Ketua PSMTI Mandau Apresiasi Munas VIII: Momentum Satukan Suara dan Perkuat Kontribusi untuk Indonesia
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DURI, detak24.com — Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Gunawan, SH, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PSMTI ke-VIII yang akan digelar pada 4–6 September 2026.
Menurut Gunawan, Munas PSMTI bukan sekadar pertemuan besar atau seremoni organisasi, melainkan menjadi puncak permusyawaratan tertinggi untuk menyatukan suara, menyamakan pandangan serta menetapkan arah perjalanan organisasi untuk periode mendatang.
“Munas bukan sekadar pertemuan besar atau seremoni belaka, tetapi puncak permusyawaratan tertinggi untuk menyatukan suara, menyamakan pandangan dan menetapkan arah perjalanan organisasi untuk periode mendatang. Ini merupakan cerminan jiwa organisasi dan persatuan yang hidup di dalam tubuh organisasi tersebut,” kata Gunawan kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Ia menilai Munas PSMTI ke-VIII menjadi momentum penting untuk melahirkan berbagai pemikiran dan gagasan baru yang diharapkan mampu menciptakan keadaan yang lebih baik bagi perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh.
“PSMTI merupakan organisasi yang turut serta dalam pembangunan Indonesia secara menyeluruh dan memiliki tanggung jawab moral kepada bangsa yang besar ini,” tegasnya.
Gunawan menjelaskan, dalam pelaksanaan Munas PSMTI terdapat dua klasifikasi penting, yakni aspek internal dan eksternal.
Dari sisi internal, pertama, Munas merupakan wadah kedaulatan anggota. Artinya, proses pemilihan dan pengambilan keputusan tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan melalui suara terbanyak. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi merupakan milik seluruh anggota, bukan milik kelompok atau perorangan.
Kedua, Munas menjadi sarana penyatuan pandangan. Setiap keputusan yang diambil diharapkan merupakan hasil musyawarah yang dapat diterima semua pihak, bukan berdasarkan siapa yang paling kuat.
Ketiga, Munas menjadi bahan evaluasi sekaligus sarana menetapkan arah organisasi ke depan. Keempat, Munas menjadi momentum untuk mengukuhkan amanah dan melakukan regenerasi kepemimpinan.
“Sementara dari sisi eksternal, Munas menunjukkan keterbukaan dan kredibilitas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gunawan menegaskan bahwa PSMTI memiliki visi dan misi yang sejalan dengan semangat kebangsaan serta pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Visi PSMTI adalah menempatkan suku Tionghoa sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun NKRI menuju masyarakat yang adil dan makmur.
Adapun misi PSMTI, yakni meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, turut serta secara aktif dalam pembangunan NKRI, memantapkan jati diri sebagai salah satu suku dalam keluarga besar bangsa Indonesia, serta memberikan sumbangsih dan pengorbanan bagi bangsa Indonesia.
“PSMTI memiliki semangat ‘Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa’. Berbeda asal, tetap satu hati, membangun Indonesia yang adil, makmur dan bersatu,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Gunawan menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Munas PSMTI ke-VIII. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi dan bangsa Indonesia.
“Selamat Munas PSMTI ke-VIII. Semoga sukses dan lancar,” tutup Gunawan, SH.
- Penulis: Yusrizal Sikumbang













