Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » KORUPTOR Bibit Kedelai Rp 1.3 Miliar di Batang Gansal Dituntut 6,5 Tahun Penjara

KORUPTOR Bibit Kedelai Rp 1.3 Miliar di Batang Gansal Dituntut 6,5 Tahun Penjara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INHU, detak24com – Koordinator Teknis Kecamatan Batang Gansal Inhu, Alfendrianto dituntut pidana 6 tahun 6 bulan penjara. Ia dinilai terbukti korupsi dana peningkatan produksi kedelai senilai Rp1,3 miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hafiz Aulia menjerat terdakwa dengan Pasal2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

JPU dalam amar tuntutannya yang dibacakan pada Kamis (07/09/23), menyebut perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah memberantas tindak pidana korupsi, dan merugikan orang lain.

“Menuntut terdakwa Alfendrianto alias Alfen dengan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan,” ujar JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Salomo Ginting, didampingi hakim anggota Yuli Artha Pujoyotama dan Yelmi.

JPU menuntut agar terdakwa dihukum membayar denda sebesar Rp 250 juta atau subsider 4 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 60 juta atau subsider 3 tahun dan 3 bulan penjara.

Dugaan korupsi dilakukan terdakwa bersama-sama dengan Yasma Indra (tuntutan terpisah-red) selaku Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu, pada tahun 2018 lalu.

Berawal ketika itu, Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu mendapatkan bantuan Kegiatan Peningkatan Produksi Kedelai yang bersumber dari Dana APBN tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1.719.312.000.

Alokasi dana itu diberikan kepada 22 kelompok tani (Poktan). Dana itu ditransfer ke masing-masing ke rekening seluruh ketua Poktan.

Kemudian pada saat dilakukan pencairan oleh seluruh Ketua Kelompok Tani, terdakwa melakukan pemotongan dana tersebut. Terdakwa mengambil dana tersebut seluruhnya ataupun sebagian.

Berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau, ditemukan sebesar Rp 1.311.605.000. (CAKAPLAH)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT KPK di Riau, Gubri Wahid Cs Dibawa ke Jakarta Besok!

    OTT KPK di Riau, Gubri Wahid Cs Dibawa ke Jakarta Besok!

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    JAKARTA, detak24com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap Gubernur Abdul Wahid dan sembilan orang lainnya. Mereka akan diboyong KPK ke Jakarta, Selasa  (04/11/25) besok. “Belum, saat ini masih di lokasi, jadi rencana tim akan membawa ke gedung KPK Merah Putih, kemungkinan dijadwalkan besok,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di gedung […]

  • BPDPKS dan BPS Jalin Kerjasama Integrasi Penyediaan Data Sawit

    BPDPKS dan BPS Jalin Kerjasama Integrasi Penyediaan Data Sawit

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta (detak24.com)  — Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Badan Pusat Statistik (BPS) menjalin perjanjian kerja sama untuk mengintegrasikan penyediaan data terkait industri kelapa sawit nasional. Kerja sama ini dilakukan karena kelapa sawit menjadi salah satu major project dalam akselerasi energi terbarukan dari bahan bakar nabati berbasis komunitas sebagai Prioritas Nasional yang memperkuat pertahanan […]

  • NAHAS! Bocah 7 Tahun Diperkosa di Sungai Apit, Korban Histeris Dengar Nama Pelaku

    NAHAS! Bocah 7 Tahun Diperkosa di Sungai Apit, Korban Histeris Dengar Nama Pelaku

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    SIAK, detak24com – Polisi membekuk pelaku pencabulan bocah 7 tahun di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Menurut Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolsek Sungai Apit AKP J.A Purba, Rabu (12/07/23), pelaku inisial RS diamankan, Rabu (5/7/23) lalu. Tersangka ditangkap setelah polisi mendapat laporan terkait tindakan pencabulan anak di bawah umur. “Ibu korban yang […]

  • PENTING Bagi Pemudik, Agar Tak Macet Hindari Puncak Arus Balik 2023

    PENTING Bagi Pemudik, Agar Tak Macet Hindari Puncak Arus Balik 2023

    • calendar_month Minggu, 23 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Jakarta, detak24com – Pemudik yang hendak kembali dari kampung halamannya, disarankan untuk menghindari puncak arus balik 2023. Menurut PT Jasa Marga (Persero), puncak arus balik 2023 akan terjadi pada 24 – 25 April 2023. Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan yang akan kembali ke Jabotabek pada H+1 sampai dengan H+7 di empat gerbang tol (GT) Barrier/Utama, […]

  • Cabuli Bocah Anak Tetangga, Kakek Renta di Bengkalis Dibekuk Polisi 

    Cabuli Bocah Anak Tetangga, Kakek Renta di Bengkalis Dibekuk Polisi 

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Seorang bocah balita, sebut saja namanya Mawar berusia 4,5 tahun dicabuli seorang kakek renta berinisial Sam 70 tahun, tetangganya sendiri warga Jalan Deluk, Gang Medang Rt.001 Rw.002, Desa Deluk Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Rabu (14/01/26). Atas perbuatan asusila itu, pelaku diamankan Sat Reskrim Polres Bengkalis, Senin (19/01/26) sekira pukul 23.45 Wib. Terhadap […]

  • Dosen Pencabul Mahasiswi Divonis Bebas, Mahasiswa Padati PN Pekanbaru

    Dosen Pencabul Mahasiswi Divonis Bebas, Mahasiswa Padati PN Pekanbaru

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri nonaktif, Syafri Harto, akhirnya divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (30/3/2022). Hakim memutuskan bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap korban L (21), mahasiswi di kampus tersebut.   Vonis dibacakan majelis hakim yang diketuai Estiono. Sidang digelar secara […]

expand_less