Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Update Korban Musala Ponpes Sidoarjo Ambruk : 37 Santri Tewas, 26 Hilang 

Update Korban Musala Ponpes Sidoarjo Ambruk : 37 Santri Tewas, 26 Hilang 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDOARJO, detak24com – Update terkini jumlah korban tewas pasca musala Ponpes di Sidoarjo ambruk jadi 37 orang. Sementara, 26 santri masih dinyatakan hilang, Ahad (05/10/25).

Suara sirine ambulans yang membawa jenazah korban insiden runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran Sidoarjo masih terdengar dan terus berlalu-lalang sejak Ahad (05/10/25) dini hari sampai siang. Tandanya masih ada temuan baru terhadap korban meninggal dunia.

Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen?

Terhitung mulai hari Ahad (05/10/25) pukul 06.30 WIB sampai 12.00 WIB, tim pencarian dan pertolongan (search and rescue) gabungan telah menemukan 12 jenazah, dan satu lagi potongan tubuh manusia dari balik reruntuhan bangunan lantai empat musala.

Penemuan itu otomatis menambah data jumlah korban meninggal dunia menjadi 37 orang dan bagian tubuh menjadi dua potongan. Angka temuan itu juga mengurangi jumlah korban yang masih dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian sebanyak 26 orang.

Baca juga : MBG Dipelesetkan Jadi Makan Beracun Gratis, Bos BGN Murka!

Kendati demikian, jumlah tersebut belum dapat dipastikan keabsahannya. Sebab, angkanya didapatkan berdasarkan dari daftar absensi santri yang dirilis oleh pihak pondok pesantren.

Dengan kata lain, angka tersebut masih sangat berpotensi mengalami kenaikan atau penurunan. Menurut Deputi 3 BNPB, hasil yang pasti akan segera diketahui setelah seluruh beton maupun puing terangkat secara keseluruhan.

“Tapi ini kan data dari pihak pondok pesantren. Nanti itu akan terbukti akurat apabila seluruh pembersihan telah selesai dan mencapai titik tanah lantai dasar sebagai akhir dari pencarian kita,” jelas Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, Ahad (05/10/25).

Menurut laporan dari lapangan, jenazah paling banyak ditemukan berada di lantai satu sisi utara. Keberhasilan penemuan itu terjadi setelah hampir 60 persen lebih reruntuhan dan puing berhasil diangkat dan dibersihkan.

“Yang paling banyak ditemukan ada di lantai satu,” ungkapnya.

Pembersihan Puing Alami Kendala

Adapun proses pembersihan puing reruntuhan sudah lebih dari 60 persen. Namun di balik seluruh rangkaian pembersihan puing dan reruntuhan sampai dengan siang ini, tim gabungan menemui satu kendala, yakni adanya salah satu beton yang terhubung dengan gedung atau bangunan di sebelahnya.

Sebagai solusi, BNPB telah meminta tim ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) untuk melakukan investigasi forensik struktur bangunan secara menyeluruh. Sehingga dapat memberikan rekomendasi sesuai keilmuan kepada tim pembersihan dan evakuasi.

“Beton ada yang menempel di sebelah kiri dan terhubung dengan gedung atau bangunan lain di sebelahnya. Tim dari ITS akan melakukan investigasi dan memberikan petunjuk kepada tim agar proses pembersihan ini tidak mengganggu atau merusak bangunan lain,” jelasnya.

Menjaga Stamina Tim SAR

Memasuki hari ketujuh sejak awal kejadian, tim yang bertugas untuk operasi SAR dan pembersihan puing terus bekerja selama 24 jam secara bergantian dalam interval waktu 3 jam sekali. Beberapa personel pun sudah mulai membutuhkan dukungan stamina ekstra dan pelayanan khusus, sebab beberapa jenis gejala kesehatan seperti gatal-gatal mulai dirasakan.

Sebagai pemecahan masalah tersebut, pihak Dinas Kesehatan menambah pelayanan ekstra dengan memberikan dukungan kesehatan bagi para personel SAR, baik berupa suplemen vitamin hingga penanganan gejala gatal-gatal yang mulai dialami beberapa personel. Di sisi lain, Dinkes juga memberikan layanan ekstra bagi tim SAR untuk menjaga staminanya selama proses hingga semua pekerjaan selesai.

Potensi Penyakit Lanjutan

Hal yang tidak kalah penting dalam rangkaian penanganan darurat ini adalah potensi penyakit lanjutan dampak pembusukan jenazah yang sudah memasuki tujuh hari. Kendati jenazah korban bencana tidak menularkan penyakit berbahaya secara langsung kepada petugas maupun masyarakat sekitar, namun hal itu menjadi perhatian BNPB maupun pihak stakeholder terkait.

Secara umum, proses pembusukan jenazah memang menghasilkan cairan dan gas yang berbau, namun pada umumnya tidak menjadi sumber penularan penyakit menular seperti HIV, TBC, atau COVID-19.

Risiko kesehatan justru dapat timbul apabila cairan pembusukan mencemari sumber air bersih di sekitar lokasi, terutama di daerah padat penduduk atau yang memiliki sanitasi kurang memadai. Kondisi ini dapat memicu munculnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, tifoid, atau hepatitis A, bukan karena kontak langsung dengan jenazah, tetapi akibat air yang terkontaminasi.

