Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BAHAYA! Sepanjang 482 Km Pantai Riau Terdampak Abrasi, Terparah di Bengkalis dan Meranti

BAHAYA! Sepanjang 482 Km Pantai Riau Terdampak Abrasi, Terparah di Bengkalis dan Meranti

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau Makmun Murod menyebut hilangnya ekosistem mangrove di kawasan pesisir timur pulau Sumatra, menyebabkan abrasi parah.

Kondisi abrasi terparah di wilayah Riau,  di antaranya terjadi di pesisir pantai Kabupaten Bengkalis, serta  dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau

“Abrasi yang terjadi sudah menggerus ekosistem gambut yang ada. Berdasarkan data yang ada, seluas 482 Kilometer panjang pantai di Provinsi Riau terdampak abrasi. Bisa dibayangkan berapa luas kawasan daratan yang hilang akibat rusaknya ekosistem mangrove,” kata Murod, saat membuka sosialisasi percepatan rehabilitasi mangrove di Pekanbaru, Senin (26/12/22).

Diungkapkan dia, ekosistem mangrove di Provinsi Riau mengalami tekanan yang luar biasa. Pembalakan kayu bakau secara ilegal untuk industri barang, pondasi rumah dan kebutuhan manusia lainnya, menyebabkan degradasi ekosistem mangrove yang berdampak luas.

Menurutnya, formasi mangrove yang seharusnya menjadi barrier terhadap gelombang besar di Selat Malaka telah hilang. Tanah gambut yang rapuh di garis pantai tentu dengan mudah akan terkikis oleh gelombang. 

“Bila hal ini terus dibiarkan, akan memengaruhi kedaulatan negara dengan semakin menyempitnya luas pulau-pulau terluar yang dimiliki Indonesia, antara lain di Pulau Rangsang Meranti dan Kabupaten Bengkalis,” lanjutnya.

Hal lain yang terjadi, jika terus dibiarkan adalah hilangnya pencarian masyarakat, akibat rusaknya kebun-kebun, baik itu berupa kebun kelapa, sagu dan sumber mata pencarian lainnya. 

Oleh sebab itulah, Murod menekankan, bahwa rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau tidak hanya bisa dilakukan dalam bentuk kegiatan penanaman mangrove saja. Namun, diperlukan pembangunan bangunan sipil teknis, yang berfungsi sebagai penahan atau pemecah gelombang.

“Teknis rekayasa tanaman juga perlu dilakukan karena substrat atau media tanam tidak lagi pasir berlumpur, tetapi sudah sampai pada formasi tanah gambut,” jelasnya. 

Tentunya rehabilitasi mangrove yang terdegradasi perlu diidentifikasi dengan baik agar optimal identifikasi ekosistemnya dan identifikasi peluangnya.

“Rehabilitasi mangrove harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek sosial, fungsi kawasan kepemilikan lahan, dan kesiapan masyarakat dari aspek ekologis. Dan harus rencanakan dengan kebutuhan masing-masing lokasi,” ujarnya

Ia berharap, dengan program mangrove untuk ketahanan masyarakat di kawasan pesisir melalui program Indonesia’s Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) mampu meningkatkan pengelolaan mangrove yang lebih baik lagi kedepannya.

“Meningkatkan ketahanan masyarakat positif, pendekatan pengelolaan landscape terpadu diharapkan mampu mencapai tujuan sosial ekonomi dan lingkungan di wilayah yang menjadi sasaran,” harap Makmun Murod.

Selain itu, Murod berujar, dengan melakukan metode yang benar, penguatan pengelolaan pesisir melalui rehabilitasi, konservasi, dan pemanfaatan mangrove berkelanjutan sekaligus, dapat meningkatkan mata pencarian masyarakat pesisir.

“Melalui sistem mangrove yang lestari tentu menjadi tujuan kita bersama agar mampu menjaga ketahanan iklim dunia,” imbuhnya.

Riau jadi target utama rehabilitasi mangrove nasional

Provinsi Riau menjadi satu di antara daerah yang menjadi target utama rehabilitasi mangrove nasional. Hal ini tertuang di dalam Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2020 Tentang Badan Restorasi Gambut.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Murod tentu dibutuhkan upaya bersama semua pihak baik pemerintah, swasta, akademisi, NGO dan masyarakat. 

