Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kesehatan » Benarkah Penyakit Mpok Dampak Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Kemenkes 

Benarkah Penyakit Mpok Dampak Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Kemenkes 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DETAK24COM – Belakang ini ramai di media sosial tentang rumor yang menyebutkan kemunculan penyakit Mpox merupakan efek samping dari vaksin Covid-19.

Bahkan, sebuah narasi yang viral itu juga mengklaim bahwa terjadinya Mpox lantaran efek hancur sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan membantah dengan tegas rumor atau narasi yang beredar tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Mohammad Syahril menjelaskan, Mpox dan Covid-19 merupakan dua penyakit yang berbeda. Mpox telah muncul jauh sebelum kemunculan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan vaksin Covid-19.

Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Mpox pada manusia pertama kali dilaporkan di Republik Demokratik Kongo pada 1970.

“Mpox dan Covid-19 ini dua penyakit yang berbeda. Sebelum Covid-19 ada, Mpox sudah ada. Mpox dilaporkan ada sejak tahun 1970 dan endemis di Afrika barat dan tengah seperti di Afrika Selatan, Pantai Gading, Kongo, Nigeria, dan Uganda,” beber dr. Syahril, melansir keterangan pers Kemenkes, Senin (2/9/2024).

“Di sana (Mpox) ada terus, tetapi tidak sporadis,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut dr. Syahril, WHO menyatakan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) untuk Mpox pada 23 Juli 2022.

Indonesia pun ada satu kasus terkonfirmasi waktu itu, lalu tahun 2023 berlanjut dan 11 Mei dicabut status kedaruratannya oleh WHO.

Pada 14 Agustus 2024, WHO kembali menyatakan Mpox sebagai PHEIC menyusul peningkatan kasus di Afrika Tengah dan Afrika Barat, terutama di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika. Selanjutnya, kasus Mpox juga dilaporkan negara-negara lain di luar Afrika.

Menilik sejarah kemunculan Mpox yang jauh sebelum pandemi Covid-19, Syahril menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak ada kaitannya dengan efek samping vaksin COVID-19.

“Jadi, penyakit Mpox ini tidak dapat dikatakan karena efek samping dari vaksin COVID-19. Itu tidak ada hubungannya,” tegasnya.

Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Mpox (MPXV), spesies dari genus Orthopoxvirus. Ada dua clade virus MPXV, yaitu Clade I (dengan subclade Ia dan Ib) dan Clade II (dengan subclade IIa dan IIb).

Clade Ia dan Ib memiliki manifestasi klinis yang lebih berat bila dibandingkan dengan Clade II. Pada periode 2022–2023, wabah Mpox global disebabkan oleh strain Clade IIb.

Saat ini, peningkatan kasus di Republik Demokratik Kongo dan negara-negara lain disebabkan oleh Clade Ia dan Ib. (Int)

Editor : kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesbangpol Berkunjung ke Kantor LBH Cendrawasih Celebes Indonesia DPD Dumai

    Kesbangpol Berkunjung ke Kantor LBH Cendrawasih Celebes Indonesia DPD Dumai

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Guna mengokohkan keberadaannya di Dumai, LBH Cendrawasih Celebes Indonesia (CCI)  mengundang Badan Kesbangpol, Rabu (16/06/25). Tim Kesbangpol dipimpin Sri Bunian sekaligus mengecek kelengkapan inventaris LBH CCI DPD Kota Dumai yang beralamat di Jalan Arifin Ahmad, Gang Sejahtera, Bukit Batrem. “Kita hari ini mengunjungi kantor LBH CCI DPD Kota Dumai. Setelah dicek, administrasi serta […]

  • Satu Tewas, Truk Bawa Ekskavator Kecelakaan di Desa Mumpa Tempuling

    Satu Tewas, Truk Bawa Ekskavator Kecelakaan di Desa Mumpa Tempuling

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Seorang tewas dalam lakalantas truk pengangkut ekskavator di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Inhil, Selasa (25/02/25) siang sekitar pukul 10.30 WIB. Lakalantas terjadi di jalan lintas provinsi rute Rengat-Tembilahan, Selasa (25/02/25) siang sekitar pukul 10.30 WIB. Kecelakaan melibatkan mobil Tornado Hino BM 9155 BU mengangkut ekskavator VC135 warna kuning, serta dua sepeda motor, […]

  • NAHAS! DUA Bocah SD Tewas di Banjir Kualo Kerinci Pelalawan

    NAHAS! DUA Bocah SD Tewas di Banjir Kualo Kerinci Pelalawan

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle Redaksi
    • 2Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Dua bocah SD di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, ditemukan tewas tenggelam di kawasan banjir Kualo Kerinci, Selasa (23/01/24) sekitar pukul 16.00 WIB. Dari informasi yang diperoleh Riautekrini.com di lapangan, kedua siswa tersebut adalah Junardi (13) dan Muhammad Reval Aliadi ( 13) yang beralamatkan di Gang 2000 Kota Pangkalan Kerinci timur bersekolah […]

  • Dikendalikan Napi, Polisi Tangkap Kurir Sabu 17,3 Kg di Sei Apit Siak

    Dikendalikan Napi, Polisi Tangkap Kurir Sabu 17,3 Kg di Sei Apit Siak

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi menangkap kurir narkoba sindikat Malaysia di Sei Apit, Siak dengan barbuk sabu 17,3 kg. Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap jaringan narkotika internasional. Empat orang ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 17,3 Kg sabu. Tersangka berinisial I, D, A dan MN. Tersangka MN merupakan narapidana yang tengah menjalani hukuman […]

  • Pura-pura COD, Laki Bini di Tenayan Raya Larikan Hp Oppo Reno 12 Warga Sumbar 

    Pura-pura COD, Laki Bini di Tenayan Raya Larikan Hp Oppo Reno 12 Warga Sumbar 

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Laki bini di Tenayan Raya Pekanbaru berinisial TH (48) dan ER (29) diringkus usai menggasak HP Oppo Reno 12 milik warga Sumbar. Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Oka M Syahrial melalui Kanit Reskrim, Iptu Dodi Vivino mengatakan, tindakan TH dan ER dilaporkan oleh seorang korbannya, warga asal Sumatera Barat. “Pelaku menggelapkan handphone korban, […]

  • Pria di Medan Ancam Patahkan Leher Bobby Nasution, Tolak E-Parking

    Pria di Medan Ancam Patahkan Leher Bobby Nasution, Tolak E-Parking

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    Medan, detak24.com – Sebuah video yang menunjukkan seorang pria di Medan menolak membayar parkir secara elektronik (e-parking) viral di media sosial. Pria itu bahkan mengancam hendak mematahkan leher Walikota Medan Bobby Nasution. Dilihat detikSumut, Sabtu (23/04/2022), dalam video terlihat pria itu sedang di dalam sebuah mobil. Terdengar dia sedang berdebat dengan seseorang yang diduga petugas […]

expand_less