GEMPA Sulut hingga 7,5 SR Datang Bertubi-tubi, Hindari Bangunan Retak!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 3 Des 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – Gempa Sulut skala besar terjadi dua kali, Sabtu (02/12/23) malam. Catatan BMKG, gempa Sulut skala besar tersebut yakni 7,5 SR dan 6,2 SR, terjadi dalam rentang waktu beberapa menit.
Gempabumi susulan 6,2 SR mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (2/12/2023) sekitar pukul pukul 22.00 WIB. BMKG mengingatkan bahwa informasi gempa ini mengutamakan kecepatan. Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
“#Gempa Mag:6.2, 02-Dec-2023 22:00:14WIB, Lok:8.31LU, 126.98BT (480 km TimurLaut MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:47 Km #BMKG,” tulis BMKG.
Sebelumnya, gempa Sulut besar berkekuatan 7,5 SR juga mengguncang Melonguane, Sulut. Terjadi sekitar pukul 21.36 WIB. Adapun lokasi gempa berada di 11.56 Lintang Utara, dan 126.87 Bujur Timur. Tepatnya 840 kilometer sebelah timur laut Melonguane dengan kedalaman 113 kilometer.
“#Gempa Mag:7.5, 02-Dec-2023 21:36:27WIB, Lok:11.56LU, 126.87BT (840 km TimurLaut MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:113 Km #BMKG,” tatat BMKG.
Hindari Bangunan Retak
Gempa berkekuatan 7,5 SR mengguncang Pulau Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (2/12/23) malam. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,53° LU; 126,59° BT atau tepatnya berlokasi di laut 420 km Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 56 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Sulut yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Dipicu aktivitas subduksi lempeng laut Filipina ke bawah Pulau Mindanao. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.
Gempa bumi berdampak dengan skala III MMI di Naha, Sulut. Dia memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. “Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Sulut ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian, menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG,” ingat Daryono dikutip dari Sindonews. (*/berita)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Saat ini belum ada komentar