Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Selebriti » Jeny Rahmadial Ditangkap Gegara Jadi Dokter Gadungan 

Jeny Rahmadial Ditangkap Gegara Jadi Dokter Gadungan 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PRAKTIK medis ilegal kembali mencuat di Pekanbaru. Kasus tersebut melibatkan Jeny Rahmadial Fitri, mantan finalis Putri Indonesia 2024 asal Riau.

Jeny  Rahmadial ditangkap setelah diduga menyamar sebagai dokter kecantikan, dan melakukan tindakan operasi tanpa izin resmi

Akibat perbutannya, dikabarkan sedikitnya 15 korban mengalami kerusakan fisik serius hingga cacat permanen, dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Mark Harianja dan Alqudri Tampubolon, yang merupakan kuasa hukum korban NS dan NA menyebut pelaku berperan sebagai dokter dan nekat melakukan operasi. Secara keilmuan, JEF bukanlah lulusan kedokteran tapi Sastra Inggris.

Mark mengatakan, kasus ini telah dilaporkan ke Polda Riau sejak 25 November 2025. Penanganan perkara kemudian berkembang hingga akhirnya penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus menetapkan JRL sebagai tersangka.

“Informasi terbaru yang kami dapat, aparat Polda Riau telah menangkap terlapor. Kami mengapresiasi kinerja penyidik yang telah bekerja maksimal menangani perkara ini,” ujar Mark diamini Alqudri di Pekanbaru, Selasa (28/4/2026).

Modus Beri Diskon Besar

Mark menjelaskan dalam menjalankan aksinya, JRL diduga mengaku sebagai dokter dan menawarkan berbagai prosedur kecantikan dengan harga miring untuk menarik minat korban.

Praktik tersebut dilakukan di sebuah klinik kecantikan di Pekanbaru yang dikenal dengan nama PT Arauna Beauty Clinic.

Korban dijanjikan hasil instan melalui tindakan seperti operasi wajah dan prosedur estetika lainnya. Namun, alih-alih mendapatkan hasil sesuai harapan, sejumlah korban justru mengalami luka parah.

“Modusnya memberikan diskon besar dan meyakinkan korban bahwa ia dokter. Padahal, setelah kami telusuri, yang bersangkutan tidak memiliki kompetensi medis,” kata Mark.

Menurut Mark, status JRL yang bukan dokter, diperkuat oleh keterangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Organisasi profesi tersebut menegaskan bahwa nama JRL tidak terdaftar sebagai dokter dan tidak memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) maupun Surat Izin Praktik (SIP).

“Artinya, seluruh tindakan medis yang dilakukan terlapor tidak memiliki dasar hukum maupun kompetensi profesional,” tutur Mark.

Dampak yang dialami korban tergolong berat. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan pada bagian wajah, seperti alis hancur, luka terbuka hingga ke bagian telinga, serta kerusakan pada bibir dan mulut. Selain itu, korban juga mengalami trauma psikologis berkepanjangan.

Salah satu korban bahkan harus menjalani operasi ulang di rumah sakit di Batam, Provinsi Kepulauan Riau untuk memperbaiki kerusakan akibat tindakan tersebut. Total biaya pemulihan yang dikeluarkan korban mencapai lebih dari Rp200 juta.

“Tidak hanya fisik, kondisi mental korban juga terganggu. Ini bukan sekadar malapraktik, tetapi dugaan tindak pidana serius,” tegas Mark sambil memperlihatkan foto wajah kliennya yang telah rusak.

Dalam proses hukum yang berjalan, penyidik mendalami sejumlah dugaan pelanggaran, termasuk praktik kedokteran tanpa izin serta potensi pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Mark menyatakan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ke persidangan. Mereka juga membuka ruang bagi korban lain yang belum melapor untuk segera memberikan keterangan.

“Kami mendorong korban lain agar berani melapor. Semakin banyak bukti dan kesaksian, semakin kuat perkara ini di pengadilan,” ujarnya.

Mark menegaskan, tujuan utama pelaporan ini bukan hanya mencari keadilan bagi korban, tetapi juga memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini harus menjadi pelajaran. Jangan sampai masyarakat kembali menjadi korban praktik medis ilegal yang membahayakan nyawa,” tuturnya.

Alqudri menambahkan, terlapor sempat beberapa kali menghindari tanggung jawab, meski telah dibuka peluang penyelesaian masalah secara damai.

