Hendak ‘Dilego’ ke Kamboja, Lima TKI Diamankan di Wisma Amira Dumai
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- print Cetak

Lima calon TKI diamankan di Wisma Amira Dumai. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24com – Aparat mengamankan lima orang TKI yang hendak diberangkatkan ke Kamboja, di Wisma Amira Dumai.
Informasi dirangkum, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama Tim Wascendak KP2MI dan Polres Dumai menggagalkan pemberangkatan lima calon TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan secara ilegal ke Kamboja melalui Malaysia, Jumat (12/12/25).
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang menyebut anaknya jadi korban penipuan ke luar negeri. Ia akan diberangkatkan ke Kamboja melalui Dumai.
“Begitu menerima laporan, tim yang sedang berada di Dumai langsung bergerak ke lapangan dan berkoordinasi dengan Polres Dumai guna pencegahan,” ujar Fanny, Sabtu (13/12/25).
Tim gabungan kemudian mendatangi Wisma Amira, Jalan M Husni Thamrin, Kecamatan Dumai Selatan. Di lokasi tersebut, petugas menemukan lima calon PMI.
Calon PMI itu terdiri dari empat perempuan dan satu laki-laki. Mereka ditempatkan di dua kamar dan diduga tengah menunggu keberangkatan.
Tak lama berselang, petugas juga mengamankan seorang pria berinisial Rohim yang diduga berperan sebagai penghubung, dan saat itu sedang mengantarkan makanan kepada para korban.
“Dari keterangan awal, para calon PMI dijanjikan pekerjaan di Kamboja dengan iming-iming gaji sekitar Rp 13 juta per bulan. Mereka rencananya akan diberangkatkan melalui Malaysia lewat pelabuhan Dumai,” sebut dia.
Dalam pemeriksaan awal, Rohim mengaku hanya menjalankan perintah dari seseorang berinisial Amel (DPO).
Selanjutnya, kelima calon PMI bersama terduga pelaku dibawa ke Satpolair Polres Dumai untuk pendalaman lebih lanjut.
Tim KP2MI dan BP3MI Riau juga turut mengikuti gelar perkara guna menentukan status hukum terduga pelaku serta mengembangkan penyelidikan untuk memburu pelaku utama.
“Keselamatan para calon PMI menjadi prioritas kami. Setelah proses awal di kepolisian, seluruh korban kami serahkan ke BP3MI Riau melalui P4MI Dumai untuk pendataan, pendampingan, serta fasilitasi pemulangan ke daerah asal masing-masing,” jelasnya.
Ia menegaskan, BP3MI Riau terus memperkuat langkah pencegahan dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas prosedurnya.
“Masyarakat agar selalu memastikan keberangkatan kerja ke luar negeri dilakukan secara prosedural. Kita imbau segera melapor ke aparat jika menemukan indikasi penempatan ilegal,” imbaunya dikutip dari cakaplah. (Red)
Editor : kar













