Bukan Jualan Lontong, Emak emak Warga Bintan Dumai Pilih Dagang Ekstasi
Emak emak warga Bintan, Dumai jadi pengedar ekstasi. f : ist
DUMAI, detak24com – Emak emak warga Bintan, Dumai ditangkap polisi usai ketahuan menjual ekstasi. Kini, perempuan berinisial RS itu terpaksa hidup dalam penjara.
Langkah cepat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil. Seorang perempuan berinisial DS. yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis ekstasi berhasil diamankan Sat Res Narkoba Polres Dumai saat berada di depan sebuah bengkel Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bintan, Dumai, Sabtu (09/05/26) dini hari sekira pukul 00.15 WIB.
Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung Kanit II Satres Narkoba Polres Dumai Ipda Rico Salomo Hutabarat, bersama tim opsnal usai menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut.
Kasat Narkoba Polres Dumai AKP Riza Effyandi, mengatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan intensif berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.
“Tim melakukan pendalaman informasi terkait dugaan transaksi narkotika di kawasan Jalan Sudirman. Setelah dilakukan pengamatan dan penyelidikan, petugas berhasil mengamankan seorang perempuan yang diduga membawa narkotika jenis ekstasi,” ujar dia, Sabtu (09/05/26).
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap tersangka yang disaksikan oleh ketua RT setempat. Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua bungkus plastik berisi masing-masing 10 butir diduga narkotika jenis ekstasi merk LV warna kuning dan merk Rolex warna hijau.
Selain narkotika jenis ekstasi dengan total berat kotor sekitar 7,54 gram atau sebanyak 20 butir, polisi turut mengamankan dua unit handphone Android serta celana jeans yang digunakan tersangka saat diamankan di lokasi kejadian.
“Barang bukti ditemukan terselip di bagian pinggang celana tersangka. Seluruh barang bukti sudah kami amankan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka DS. mengakui barang haram tersebut merupakan miliknya. Polisi selanjutnya membawa tersangka ke Mapolres Dumai guna menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya jaringan lain.
Ia menegaskan, bahwa Polres Dumai terus berkomitmen memberantas segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang dapat merusak generasi muda dan mengganggu keamanan masyarakat.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba di Kota Dumai. Penindakan akan terus dilakukan secara tegas dan berkelanjutan demi menjaga lingkungan tetap aman dari bahaya narkotika,” tegasnya.
Berdasarkan hasil tes urine, tersangka diketahui positif methamphetamine.
Kasat juga mengapresiasi masyarakat yang telah membantu memberikan informasi kepada pihak kepolisian sehingga pengungkapan kasus narkotika tersebut dapat dilakukan dengan cepat.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus bersama-sama memerangi narkoba. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau tindak pidana lainnya, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui layanan Call Center Polri 110,” ungkapnya.
Saat ini Satres Narkoba Polres Dumai masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk menelusuri asal barang bukti dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika di Kota Dumai.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto ketentuan penyesuaian pidana, dengan ancaman hukuman berat sesuai ketentuan perundang-undangan. (Red)
Editor : Kar
