Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Bengkalis » HAKIM Tipikor Bebaskan Mantan Ketua KPU Bengkalis

HAKIM Tipikor Bebaskan Mantan Ketua KPU Bengkalis

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Mantan Ketua KPU Bengkalis Fadhillah Al Mausuly akhirnya hirup udara bebas. Hakim Tipikor Pekanbaru menolak dakwaan JPU, sehingga sidang tidak bisa dilanjutkan, Kamis (26/10/23).

Mantan Ketua KPU Bengkalis itu sebelumnya menjadi terdakwa atas perkara dugaan korupsi senilai Rp4,5 miliar. Ia dinyatakan bebas dari dakwaan jaksa oleh majelis hakim Tipikor.

Pada sidang putusan sela yang dibacakan majelis hakim, Yuli Artha Pujoyotama, selaku ketua majelis pada sidang Kamis (26/10/23) siang, langsung membuat wajah mantan ketua KPU Bengkalis yang mengikuti sidang secara daring itu sumringah, karena akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Dalam amar putusan majelis hakim menyatakan bahwa dakwaan jaksa penuntut dinilai kabur dan tidak dapat diterima. “Dakwaan jaksa penuntut dinilai kabur dan eksepsi yang diajukan terdakwa diterima. Membebaskan terdakwa dari dakwaan jaksa,” ucap hakim.

Usai sidang, jaksa penuntut umum (JPU) Nofrizal SH kepada awak media ini mengatakan pihaknya mengajukan banding dan akan melimpahkan ulang perkara tersebut. Sehingga, mantan ketua KPU Bengkalis dapat disidangkan lagi.

“Sekarang kita ajukan perlawanan (banding), selanjutkan memperbaiki dakwaan dan dilimpahkan berkas perkaranya ke pengadilan kembali,” ucap Nofrizal.

Berdasarkan dakwaan sebelumnya, terdakwa Fadhillah secara bersama dengan Puji Hartono, Sekretaris KPU Bengkalis, Candra Gunawan sebagai Bendahara Pengeluaran (tuntutan terpisah), Hendra Riandra selaku Pejabat Pembuat Komitmen/PPK (tuntutan terpisah) dan Muhammad Soleh selaku Pejabat Penguji Tagihan dan Penandatangan/SPM (keempatnya telah divonis 6 tahun penjara), didakwa melakukan perbuatan tindak pidana korupsi pada kurun waktu tahun 2019- 2021 silam. Dalam hal tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis periode 2021-2024.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis yang dipimpin terdakwa mendapatkan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebesar Rp 40 miliar. Dana hibah itu diberikan berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Namun anggaran untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis itu, justru diselewengkan oleh terdakwa untuk memperkaya diri dan orang lain. Beberapa anggaran pengeluaran justru tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Anggaran KPU yang diselewengkan para terdakwa diantaranya, adanya pajak yang dipungut sebesar Rp385.662.861, namun tidak disetorkan ke kas negara. Kemudian adanya penyetoran dana hibah ke rekening pribadi terdakwa Candra Gunawan sebesar Rp 485.111.174.

Selanjutnya, adanya realisasi belanja yang disahkan tetapi tidak sesuai dengan buku kas umum sehingga menyebabkan ketekoran Kas sebesar Rp 192.570.900. Lalu, adanya jasa giro yang belum disetorkan ke kas negara sebesar Rp 4.484.593, serta tidak disetorkan ke kas negara pengembalian dari PPK Tualang Mandau dan PPK Bengkalis sebesar Rp 25.731.000.

Kemudian, Realisasi Belanja yang Tidak Didukung bukti pertanggungjawaban sebesar Rp 2.506.843.672. Adanya jelebihan pencatatan pada BKU oleh bendahara pengeluaran yang mengakibatkan negara lebih bayar sebesar Rp 773.740.401.

Selanjutnya, adanya realisasi belanja yang disahkan tetapi tidak sesuai dengan buku kas umum sehingga menyebabkan ketekoran Kas sebesar Rp 192.570.900. Lalu, adanya jasa Giro yang belum disetorkan ke kas Negara sebesar Rp4.484.593, serta tidak disetorkan ke kas negara pengembalian dari PPK Tualang Mandau dan PPK Bengkalis sebesar Rp 25.731.000.

Kemudian, Realisasi Belanja yang tidak didukung bukti pertanggungjawaban sebesar Rp 2.506.843.672. Adanya kelebihan pencatatan pada BKU oleh bendahara pengeluaran yang mengakibatkan negara lebih bayar sebesar Rp 773.740.401.

