Puluhan Siswa SMKN 1 Kandis Keracunan MBG, BGN Tutup Dapur SPPG
Siswi SMKN 1 Kandis keracunan MBG dirawat intensif. f : ist
SIAK, detak24com – Puluhan siswa SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak keracunan MBG. Pihak BGN langsung menutup dapur SPPG penyedia menu.
Anak didik di SMKN 1 Kandis mengalami diare usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Telaga Sam-sam di bawah Yayasan Tuah Karya.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup sementara dapur penyedia MBG, sambil melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap pada Selasa (13/01/26) pagi sekitar pukul 09.20 WIB, saat pihak SMKN 1 Kandis menghubungi tim SPPG melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan itu, pihak sekolah melaporkan adanya sejumlah siswa yang mengalami diare.
Merespon laporan tersebut, Kepala SPPG dan Ahli Gizi dan Asisten Lapangan (Aslap) langsung turun ke lokasi. Para siswa yang terindikasi mengalami diare dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama medis.
“Sebanyak 21 siswa diinfus di klinik,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Lisa Wahari kepada wartawan, Jumat (23/01/26).
BGN menjelaskan, pada Ahad (11/01/26) dapur penyedia menerima bahan baku seperti biasa untuk persiapan distribusi MBG untuk Senin. Namun, pada Senin pagi saat proses memasak, tim menemukan salah satu bumbu pelengkap dalam kondisi kurang baik, tapi tetap diolah.
“Ahli gizi saat itu sudah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan diganti dengan yang baru,” jelas Lisa.
Menu MBG itu kemudian dikemas dan didistribusikan pada pukul 08.00 WIB ke sejumlah sekolah di antaranya TK Negeri Pembina Kandis, RA Baiturrahman, SDN 01 Telaga Sam-sam, SDN 24 Telaga Sam-sam dan SMP Muhammadiyah.
Mirisnya, pada proses pengolahan untuk pengantaran siang, bumbu yang sebelumnya dinyatakan tidak layak tersebut kembali digunakan oleh tim dapur dengan mencampurkan baking powder, dengan asumsi untuk menghilangkan rasa asam pada santan atau bumbu.
Makanan hasil olahan ini kemudian didistribusikan sekitar pukul 10.30 WIB ke delapan titik yakni SD Al-Fatih, SMP Negeri 1 Kandis, SMK Plus Insan Cendikia, SMK Baiturahman, Posyandu Mekar Sari, Posyandu Kasih Ibu, Posyandu Melati dan SMKN 1 Kandis.
Hingga Senin petang hari itu, BGN mengatakan tidak menerima laporan keluhan dari pihak sekolah maupun orang tua siswa terkait makanan MBG yang dikonsumsi pada siang hari dengan bumbu bermasalah tadi.
“Baru pada Selasa sekitar pukul 09.20 WIB pihak SMKN 1 menghubungi tim SPPG menyampaikan keluhan ada siswa yang mengalami diare,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan dan evaluasi, BGN memutuskan menutup sementara dapur MBG yang bersangkutan hingga seluruh standar operasional dan kelengkapan dapur dipastikan kembali sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional.
“Dapur ditutup sementara oleh BGN sampai bisa melengkapi standar sesuai aturan,” pungkasnya dikutip dari cakaplah. (*)
Editor : Kar
