DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Puluhan Warga Bakar Gudang Bandar Narkoba di Rantau Kopar Rohil 

Puluhan orang membakar gudang milik bandar sabu di Rantau Kopar, Rohil. f : ist

ROHIL, detak24com  – Kericuhan dipicu maraknya peredaran narkoba kembali terjadi di Rohil. Warga membakar bangunan yang diduga milik bandar narkoba di Rantau Kopar, Jumat (08/05/26).

Terkait peristiwa itu, Polda Riau menegaskan aksi pembakaran lokasi penggerebekan narkotika tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap aparat kepolisian.

Dirresnarkoba Polda Riau Putu Yudha Prawira, mengatakan bahwa peristiwa itu dipicu luapan emosi masyarakat terhadap dugaan aktivitas peredaran narkoba di Rantau Kopar.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 14.00 WIB, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan pengembangan kasus narkotika di Kabupaten Bengkalis.

Berdasarkan keterangan tersangka yang sebelumnya diamankan di Duri, pasokan narkoba diduga berasal dari seorang pria warga Rantau Kopar.

Tim kemudian bergerak menuju Jalan Rambutan, Kepenghuluan Bagan Cempedak, Rantau Kopar. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menangkap RP.

“Tim melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di sebuah gudang yang dilengkapi kamera pengawas (CCTV),” kata Putu, Sabtu (09/05/26).

Dalam penggeledahan yang disaksikan ketua RT setempat, polisi menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik besar bekas, alat isap sabu atau bong, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika.

Ia menjelaskan, langkah kepolisian itu awalnya mendapat dukungan penuh dari warga yang resah terhadap aktivitas di lokasi tersebut. Warga bahkan berbondong-bondong mendatangi tempat penggerebekan.

“Ketika penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat mendukung penuh langkah petugas. Mereka mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas narkoba ditindak,” jelasnya.

Situasi berubah setelah petugas meninggalkan lokasi. Sekitar 50 warga diduga terprovokasi dan mendesak polisi segera menangkap bandar besar narkoba di wilayah tersebut.

Meski pihak Polsek Rantau Kopar telah memberikan penjelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan. Namun, massa tetap bergerak menuju lokasi penggerebekan dan membakar bangunan tersebut.

Sementara itu, polisi membawa RP untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine menunjukkan RP positif methamphetamine. “Saat ini masih kami kembangkan,” ungkapnya.

Menurut Putu, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar jaringan.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami memastikan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di Riau,” katanya.

Saat ini, personel dari Polres Rokan Hilir telah dikerahkan ke lokasi kejadian dan Mapolsek Rantau Kopar untuk memperkuat pengamanan serta memastikan situasi tetap kondusif.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses tersebut ke polisi, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : Kar