“Beberapa kali ada iktikad untuk mengganti rugi. Tapi tidak pernah terealisasi. Karena itu kami menempuh jalur hukum,” ucapnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, membenarkan kalau JRL telah ditangkap, dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah (ditetapkan sebagai tersangka). Sudah ditahan,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, terlapor dijerat dengan Pasal 439 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor ; Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • RBG Riau Dikukuhkan, Dorong Gibran Maju Jadi Cawapres

    RBG Riau Dikukuhkan, Dorong Gibran Maju Jadi Cawapres

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 4Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Relawan Beta Gibran (RBG) Riau resmi dilantik, Rabu (13/09/23). Kelompok yang sudah terbentuk di beberapa daerah di Indonesia ini mendorong Walikota Solo, Gibran Rakabuming menjadi calon wakil Presiden Indonesia 2024 – 2029. Deklarasi ini bertemakan “anak muda Riau dukung mas Gibran Wakil Presiden RI 2024 – 2029. Saatnya yang beneran muda yang […]

  • VIRAL Tawuran Pakai Celurit, Satpol PP Dumai Amankan Remaja Geng Boci Lurit

    VIRAL Tawuran Pakai Celurit, Satpol PP Dumai Amankan Remaja Geng Boci Lurit

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang remaja berinisial SR (18) ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dumai. Ia diduga pemimpin geng tawuran pakai celurit yang viral belakangan ini. SR ditangkap petugas saat kelompok remaja Bumi Ayu dengan remaja Lepin terlibat aksi tawuran pakai celurit di Jalan Jenderal Sudirman. Tepatnya di depan Kampung Kuliner Kota Dumai, pada […]

  • Bagansiapiapi Mencekam, Polisi dan Warga Tewas dalam Duel Maut Malam Minggu di Karaoke See You 

    Bagansiapiapi Mencekam, Polisi dan Warga Tewas dalam Duel Maut Malam Minggu di Karaoke See You 

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    BAGANSIAPIAPI, detak24com – Suasana mencekam terjadi di Karaoke See You Jalan Utama Bagansiapiapi, Sabtu (29/03/25) malam minggu. Dalam peristiwa maut tersebut, dua orang tewas. Seorang diantaranya polisi yakni Brigadir Lestari Candra (39), anggota Polsek Sinaboi, dan Herman alias Rinto (38) serta menyebabkan satu korban lain, Dedi alias Dedi Botot (49), kritis dan kini dirujuk ke sebuah […]

  • Musala Ponpes di Sidoarjo Ambruk, Seratusan Santri Luka-Luka dan Terperangkap, Jeritan Minta Tolong Bergema 

    Musala Ponpes di Sidoarjo Ambruk, Seratusan Santri Luka-Luka dan Terperangkap, Jeritan Minta Tolong Bergema 

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    SIDOARJO, detak24com – Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang berlokasi di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur ambruk pada Senin (29/09/25) petang sekitar pukul 14.40 WIB. Saat kejadian, musala yang berada di lantai dua itu sedang digunakan oleh lebih dari 100 santri untuk melaksanakan salat Ashar berjamaah. Menurut pengakuan salah satu santri kelas tujuh MTs […]

  • Kapal Muatan Logistik Terbakar di Perairan Kepulauan Meranti

    Kapal Muatan Logistik Terbakar di Perairan Kepulauan Meranti

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MERANTI, detak24com – Kapal muatan logistik dari Selatpanjang tujuan Batu Pahat, Malaysia terbakar di perbatasan Perairan Kepulauan Meranti – Selat Malaka. Informasi dirangkum, Kamis (05/09/24), kapal muatan logistik tersebut terbakar pada titik koordinat N 01’42. 557′ E 102′ 49. 688′, Rabu (04/09/24) pukul 14.13 petang waktu Malaysia. Dalam insiden tersebut, KM Tenaga Sakti ludes seketika. […]

  • Makin Parah! Remaja Dumai Dagang Ekstasi di Wisma Jalan Sukajadi 

    Makin Parah! Remaja Dumai Dagang Ekstasi di Wisma Jalan Sukajadi 

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Polisi menangkap remaja inisial IR (19) dalam kasus narkoba. Tersangka menjual ekstasi di sebuah wisma Jalan Sukajadi, Dumai. Informasi dirangkum, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis pil ekstasi yang diduga berkaitan dengan transaksi di sebuah wisma wilayah Kecamatan Dumai Kota. Dalam pengungkapan tersebut, polisi meringkus […]

expand_less