Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Rohil » Warga Rantau Kopar Kritis Dililit Ular Piton Sepanjang Empat Meter 

Warga Rantau Kopar Kritis Dililit Ular Piton Sepanjang Empat Meter 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROHIL, detak24com — Seorang warga Kelurahan Sungai Rangau, Kecamatan Rantau Kopar kritis usai dililit ular piton sepanjang empat meter. Korban sempat koma langsung dilarikan ke rumah sakit.

Informasi dirangkum Ahad (21/06/26), korban bernama Alsuhaimi dililit ular di Jalan Asoka, kawasan jalur pipa air bersih, Kelurahan Sungai Rangau, Kecamatan Rantau Kopar, pada Kamis (18/06/26) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat kejadian, Alsuhaimi bersama anaknya baru pulang dari wilayah Simpang Petisah, Kabupaten Bengkalis. Keduanya menumpang kendaraan bersama seorang saksi bernama Mardi menuju Rantau Kopar.

Kasi Humas Polres Rohil Ipda Sofyan, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Ahad (21/06/26).

Berdasarkan keterangan saksi, dalam perjalanan korban melihat seekor ular sawah berukuran besar melintas di jalan. Meski sudah dilarang oleh anaknya dan saksi Mardi, korban tetap ingin menangkap hewan melata itu.

Korban kemudian turun dari kendaraan dan mendekati ular tersebut. Saat berhasil memegang bagian kepalanya, bagian ekor justru melilit tubuh hingga leher korban.

“Korban berhasil memegang bagian kepala ular, namun bagian ekor ular langsung melilit tubuh hingga leher korban,” ungkapnya.

Melihat kejadian tersebut, anak korban berusaha memberikan pertolongan dengan memukul ular menggunakan kayu. Sementara, saksi Mardi meminta bantuan warga sekitar.

Setelah sejumlah warga datang membantu, korban akhirnya berhasil dilepaskan dari lilitan ular. Namun kondisi korban sudah melemah dengan wajah membiru dan mengalami gangguan pernapasan.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Rantau Kopar untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena kondisi terus memburuk, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Mandau untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara, Kapolsek Rantau Kopar Iptu Nanang Parindu, mengatakan hingga saat ini korban masih menjalani perawatan intensif dan berada dalam kondisi koma.

“Masyarakat agar tidak melakukan tindakan berbahaya seperti menangkap ular yang berukuran besar. Jika menemukan hewan liar, sebaiknya meminta bantuan pihak terkait untuk penanganannya,” ingat Kapolsek, seperti diwartakan Riauaktual. (*)

Editor: kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • NAAS! Bayi Dua Bulan Meninggal Tertindih Ibunya Saat Menyusui

    NAAS! Bayi Dua Bulan Meninggal Tertindih Ibunya Saat Menyusui

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    DETAK24.COM – Seorang ibu di Makassar, Sulawesi Selatan harus merelakan bayi untuk selamanya. Orok baru berusia 2 bulan meninggal dunia tidak sengaja tertindih. Diduga bayinya tertindih, saat sedang menyusui. Ibu tersebut menyusui di mobil karena sedang mengungsi akibat banjir Makassar. “Iya (diduga tidak sengaja tertindih). Istrinya tidur, menurut dia dalam posisi menyusui (hingga tidak sengaja […]

  • Jadi Tujuh Paslon, Ferdiansyah dan Muflihun Resmi Gugat KPU

    Jadi Tujuh Paslon, Ferdiansyah dan Muflihun Resmi Gugat KPU

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – MK menerima tujuh gugatan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Serentak 2024 dari Riau. Tujuh daerah tersebut adalah Siak, Rokan Hilir (Rohil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hulu (Rohul), dan Kampar. Kemudian Kota Pekanbaru dan Dumai. Para pasangan calon (Paslon) yang mengajukan gugatan memiliki beragam alasan. Proses selanjutnya di MK akan meliputi verifikasi […]

  • Lelaki Paruhbaya Dibunuh OTK di Pangeran Hidayat Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku 

    Lelaki Paruhbaya Dibunuh OTK di Pangeran Hidayat Pekanbaru, Polisi Buru Pelaku 

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang  lelaki oaruhbaya bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia di Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abadi, RW 05, Kelurahan Tanah Datar, Pekanbaru Kota, Rabu (18/03/26). Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB pagi. “Terjadi tindak pidana pembunuhan. Korban diduga dianiaya hingga mengakibatkan kematian,” […]

  • PENLOK Tol Pekanbaru-Rengat Tuntas, Cek Kawasan yang Dilewatinya!

    PENLOK Tol Pekanbaru-Rengat Tuntas, Cek Kawasan yang Dilewatinya!

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemprov Riau terus menggesa persiapan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru-Rengat sepanjang 175 kilometer (km). Jalan tol tersebut saat ini sudah selesai tahapan penetapan lokasi (Penlok). Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau M Job Kurniawan mengatakan, dalam perencanaan penlok ruas Jalan Tol Pekanbaru-Rengat sempat mengalami kendala karena ruas jalan yang […]

  • Kepala BIN Soal IKN, Indonesia Bukan hanya Pulau Jawa

    Kepala BIN Soal IKN, Indonesia Bukan hanya Pulau Jawa

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    JAKARTA, detak24.com — Rencana pemerintah memindahkan ibukota negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur merupakan upaya untuk menunjukkan Indonesia bukan hanya Pulau Jawa. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengatakan bahwa dengan keputusan pemindahan ibukota ini, Presiden Joko Widodo ingin mengurangi kesenjangan antara Pulau Jawa dan pulau lain. “Pemerintah ingin mengubah stigma […]

  • Tujuh Pejabat ‘Penghianat Demokrasi’, Luhut Nomor Satu

    Tujuh Pejabat ‘Penghianat Demokrasi’, Luhut Nomor Satu

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Wacana penundaan pemilu dan penambahan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga periode terus heboh di ruang publik. Berbagai tagar dan hastag pun sempat jadi trending di medsos. Bagi yang pro menyatakan penundaan Pemilu dibutuhkan karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini belum selesai. Atas alasan itu, pemerintah membutuhkan waktu […]

expand_less