyidik yang sama menimbulkan potensi konflik kepentingan.

Pelanggaran SOP Penyidikan, yakni tidak dilakukan pemeriksaan saksi secara menyeluruh, bukti yang tidak akurat, serta minimnya transparansi dalam proses penyelidikan. Potensi intervensi eksternal yakni adanya dugaan tekanan atau pesanan dari pihak tertentu terhadap oknum penyidik inisial Brigadir SH.

Massa aksi demonstrasi menyampaikan beberapa tuntutannya yakni sebagai berikut:

1. Meminta kepada Kapolda Sulawesi Tenggara untuk menindak tegas oknum Penyidik inisial Brigadir SH, yang diduga telah mencoreng nama baik institusi Polda Sultra dan mencederai kepercayaan publik.

2. Meminta kepada Kapolda Sulawesi Tenggara untuk pencopotan oknum Penyidik inisial Brigadir SH dari tugas penyidik atas dugaan ketidakprofesionalan, ketidakobjektifan, dan minimnya transparansi dalam penanganan beberapa kasus.

3. Meminta kepada Kapolda Sulawesi Tenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan penyegaran personel penyidik di Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara guna menjamin integritas, objektivitas, dan keadilan dalam penanganan perkara.

Jusmanto SP, Koordinator AP2H Sultra mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses penegakan hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada kebenaran.

“Kami percaya bahwa hukum adalah pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap negara. Ketika hukum dipermainkan, maka demokrasi dan hak asasi manusia ikut terancam”.

“Kami menuntut agar institusi kepolisian tidak menjadi alat kepentingan segelintir pihak, dan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, serta profesionalisme dalam setiap proses hukum,” tegasnya. (Red)

Kontributor : Charles

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koruptor RSUD Kampar Rp8 M Serahkan Diri ke Jaksa

    Koruptor RSUD Kampar Rp8 M Serahkan Diri ke Jaksa

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    KAMPAR, detak24.com – Mantan Ketua KONI Kampar, Surya Darmawan menyerahkan diri ke jaksa. Ia terlibat dugaan korupsi proyek pembangunan gedung rawat inap tahap III RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar sebesar Rp8 miliar lebih. Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejati Riau sejak Selasa, 8 Februari 2022, […]

  • NAHAS! Tukang Becak Tewas Dilindas Truk Mercedes di Jalan Pasir Putih Kampar, Ini Kronologinya

    NAHAS! Tukang Becak Tewas Dilindas Truk Mercedes di Jalan Pasir Putih Kampar, Ini Kronologinya

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    KAMPAR, detak24com – Seorang tukang becak bernama Firmansyah Putra (23) tewas mengenaskan usai dilindas truk Mercedes di Jalan Jalan Pasir Putih, Desa Baru, Kabupaten Kampar, Selasa (16/05/23). Kapolres Kampar, AKBP Didik Priyo Sambodo menceritakan, saat itu sepeda motor becak Honda Supra BM 2124 RI dikendarai korban bergerak dari simpang Marpoyan ke arah simpang Desa Baru. […]

  • Ditabrak Bus Pelangi, Driver Maxim Tewas di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru 

    Ditabrak Bus Pelangi, Driver Maxim Tewas di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru 

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pengendara Maxim bernama Candra Cindunata (38) meregang nyawa usai ditabrak Bus Pelangi di Jalan Yos Sudarso, Pekanbaru. Informasi dirangkum Senin (06/04/26(, kecelakaan maut terjadi di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Ahad (05/04/26) malam sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden itu mengakibatkan satu orang tewas, dan satu lainnya luka. Kecelakaan melibatkan dua […]

  • Terlibat Narkoba, Oknum Polisi Rohul Resmi Dipecat 

    Terlibat Narkoba, Oknum Polisi Rohul Resmi Dipecat 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Yogi Saputra, personel Polres Rohul yang terjerat kasus narkoba, resmi dipecat, Rabu (26/03/25). Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian. Hal ini dibuktikan dengan pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Yogi Saputra, personel Polres Rokan Hulu (Rohul) […]

  • PDC Gelar Workshop ESG Integration in Construction, Langkah Awal Konstruksi Berkelanjutan Pertamina Grup

    PDC Gelar Workshop ESG Integration in Construction, Langkah Awal Konstruksi Berkelanjutan Pertamina Grup

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com — PT Patra Drilling Contractor (PDC), berkolaborasi dengan induk usahanya PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dan holding PT Pertamina (Persero), menggelar workshop ESG Integration in Construction: Buiding Sustainable Infrastructure for Net Zero Future di Townhall, Ground Floor, PDC Tower, Jakarta pada Kamis, 31 Juli 2025. Workshop terkait praktik Environmental, Social, and […]

  • Heboh Temuan Bayi dalam Kardus di Teras Rumah Warga Jalan Rajawali Pekanbaru, Diduga Sengaja Dibuang

    Heboh Temuan Bayi dalam Kardus di Teras Rumah Warga Jalan Rajawali Pekanbaru, Diduga Sengaja Dibuang

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Warga Jalan Rajawali, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru heboh atas penemuan bayi dalam kardus di teras rumah warga, Sabtu (17/01/26) pagi. Aparat kepolisian langsung bergerak mengusut kasus diduga pembuangan bayi laki-laki tersebut. Guna mengungkap pelaku, aparat kini menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada sekitar lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo […]

expand_less