Sebagai solusi, BNPB bersama Pusat Krisis Kesehatan RI dan Dinkes bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur juga akan menambah porsi penyemprotan insektisida maupun disinfektan termasuk strategi pengelolaan lingkungan di area pembersihan puing dan kawasan sekitar. Tujuannya untuk memitigasi dan mencegah terjadinya penyakit lanjutan dari pembusukan jenazah yang sudah memasuki hari ketujuh.

Di samping itu, BNPB juga akan memberikan dukungan tambahan berupa peralatan seperti Alat Pelindung Diri (APD), kacamata google, sarung tangan khusus, masker, sepatu boots dan kebutuhan lain yang diperlukan sesuai standar prosedur sekali pakai.

“Nanti semua keperluan, APD, kacamata google dan apapun BNPB akan dukung. BNPB punya banyak APD dan semua peralatan lain yang dibutuhkan,” kata Budi.

BNPB, Basarnas, Dinas Kesehatan, TNI, Polri dan semua pihak yang terlibat memohon dukungan dan doa agar semua pelaksanaan dan perjuangan kemanusiaan ini dapat segera dituntaskan dengan semaksimal mungkin, dikutip dari bnpb.go.id. (red)

Editor : Kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hakim M Tahir memimpin sidang warga praperadilankan Polres Dumai. (f : ist)

    Keberatan Dijadikan Tersangka, Warga  Jalan Teduh Praperadilankan Polres Dumai 

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com– Masri, warga Jalan Teduh, Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai Barat, mempraperadilankan Polri Cq Polres Dumai. Sidang berlangsung di PN Dumai, Selasa (10/12/24). Pemohon (Masri) tidak terima dan keberatan dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Dumai, dalam kasus dugaan tindak Pidana Surat Palsu atau menggunakan Surat Palsu. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 Ayat (1), Ayat (2) […]

  • Polisi Geledah Bengkel Lekmin di Nerbit Besar Dumai, Pria Ini Diseret ke Penjara 

    Polisi Geledah Bengkel Lekmin di Nerbit Besar Dumai, Pria Ini Diseret ke Penjara 

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Polisi menggeledah bengkel Lekmin di Jalan Nerbit Besar, Dumai. Tersangka SR (22) terciduk dengan barang bukti sabu 1,33 gram. Menurut polisi, pria tersebut aktif dalam transaksi narkoba berdasarkan laporan masyarakat. Sehingga, dalam waktu tak berapa lama aparat dari Polsek Sungai Sembilan menciduknya. Informasi dirangkum Rabu (15/01/25), Polsek Sungai Sembilan berhasil mengungkap kasus […]

  • TAK Hanya Kapus Siberuang, Kadiskes Kampar Juga Bebas

    TAK Hanya Kapus Siberuang, Kadiskes Kampar Juga Bebas

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kadiskes Kampar inisial ZD dan Kapus Siberuang MR akhirnya bebas. Kedua tersangka dikeluarkan dari tahanan, karena masa penahanannya telah habis.       Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Teguh Widodo membenarkan hal itu. “Betul, penahanannya sudah habis,” ujar Teguh ketika dikonfirmasi Sabtu (09/09/23) petang.       Teguh mengatakan, meski ZD […]

  • VIRAL KAMPAR! Warga Nias Tewas di Danau PLTA Koto Panjang, Setelah 4 Hari Hilang

    VIRAL KAMPAR! Warga Nias Tewas di Danau PLTA Koto Panjang, Setelah 4 Hari Hilang

    • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    KAMPAR, detak24.com – Setelah empat hari tenggelam di waduk PLTA Koto Panjang, Saperius Hulu ditemukan tewas. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar melalui TRC Pusdalops – PB melalui Kabid Kedaruratan BPBD Kampar, Candra menyampaikan, Selasa (17/01/23). pendatang dari Nias itu tenggelam tepatnya di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar ditemukan meninggal dunia “Korban ditemukan dalam […]

  • NGERI! Remaja Bunuh Bocah di Makassar, Ingin Jual Ginjal Korban 

    NGERI! Remaja Bunuh Bocah di Makassar, Ingin Jual Ginjal Korban 

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    DETAK24.COM – Dua remaja di Makassar MF (14) dan AD (17), menculik dan membunuh seorang bocah FS (10). Pengakuan mereka sangat mengejutkan, ia berencana menjual organ ginjal korban setelah tergiur melihat harga di internet. AD tergiur ada konten penjualan organ tubuh di internet dan bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah. Maka itu dia tega menculik […]

  • BP Jamsostek Cabang Duri Perluas Cakupan Perlindungan Program

    BP Jamsostek Cabang Duri Perluas Cakupan Perlindungan Program

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 15Komentar

    DURI, detak24.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri atau sering disebut BP Jamsostek, saat ini kian gencar memperluas cakupan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja. Terutama bagi pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU).  BP Jamsostek Cabang Duri, Jumat (21/07/23) menyasar guru di SD Al Jauhar. Sebanyak 40 orang atau lebih guru segera […]

expand_less