BUS Santri Gontor Kecelakaan, Siswa Asal Pelalawan Riau Tewas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selang satu jam kemudian, sang istri kembali menelpon sambil nangis-nangis saat mengabarkan putra sulung mereka yang busnya mengalami kecelakaan maut itu, menjadi salah satu dari tiga korban yang meninggal dalam kecelakaan itu.
“Terasa lolos semua tulang saya, mendengar kabar itu. Macam bernapas hanya dengan satu paru-paru saja. Segala kesedihan tumpah saat itu, sesak dada nih,” ujarnya.
Kenang Sugeng, Riski termasuk anak yang penurut. Saat di libur lebaran kemarin, tiap ditawari makan, Riski tak banyak mintanya. Dia hanya mengatakan terserah saja.
Keinginannya ke pondok Ponpes Gontor di Ponorogo, Jatim, meski harus jauh dari orangtuanya, adalah murni keinginan Riski sendiri. Tak ada paksaan sama sekali dari mereka selalu orangtua.
“Libur lebaran kemarin saja, saat Ramadan, kalau ditanya mau buka pakai apa, selalu jawabannya terserah saja. Anaknya benar-benar tak merepotkan,” kenang Sugeng.
Ditanya soal kenangan khusus atau semacam firasat yang dirasakan Sugeng saat Riski libur Idul Fitri kemarin, Sugeng tak merasakan apapun bahkan firasat sekecil apapun.
Hanya saja Sugeng sempat heran juga saat Riski belajar mobil, ternyata dia cepat sekali bisa. Bahkan saat lebaran mereka bertandang ke saudara di Taluk Kuantan, Riski yang menjadi supirnya.
“Obrolan lain yang saya kenang dengan anak saya, saat Riski mengatakan sebenarnya dia ingin mengabdikan dirinya di Gontor pusat. Dia mohon doa restunya pada kami. Selaku orangtua, kami merestuinya seraya mengatakan, ayah dan ibu selalu mendoakan yang terbaik. Apa yang terbaik dari Allah, itulah yang terbaik,” ujar Sugeng mengenang kembali percakapan terakhir dengan sang anak.
Tak lama dari situ, Riski kembali mengabarkan kalau dirinya ditugaskan mengabdi di Ponpes Gontor, Poso, Sulteng. Kabar dari anaknya itu tak dipungkiri sempat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Sugeng, sampai anaknya berangkat dan kemudian dinyatakan menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut itu.
“Tapi saya pasrah dan tawakal pada Allah. Cita-citanya lepas dari pondok dia ingin kuliah di Jakarta. Biar bisa kumpul dengan adiknya yang ada di Bekasi,” katanya.
Saat ini, dari informasi ustaz pendamping anaknya, jenazah Mohammad Riski Pratama akan tiba di Pangkalankerinci, Jumat (5/5/2023) besok sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ini, sang istri yang tengah tugas di Kuala Kampar, tengah perjalanan menuju Kerinci.
Diberitakan, dalam insiden bus santri Gontor kecelakaan tersebut, terdapat tiga orang tewas serta dua lainnya kritis.(halloriau)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











