Heboh Penampakan Harimau di Pasir Putih Kampar, BBKSDA Temukan Fakta Ini!
- account_circle Redaksi
- calendar_month 34 menit yang lalu
- print Cetak

Foto penampakan harimau diduga di Pasir Putih, Kampar. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAMPAR, detak24com – BBKSDA Riau memastikan informasi mengenai kemunculan harimau sumatera di wilayah Pasir Putih, Kabupaten Kampar, yang beredar luas di media sosial dan WhatsApp, merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran dan pemeriksaan langsung ke lokasi yang disebut sebagai tempat kemunculan harimau.
Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 11–12 Agustus 2026 dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa/kelurahan, RT/RW, serta masyarakat setempat.
“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi yang dimaksud,” ujar Ujang, Kamis (13/08/26).
Selain jejak, tim juga tidak menemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang dapat mengindikasikan keberadaan harimau di lokasi tersebut.
Menurut dia, informasi yang beredar bermula dari sebuah foto yang kemudian diteruskan dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya hingga menjadi viral di tengah masyarakat.
Setelah dilakukan koordinasi, penelusuran lapangan, serta analisis terhadap foto yang beredar, BBKSDA Riau menyatakan informasi mengenai kemunculan harimau sumatera sebagaimana foto tersebut adalah hoaks.
Meski demikian, BBKSDA Riau tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada ketika beraktivitas. Khususnya apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar.
Masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan jejak atau tanda yang diduga berasal dari satwa liar.
“Jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan satwa liar, jangan mengambil tindakan sendiri,” imbaunya.
Masyarakat juga diminta mendokumentasikan dengan jelas jika menemukan tanda yang mencurigakan. Apabila memungkinkan dan aman, ukuran jejak juga dapat diukur sebagai bahan pembanding.
Informasi tersebut kemudian diharapkan dilengkapi dengan titik koordinat atau lokasi penemuan dan segera dilaporkan kepada BBKSDA Riau untuk dilakukan pemeriksaan serta langkah mitigasi apabila memang ditemukan potensi konflik satwa liar.
BBKSDA Riau juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan.
“Bijak bermedia, tetap waspada, dan bersama menjaga kelestarian satwa liar,” tutup dia seperti diberitakan cakaplah. (*)
Editor : Kar












