banner

BEGINI Respon Rebecca Klopper Usai Penyebar Video Syur 11 Menit Ditangkap di Riau

PIHAK Rebecca Klopper bersyukur polisi sudah menangkap admin akun X (dulu Twitter) @dedekkugem sebagai pelaku penyebaran video syur 11 menit miripnya. Lewat kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Rebecca Klopper disebut sudah mengetahui admin medsos itu ditangkap polisi.

“Becca yang pasti bersyukur, alhamdulillah, ngucapin terima kasih ke pihak polisi Republik Indonesia khususnya Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri atas diamankannya terduga pelaku penyebar,” sebut Sandy Arifin dikutip dari detikcom, Sabtu (07/10/23).

Baca juga : https://detak24.com/ternyata-penyebar-video-bokep-rebecca-klopper-ditangkap-di-riau-begini-motifnya-kata-polda/

Soal kenal atau tidaknya Rebecca Klopper dengan admin akun tersebut, Sandy Arifin belum bisa memastikan. Itu dikarenakan Rebecca Klopper belum bertemu melihat admin akun X @dedekkugem yang ditangkap oleh polisi.

“Justru kan karena baru mendapat informasi, belum melihat. Belum tahu (Rebecca Klopper akan dipertemukan dengan admin X itu), itu tergantung penyidik,” katanya dikutip dari detikcom.

Sandy Arifin memastikan Rebecca Klopper tak punya komunikasi dengan admin X @dedekkugem terkait video syur mirip dirinya. “Nggak pernah ada,” kata Sandy Arifin.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan dilakukan pada 1 September lalu. BF admin akun X @dedekkugem ditangkap di wilayah Riau.

Ramadhan mengatakan BF diduga menyebarkan video syur mirip Rebecca Klopper melalui akun X @dedekkugem yang dikelolanya. Adapun penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan pihak Rebecca yang teregister dengan Nomor: LP/B/113/V/2023/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 22 Mei 2023

Ramadhan mengatakan polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar akun X, tiga unit ponsel, hingga enam buah SIM card. Atas perbuatannya, BF dijerat dengan Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 27 ayat 1 UU ITE dan/atau Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan pelaku berinisial BF diringkus Bareskrim Polri dan tim Direktorat Reskrimsus Polda Riau. BF ditangkap di salah satu daerah di Provinsi Riau pada 1 September lalu.

Setelah diamankan, BF sempat dibawa ke Polda Riau untuk pemeriksaan awal. Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, BF dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU ITE dan atau Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ancaman maksimal 12 tahun penjara. ***

Editor : Kar

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com