Realisasi belanja yang tidak sesuai ketentuan Perundangan-undangan sebesar Rp79.965.950, Perjalanan Dinas Tidak Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan Sebesar Rp83.892.216.

Selanjutnya, Pembayaran Honorarium Pokja Yang Masih Dalam Penguasaan Bendahara Pengeluaran Yang Belum Dibayarkan Kepada Anggota sebesar Rp54.105.000.

Berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara dari Inspektur Wilayah I Komisi Pemilihan Umum, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 4.592.107.767.

Akibat perbuatannya itu, terdakwa dijerat JPU dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dikutip dari riauterkini. ***

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KORUPSI Hotel Kuansing : Kepala Bappeda Dituntut 14 Tahun, Suhasman Lebih Rendah

    KORUPSI Hotel Kuansing : Kepala Bappeda Dituntut 14 Tahun, Suhasman Lebih Rendah

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – JPU menuntut dua terdakwa korupsi Hotel Kuansing dengan hukuman berbeda. Tuntutan dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru, Jumat (07/06/24). Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Hardi Yakub dituntut hukuman penjara selama 14 tahun. Terdakwa dinilai terbukti melakukan korupsi proyek pembangunan Hotel Kuansing. Jaksa Penuntut Umum […]

  • Kakek 76 Tahun Gantung Diri di Ukui Pelalawan, Polisi Sebut Ini Sebabnya 

    Kakek 76 Tahun Gantung Diri di Ukui Pelalawan, Polisi Sebut Ini Sebabnya 

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Seorang kakek bernama Trimo (76) meninggal akibat gantung diri di dapur rumahnya Desa Kampung Baru, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Informasi dirangkum Kamis (17/04/25), korban diduga mengakhiri hidupnya menggunakan selembar kain jarik sepanjang dua meter yang diikatkan ke atap dapur, Rabu (16/04/25). Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK melalui Kapolsek Ukui, Iptu Rudi […]

  • Tewaskan Istri dan Anak Cucu Korban, Polisi Tembak Pembakar Rumah Wartawan

    Tewaskan Istri dan Anak Cucu Korban, Polisi Tembak Pembakar Rumah Wartawan

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN, detak24com – Polda Sumut ungkap pelaku pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu, di Jalan Nibung Surbakti, Tanah Karo. Kedua pelaku RAS (37) dan YT alias Selawang (36), diketahui sebagai eksekutor ditangkap. Satu di antaranya dihadiahi timah panas usai melawan saat dibekuk polisi. Kedua eksekutor, RAS dan YT bertugas dan berperan berbeda masing-masing. RAS bertugas […]

  • BMKG Catat 8 Gempa Susulan di Nias Usai Gempa M 6,7

    BMKG Catat 8 Gempa Susulan di Nias Usai Gempa M 6,7

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 28Komentar

    NIAS, detak24.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendata terdapat delapan kali gempa susulan seusai gempa berkekuatan 6,7 magnitudo di Nias, Sumatera Utara (Sumut). Gempa susulan terakhir terjadi dengan kekuatan, 5,4 m yang barusan terjadi. “Gempa bumi ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan dari gempa utama 6,7 M. Hingga pukul 21.40 WIB, hasil monitoring […]

  • BANJIR JOHOR, Tiga Orang Tewas Puluhan Ribu Warga Dievakuasi

    BANJIR JOHOR, Tiga Orang Tewas Puluhan Ribu Warga Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 34Komentar

    MALAYSIA, detak24.com – Hujan lebat yang terus menerus mengguyur Malaysia, menyebabkan banjir di selatan negara itu. Tercatat tiga orang tewas dan hampir 35 ribu lainnya dievakuasi akibat banjir Johor. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NADMA) Malaysia, 209 pusat bantuan telah dibuka untuk penanganan korban banjir Johor. Selain Johor, negara bagian Pahang, Negeri Sembilan, Melaka di […]

  • Belasan Murid SD di Inhil  Keracunan Jajanan

    Belasan Murid SD di Inhil  Keracunan Jajanan

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    INHIL, detak24.com – Diduga karena mengonsumsi jajanan permen yang dibeli di sekitar sekolahnya, sebanyak 18 murid SD di Desa Pungkat Inhil keracunan makanan. Kepala Desa Pungkat Zacki Hasan Al Indragiri, SH membuat video penjelasan terkait dengan informasi tersebut. Didalam video itu Kepala Desa Pungkat menjelaskan bahwa, setelah diinventarisir total siswa dan siswi tersebut meningkat menjadi […]

expand_less