1. Diskusikan dengan pasangan
Ketika mengetahui anak menggunakan narkoba, Anda tentu akan terkejut dan muncul berbagai perasaan emosional lainnya.
Namun, menunjukkan amarah atau emosi kepada anak justru membuatnya semakin tidak nyaman dan menolak segala komunikasi dengan Anda.
Menghadapi anak yang menggunakan narkoba memerlukan ‘strategi’ agar situasi tidak semakin memburuk. Diskusikan bersama pasangan mengenai langkah apa yang akan ditempuh.
Anda bisa berbagi peran dengan pasangan untuk memberikan pengertian kepada anak. Hindari untuk menyalahkan siapa pun termasuk pasangan dan anak.
2. Ajak bicara anak
Setelah Anda memastikan bahwa anak memang memakai narkoba, sebaiknya segera ajak ia bicara.
Namun, hindari mengonfrontasi anak. Sebaliknya, coba diskusikan hal ini baik-baik dengannya.
Salah satu hal yang juga bisa Anda coba untuk memudahkan Anda berdiskusi dengan anak adalah mengetahui dulu bagaimana pergaulannya.
Anda dapat memulai dengan mengajak teman-teman terdekatnya berbicara. Dengan begitu, Anda akan tahu bagaimana sang anak bergaul dengan teman-temannya, aktivitasnya sehari, dan lainnya.
Dengan mencari tahu apa yang anak pikirkan terkait teman-temannya yang menggunakan narkoba dan memiliki masalah dengan hal tersebut, anda dapat melihat bagaimana anak menanggapi situasi tersebut.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa penyebab dan faktor risiko anak memakai narkoba.
Saat mengajak anak untuk berbicara, tanyakan juga alasannya menggunakan narkoba.
Dengan orangtua menanyakan alasan dan ingin tahu penyebab anak memakai narkoba, akan membantu anak merasa tidak dihakimi.
Percakapan ini mungkin akan terasa sulit dilakukan oleh orangtua dengan anaknya dan butuh ekstra kesabaran.
Hal ini dikarenakan, beberapa anak pecandu narkoba masih belum menyadari betul alasan mereka menggunakan zat terlarang tersebut.
4. Jaga komunikasi agar tetap terbuka
Selain terus memantau kondisi anak, penting bagi orangtua untuk terus mengampingi anak yang pecandu narkoba.
Pastikan untuk terus menjaga komunikasi dengan anak agar tetap terbuka. Ini bukan berarti terus membiarkan anak masuk dalam jerat narkoba.
Namun, berilah anak Anda pemahaman bahwa orangtua ingin ia memikirkan dampak dan mendukungnya untuk berhenti menyalahgunakan narkoba.
Ya, mungkin cara menasehati anak pecandu narkoba ini tidak langsung berhasil dan perlu kerja keras untuk melakukannya berulang kali.
Jika cara tersebut masih belum juga berhasil Anda dapat menghubungi dokter, konselor, atau penyedia layanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi.
Selama proses rehabilitasi ini, anak bisa saja mendapat obat-obatan untuk mengendalikan kecemasan, depresi, gangguan tidur, mual, muntah, dan gejala-gejala lainnya.
Awasi penggunaan obat-obatan ini dan harus sesuai dengan petunjuk dokter psikiatri.
Anda juga dapat mengikuti kelas-kelas psikolog untuk membantu Anda tetap sabar dalam membantu anak anda.
Anak remaja yang dalam proses berhenti memakai narkoba akan membutuhkan dukungan dan rasa sayang dari keluarganya. Semoga artikel ini bermanfaat. (*)
Editor : Kar
Hello.This article was extremely remarkable, particularly since I was searching for thoughts on this subject last Wednesday.
20 Januari 2024 10:48Hello my friend! I wish to say that this post is amazing, nice written and come with approximately all significant infos. I would like to look more posts like this.
17 Desember 2023 08:03