DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Bikin Merinding! Harimau Sumatera Keliaran di Kantor BRIN Agam, BKSDA Siaga Satu

Harimau sumatera keliaran di kantor BRIN Pemkab Agam. f : ist

AGAM, detak24com – Video viral penampakan harimau sumatera keliaran di kantor BRIN Pemkab Agam, bikin merinding. Satwa liar itu berusaha masuk ruangan perkantoran.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menetapkan Siaga Satu usai harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terlihat berkeliaran serta berusaha masuk kantor Balai Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kabupaten Agam, Rabu (15/10/25).

“Kita menetapkan Siaga Satu setelah harimau sumatera masuk ke kawasan perkantoran BRIN Agam tepatnya di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra di Lubuk Basung dikutip, Jumat (17/10/25).

Ia mengatakan satwa dilindungi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya sempat terekam kamera Closed-Circuit Television (CCTV) milik BRIN pada Rabu (15/10/25) dini hari.

Harimau tersebut terlihat mengelilingi gedung perkantoran tersebut sampai menuju lokasi belakang kantor itu. “Harimau terekam di sejumlah titik CCTV milik kantor BRIN Agam,” katanya.

Ia mengakui BKSDA Sumbar telah menurunkan petugas beserta Centre for Orangutan Protection (COP), Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Pagari Baring, Pagari Salareh Aia dan mahasiswa kehutanan Universitas Riau (Unri) untuk melakukan penanganan di lokasi itu.

Petugas telah meminta masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar lokasi kawasan BRIN Agam untuk menghentikan aktivitas. Petugas juga mengevakuasi satu keluarga dari lokasi dimaksud.

“Usai warga menghentikan kegiatan di kebun, kami langsung melakukan pemantauan di lokasi untuk mencari keberadaan satwa harimau tersebut” katanya.

Penanganan konflik harimau sampai dilakukan pada malam hari di lokasi BRIN Agam. BKSDA Sumbar juga melakukan pemantauan satwa menggunakan drone termal. (red)

Editor : kar