BUS Santri Gontor Kecelakaan, Siswa Asal Pelalawan Riau Tewas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PELALAWAN, detak24com – Duka mendalam menyelimuti wajah Sugeng Pranyoto (47), orangtua Mohammad Riski Pratama (18), seorang siswa yang tewas dalam insiden bus santri Gontor kecelakaan.
Bus Rappan Marannu yang ditumpanginya terperosok ke jurang diduga karena rem blong, di KM 4 Kebun Kopi, Desa Toboli, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, Rabu (03/05/23) malam.
Ditemui di kediamannya di Perumahan Bumi Asri RT 4/4, Pangkalan Kerinci Barat, Kawasan Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, ayah Riski tak mampu menyembunyikan raut duka yang tercipta di wajahnya akibat insiden bus santri Gontor kecelakaan itu.
Betapa tidak, tragedi tersebut menyebabkan putra sulungnya tewas. Dengan getar suara serak campur isak tangis yang tersisa, Sugeng menceritakan, saat-saat terakhir berjumpa dengan putra sulungnya itu. Yakni, pada lebaran Idul Fitri kemarin.
“Iya, Riski pulang saat lebaran kemarin. Ada dua minggu dia di sini, dan baru kembali ke pondok Rabu lalu (26/04/23). Kepulangan Riski memang cepat karena dia sudah kelas akhir di pondok, untuk persiapan magang ke Ponpes Gontor yang ada di indonesia,” katanya, Kamis (04/05/23).
Dia menuturkan, kepulangan Riski ke pondoknya, mereka yang mengantarkan ke bandara dari Pekanbaru menuju Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Tak disangka, rupanya itulah pertemuan terakhir sang putra sulung dengan kedua orangtuanya.











