Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tangisan Sesepuh Suku Talang Mamak di Hadapan Gubri, Tanah Ulayat Habis Dibabat Perusahaan

Tangisan Sesepuh Suku Talang Mamak di Hadapan Gubri, Tanah Ulayat Habis Dibabat Perusahaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pekanbaru, detak24.com – Gubernur Riau, H Syamsuar menerima rombongan pucuk pimpinan tertinggi (Patih) dan para Batin dari suku asli Talang Mamak Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, Jumat (17/6/2022), di kediamannya. 

Dikutip Ahad (19/06/22), kedatangan 15 orang Patih dan para Batin Talang Mamak dari Indragiri Hulu terdiri dari 5 Kecamatan dan 1 kecamatan Indragiri Hilir ini untuk menyampaikan aspirasi mereka tentang hutan tanah wilayah hukum adat Talang Mamak yang telah habis porak poranda dibabat dengan keberadaan perusahaan sawit (HGU)  dan perusahaan kehutanan (HTI).

Mereka bukan tak mendukung pembangunan di Riau, tapi mereka sangat resah karena Hutan Tanah tempat mereka tinggal dan tempat mereka hidup serta bercocok tanam telah habis luluh-lantak.

Para petinggi adat Talang Mamak ini menyampaikan keresahan yang dalam sehingga Batin Bumbungan sampai menangis menceritakan nasib tragis ulayat dan wilayah adat mereka yang tak dihormati dan dihargai sebagai warga negara.

Mereka menyampaikan apakah yang akan terjadi kepada anak cucu mereka ke depan dan masa depannya.

Hutan luluh lantak, kalau pun kami punya kebun karet dan lahan pertanian semakin menyempit oleh oknum perambah hutan kami dan perusahaan HGU dan HTI, bahkan banyak juga kebun perusahaan tak ada izinnya,” kata Batin Bumbungan.

Kalaupun ada Taman Nasional Bukit Tiga puluh di wilayah Kabupaten Inhu dan Inhil sebagai wilayah konservasi mereka juga tak tahu mana tapal batas Taman Nasional Bukit Tiga puluh itu.

“Hutan kami jaga dan lestarikan, tapi malah perambah hutan semakin menjadi-jadi melakukan ilegal logging dibiarkan di wilayah Hutan Taman nasional. Sejak dulu kami  jaga dan pelihara hutan kami itu, sedari dulu,” jelas Batin Irasan dengan nada sedih.

Mereka ingin Wilayah Masyarakat Adat Talang Mamak yang terdiri dari 29 Batin (Desa), Wilayah adatnya seluas 365.816,5 hektar sebanyak hampir 71.000 jiwa dan sebanyak 11.000 Kepala Keluarga (KK) diakui Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah, terutama Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. 

“Kami meminta Pak Gubernur (bersama 2 Bupati lainnya, Inhu dan Inhil) mengakui dan mengesahkan kami sebagai Masyarakat Hukum Adat dan Hutan Adat kami boleh dikelola Masyarakat Talang Mamak. Sehingga tak ada kecemasan lagi dalam mengelola Hutan Tanah kami. Kami tidak dikejar-kejar dan ditangkap aparat dalam mengelola hutan tanah kami yang tersisa sangat sedikit dan sempit itu lagi!”

Program Perhutanan Sosial

Gubernur Syamsuar dalam pertemuan itu yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Makmun Murod MSi dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau H. Raja Yoserizal serta Tenaga Ahli Gubernur Riau Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Johny Setiawan Mundung langsung meresponnya. 

Gubri memerintahkan kepada kedua Kepala Dinas baik LHK dan Disbud untuk segera melakukan pemetaan di lapangan dan sosialisasi tentang Program Perhutanan Sosial yaitu berupa Hutan Adat dan Pemetaan Wilayah Masyarakat Hukum Adat Talang Mamak ini (WILHA). 

Selain itu Gubri meminta dilakukan penelusuran tentang Cagar Budaya serta mengembangkan secara serius adat istiadat Talang Mamak yang telah hidup dan berkembang sejak puluhan ribu tahun yang lalu dan sertifikasi budaya Lokal ini.

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi  menegaskan bahwa Masyarakat Suku Asli Talang Mamak diakui di Riau keberadaannya dan setara dengan masyarakat suku lainnya di Riau.

“Saya menginginkan  persoalan masyarakat suku asli di Riau dapat diselesaikan satu per satu masalahnya. Dan dengan kebersamaan kita yakin bisa mengurai persoalan yang ada di sana,” kata  Datuk Setia Amanah tersebut. “Terutama Suku Asli Talang Mamak dan Suku Sakai yang akan menjadi prioritas contoh penyelesaian Wilayah adat dan Ulayat di Riau nantinya,” kata Syamsuar lagi.

Pada kesempatan itu Gubri juga menyinggung keberadaan suku Sakai, Akit, Bonai, Guano, suku Laut yang juga menjadi konsen Pemerintah Provinsi Riau dalam Program Riau Hijau yang sudah Menjadi RPJMD Provinsi Riau.

Semua suku asli harus mendapat perlindungan secara hukum.

Sebelumnya dalam berbagai kesempatan pertemuan nasional dan internasional Gubri selalu menyebut suku Talang Mamak dan Sakai serta Suku Laut, guano dan Akit sebagai suku yang sudah lebih dulu berada di Riau dan diakui keberadaannya dalam menata dan perkaya khasanah adat dan budaya di Riau ini. 

