LAM Bengkalis Bersama Tokoh Lintas Suku Dukung Kejari Tegakkan Hukum dan Berantas Narkoba
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BENGKALIS, detak24.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis bersama paguyuban lintas suku yakni Melayu, Jawa, Batak, Minangkabau, Banjar mendukung Kajari Bengkalis untuk menegakkan hukum yang seadil-adilnya dan membersihkan Negeri Junjungan dari peredaran narkoba.
Hal ini disampaikan saat kunjungan ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Selasa (13/6/2023) pukul 16.00 WIB. Kunjungan ini merupakan bagian dari konfirmasi langsung tokoh masyarakat Bengkalis terkait kasus hukum yang melibatkan oknum jaksa Kejari Bengkalis yang terseret kasus narkoba.
Datuk Seri H Sofyan Said yang menjabat sebagai Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Bengkalis saat dikonfirmasi menyampaikan kunjungan ini untuk mengklarifikasi berita simpang siur yang berkembang di masyarakat.
Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dalam memberantas persoalan kasus narkoba dan tindakan pidana lainnya di wilayah Kabupaten Bengkalis mendapat respon positif dari masyarakat adat lokal.
“Tadi kami melakukan kunjungan silaturahmi dengan Kejari Bengkalis terkait dengan informasi penahanan anggotanya kemarin itu. Setelah kami dapat informasi simpang siur tentu kami sebagai lembaga tetua di Bengkalis mengadakan pertemuan dengan paguyuban-paguyuban yang ada. Sehingga kami tidak mau mendapatkan informasi dari media sosial, dari informasi yang tidak jelas,” terangnya.

Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri H. Sofyan Said menyampaikan kunjungan ini untuk mengklarifikasi berita simpang siur yang berkembang di masyarakat.
Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dalam memberantas persoalan kasus narkoba dan tindakan pidana lainnya di wilayah kabupaten Bengkalis mendapat respon positif dari masyarakat adat lokal.
“Tadi kami melakukan kunjungan silaturahmi dengan Kejari Bengkalis terkait dengan informasi penahanan anggotanya kemarin itu. Setelah kami dapat informasi simpang siur tentu kami sebagai lembaga tetua di Bengkalis mengadakan pertemuan dengan paguyuban-paguyuban yang ada. Sehingga kami tidak mau mendapatkan informasi dari media sosial, dari informasi yang tidak jelas,” terangnya.
Datuk Seri turut prihatin dengan narkoba yang mengancam masa depan bangsa ini. “Jadi kita berdirilah karena perbuatannya ini merusak anak bangsa. jadi yang kita sarankan kenapa oknum juga terlibat. Setelah tadi kita mendengar keterangan dari Kajari Bengkalis ternyata tidak seperti yang disampaikan oleh informasi yang tidak jelas,” ungkapnya.
Pertemuan tadi membuat seluruh tokoh adat di Bengkalis merasa lega dengan tindakan tegas Kajari Bengkalis.
“Makanya kita minta klarifikasi kejadian yang sebenarnya bagaimana. sepanjang tindakan Kajari itu. apalagi ini saatnya. Artinya dia sanggup melakukan tindakan yang melanggar hukum. Tindakan itu terlepas dari pada ada yang senang dan tidak,” terangnya.
Pihaknya menyambut baik langkah Kejari ini dan mengatakan bahwa upaya hukum ini sudah sesuai aturan.
“Ke depannya nanti tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat, bangsa sendiri. Apalagi negeri kita ini negeri yang beradat. Jadi kita tidak mau hal-hal begitu dan melanggar ketentuan hukum. Itu yang kami sampaikan tadi kepada pak Kajari tadi makanya kita apresiasi Kejaksaan Negeri Bengkalis sudah melakukan tindakan hukum secara fair sesuai hukum yang berlaku,” sambutnya.
Tindakan tegas ini dinilai bisa kembali mengembalikan mosi percaya publik terhadap lembaga hukum karena tidak ada tebang pilih atau melindungi pihak tertentu.
“Apa yang disampaikan dari Kajari Bengkalis tadi cukup jelas dari masyarakat Lembaga Adat Melayu Riau dan paguyuban sangat mendukung tindakan yang dilakukan Kejari Bengkalis. Namun kita tetap menunggu keputusan inkrah dari pengadilan negeri,” tegas Datuk.
Kehadiran tokoh adat Bengkalis ini disambut baik Kajari Bengkalis dan jajaran. Pesan disampaikan untuk berantas narkoba terutama Bengkalis sebagai wilayah perbatasan dengan negara Malaysia yang jadi pintu masuk narkoba.
“Dikarenakan berbatasan dengan negara tetangga Malaysia sehingga sulit terpantau. Sehingga masyarakat siap membantu pemerintah agar peredaran narkoba ini tidak meluas,” imbuhnya.
Kajari Bengkalis, Zainur Arifin Syah, menyambut baik kedatangan para tokoh tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian para tokoh daerah setempat.
“Tentu kami menyambut baik karena para tokoh di Bengkalis mempunyai semangat yang sama dalam pemberantasan tindak pidana,” tukas Zainur. (rilis)
Editor : Yus Sikumbang
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
- Penulis: Yusrizal Sikumbang