“Tentunya rehabilitasi mangrove penting dilakukan dalam ekosistem mangrove yang terdegradasi, lahan-lahan potensial, dan lahan yang berpeluang untuk menjadi rehabilitasi perlu diidentifikasi agar tujuan pemulihan ekosistem mangrove dapat tercapai,” katanya.

“Identifikasi peluang dan potensial rehabilitasi mangrove dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek sosial terutama fungsi kawasan, kepemilikan lahan dan kesiapan masyarakat, aspek ekologis, di mana rencana rehabilitasi disesuaikan dengan kebutuhan rehabilitasi masing-masing lokasi,” Murod menegaskan. 

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh stakeholder, mitra pembangunan untuk memberikan dukungan dan dedikasinya bagi kemajuan daerah. 

“Mari kita berikan dedikasi yang terbaik bagi kemajuan Provinsi Riau terutama dari sisi lingkungan. Semoga kita mampu menjaga alam ini demi kita dan anak cucu kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Sumber : riaulink.com

Editor : Kar

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polisi Sikat Dua Pengedar Sabu di Tualang Siak

    PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polisi Sikat Dua Pengedar Sabu di Tualang Siak

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Satres Narkoba Polres Siak mencokok dua orang pengedar sabu di Tualang. Keduanya berinisial SFT (19) dan AKP (22) kini meringkuk dalam penjara. Data dirangkum, Rabu (20/03/24), Tim Opsnal Polres Siak mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Jalan Sukamaju Gang Pasar RT 09 RW 02 Kampung Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Kedua pengedar […]

  • Ulama Dunia Keluarkan Fatwa Jihad Lawan Israel

    Ulama Dunia Keluarkan Fatwa Jihad Lawan Israel

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Sejumlah ulama terkemuka dunia mengeluarkan fatwa untuk seluruh umat Islam dan negara mayoritas Muslim berjihad melawan Israel. Sekjen Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS), Ali Al-Qaradaghi, pada Jumat (04/04/25) meminta umat Islam di seluruh dunia untuk segera turun tangan secara militer, ekonomi, dan politik guna menghentikan genosida yang tengah dilancarkan Israel di Jalur Gaza, […]

  • Terancam Disetop, Menkeu Purbaya Alihkan MBG ke Bantuan Beras 

    Terancam Disetop, Menkeu Purbaya Alihkan MBG ke Bantuan Beras 

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bakal mengalihkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke program lain. Termasuk untuk bantuan pangan beras 10 kg. “Saya akan alihkan ke tempat lain yang lebih siap atau ke masyarakat, seperti perluasan bantuan yang 2 kali 10 kilogram beras,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat […]

  • MAYAT Laki-laki Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Siak Pekanbaru

    MAYAT Laki-laki Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Siak Pekanbaru

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Warga Pekanbaru dibuat geger dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di bawah Jembatan Siak III, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Sabtu (23/09/23). Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra mengatakan, saat ini mayat tanpa identitas tersebut sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau. Bery menjelaskan bahwa peristiwa […]

  • POLISI Dumai Tangkap Warga Rohil di Sungai Sembilan, Kasusnya Sangat Meresahkan!

    POLISI Dumai Tangkap Warga Rohil di Sungai Sembilan, Kasusnya Sangat Meresahkan!

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    DUMAI, detak24.com – Unit Reskrim Polsek Sungai Sembilan bekuk dua pelaku curanmor berinisial DDS (33) dan PS (25), yang beraksi di barak PT Ruas Utama Jaya (RUJ). Para tersangka merupakan warga Rohil yang di barak regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT RUJ, Jalan Karya Baru RT. 021 Kelurahan Lubukgaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Rabu (18/01/23). Kapolres Dumai […]

  • Jemaah Haji Inhil Masih Dirawat di Mekah, Fase Kepulangan Berakhir

    Jemaah Haji Inhil Masih Dirawat di Mekah, Fase Kepulangan Berakhir

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kloter 14 BTH Batam merupakan penutup kepulangan haji asal Riau tahun 2024. Namun, tiga jemaah masih di Arab Saudi, seorangnya asal Inhil karena sakit. Dengan kembalinya Kloter 14 BTH Batam, maka berakhir proses pemulangan seluruh jemaah haji Riau. Total ada 5.239 jemaah yang sudah kembali ke Tanah Air. “Jemaah haji Kloter BTH […]

expand_less