“Suku asli di Riau cukup mewarnai pola interaksi, ekonomi, ekologi, sosial, politik dan budaya di Riau,” ujar Gubri.

Atas respon dan penegasan yang disampaikan orang nomor satu di Riau itu, masyarakat Talang Mamak yang diwakilkan oleh Batin Talang Parit Irasan menyampaikan ucapan terimakasih, rasa haru dan bangga kepada Gubernur Riau yang akan membantu persoalan Pengakuan Hutan Adat di Talang Mamak ini.

Kami sangat berharap kepada Pak  Gubernur Riau hal ini dapat dilaksanakan nantinya. Kalau tim Pak Gubernur ke lapangan melakukan pemetaan, kami 29 Perbatinan dan 5 kecamatan akan mengawal dan mendukung,” tutup Batin Irasan.(Riaulink)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi petani sagu diterkam harimau di Sei Apit Siak. f : ist

    PETANI Sagu Diterkam Harimau di Sei Apit, Lengan dan Bahu Terluka

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Seorang petani sagu diterkam harimau di Sei Apit Kabupaten Siak. Korban menderita luka kritis pada lengan dan bahu. Konfrontasi harimau dan manusia kembali terjadi di Siak. Kali ini, seorang petani sagu diterkam harimau ketika beristirahat di pondok Dusun 3 Sungai Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya […]

  • Rapat kerja DPK ALUN Kota Dumai di Hotel The Best, Kamis (07/11/24)

    Dihadiri Ketua DPW, DPK ALUN Dumai Gelar Rapat Kerja di The Best Hotel 

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Dewan Pimpinan Kota Apresiasi Lingkungan Hidup dan Hutan Indonesia (DPK ALUN) Kota Dumai gelar rapat kerja di Hotel The Best, Kamis (07/11/24). Rapat mengambil tema ‘Sinergi Restrukturisasi untuk Harmonisasi Organisasi’, dihadiri Ketua DPW ALUN Riau, Ir Ferdinand, Dewan Penasehat, Dewan Pakar serta pengurus DPK ALUN Kota Dumai yang telah dilantik sejak dua […]

  • Heboh Eks Kades Kepenuhan Raya Rohul Ditangkap Jaksa, Sekarang Ia di Lapas Pasir Pengaraian!

    Heboh Eks Kades Kepenuhan Raya Rohul Ditangkap Jaksa, Sekarang Ia di Lapas Pasir Pengaraian!

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Aparat kejaksaan terpaksa menjebloskan Ahmad Irfan ke dalam penjara. Eks Kades Kepenuhan Raya, Kabupaten Rohul itu tersangka korupsi PADes. Mantan Kepala Desa Kepenuhan Raya, Ahmad Irfan resmi ditahan Kejari Rohul atas dugaan korupsi penyimpangan Pendapatan Asli Desa (PADes) periode 2012–2018. Sekarang ia ditahan di Lapas Pasir Pengaraian. Kepala Seksi Intelijen Kejari Rohul, […]

  • Susno Duadji Mengaku Diteror Polisi Jakarta, Kendaraan Dinas serta Mobil Inafis

    Susno Duadji Mengaku Diteror Polisi Jakarta, Kendaraan Dinas serta Mobil Inafis

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    Jakarta, detak24.com -!Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji mengaku diteror, karena acap membahas kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret Irjen Ferdy Sambo. Bukan sembarangan, menurut Susno Duadji, orang-orang yang menerornya berasal dari kepolisian. Susno Duadji mengatakan, usaha tambang anaknya yang berada di Lahat, Sumatera Selatan didatangi oleh sejumlah polisi pada 16 Agustus 2022 lalu. Susno Duadji menuturkan, polisi-polisi tersebut datang menggunakan mobil […]

  • VIRAL Kampar : Salip Mobil, Pemotor Tewas Terlindas di Jalan Garuda Sakti

    VIRAL Kampar : Salip Mobil, Pemotor Tewas Terlindas di Jalan Garuda Sakti

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    KAMPAR, detak24com – Kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa kembali terjadi di Jalan Garuda Sakti KM 6, Kabupaten Kampar, Ahad (23/07/23) malam. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak pengendara sepeda motor sedang melaju berboncengan hendak mendahului sebuah truk  Namun, dari arah berlawanan datang sebuah mobil. Sepeda motor itu pun menyenggol mobil tersebut […]

  • Bharada E saat memenuhi panggilan Komnas HAM. F. :. IST

    Empat Lembar Surat Bharada E Runtuhkan Skenario Irjen Sambo, Air Mata Menetes-Putarkan Lagu Rohani

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Jakarta, detak24.com -;Bharada E sempat menarik kesaksian di berita acara pemeriksaan (BAP) Hal itu lantaran kuawatir terjadi apa-apa pada dia dan keluarga, jika menceritakan kejadian sebenarnya. Dalam keadaan air mata terus menetes Bharada E menulis empat carik kertas. Penyidik dan pengacara berusaha menenangkannya dengan memutar lagu rohani. Serta meyakinkannya bahwa tak perlu kuatir. Akhirnya empat lembar […]

expand_less