Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Penyidik Polda Riau Periksa Muflihun 7 Jam, Bakal Jadi Tersangka Korupsi SPPD Fiktif?

Penyidik Polda Riau Periksa Muflihun 7 Jam, Bakal Jadi Tersangka Korupsi SPPD Fiktif?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Penyidik Polda Riau periksa mantan Sekwan DPRD Riau, Muflihun selama 7 jam terkait korupsi SPPD fiktif tahun 2020-2021, Jumat (14/02/25).

Mantan Pj Wako Pekanbaru itu diperiksa hampir selama 7 jam. Yakni mulai 14.00 wib – 18.45 WIB. Dimana ini merupakan pemeriksaan lanjutan sebelumnya.

“Kami hari ini dipanggil dalam rangka saksi dalam tindak lanjut kasus SPPD fiktif di Setwan DPRD Riau,” terang Muflihun usai menjalani pemeriksaan tersebut di Mapolda Riau.

Dia mengklaim ditemukan ada indikasi pemalsuan tanda tangan saat ia menjabat Sekretaris DPRD Riau.

“Kami melihat ada tanda tangan yang diduga dipalsukan, ada tanda tangan kwitansi yang diteken bendahara. Itu lumrah terjadi, soal administrasi saja,” ungkap Muflihun.

Kedatangannya dalam pemeriksaan ini kata Uun sebagai bukti warga negara yang taat. “Kami kalau dipanggil datang. Selaku warga negara Indonesia tentu patuh hukum, dukung polisi juga agar tuntas masalah SPPD di Riau,” paparnya.

Sementara, Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan mengatakan pemeriksaan bertujuan untuk mendalami keterangannya terkait 58 Nota Pencairan Dana (NPD).

“Kami menggali informasi lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya dugaan penyimpangan dalam pencairan dana tersebut,” kata Ade.

“Kami ingin memastikan semua aspek diklarifikasi secara menyeluruh, sehingga tidak ada informasi yang terlewat,”imbuhnya.

Dijelaskan sebelumnya, dari total 242 pegawai yang terima uang dari dugaan korupsi SPPD Fiktif di Setwan DPRD Riau, 176 orang telah melakukan melakukan pengembalian. Total ada sebanyak Rp18,8 milyar sudah disita Polda Riau.

Terangnya, masih ada 66 orang lainnya yang belum melakukan pengembalian uang dari dugaan korupsi SPPD Fiktif tersebut. Malah 37 diantaranya sama sekali belum ada mencicil dana itu lantaran beralasan uangnya sudah habis dipergunakan.

“Kita masih menunggu hasil audit resmi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau untuk memastikan jumlah pasti kerugian dalam kasus ini,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau seluruh penerima dana korupsi untuk segera mengembalikannya kepada penyidik. Jika tidak, pihaknya akan mempertimbangkan penetapan tersangka, dikutip detak24com dari riauterkini. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BOCAH Hanyut Akibat Sampan Terbalik di Sungai Kampar Ditemukan Tewas

    BOCAH Hanyut Akibat Sampan Terbalik di Sungai Kampar Ditemukan Tewas

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 5Komentar

    KAMPAR, detak24com – Tim SAR menemukan bocah hanyut korban sampan terbalik di Sungai Gelombang, Desa Sipingguk, Kecamatan Salo, Kampar dalam keadaan meninggal, Sabtu (10/02/24). Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, bocah hanyut tersebut atas nama Noren (4) ditemukan pada pukul 07.45 WIB. Ditemukan pada titik koordinat 0 20′ 36.4″ N 100 59′ 51.1″ E, atau […]

  • Sejak Ada MBG, Orangtua Makin Rajin Bawa Anak Imunisasi ke Posyandu Kayangan 

    Sejak Ada MBG, Orangtua Makin Rajin Bawa Anak Imunisasi ke Posyandu Kayangan 

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Sejak program MBG (Makan Bergizi Gratis) masuk ke Posyandu Kayangan, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, orangtua semakin rajin dan antusias membawa anak-anak ke Posyandu. “Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui) apalagi anak-anak sangat senang mendapat MBG. Menunya enak, yang basah maupun kering,” ujar Bendahara Posyandu Kayangan, Ramlah, Kamis (05/03/26). Seperti diketahui […]

  • SAAT Docking, KLM Sinar Bahagia Ludes Terbakar di Alahair Laut Meranti

    SAAT Docking, KLM Sinar Bahagia Ludes Terbakar di Alahair Laut Meranti

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MERANTI, detak24com – Nahkoda dan ABK KLM Sinar Bahagia, selamat dari kebakaran saat docking di Jalan Belibis Alahair Laut, Kepulauan Meranti, Rabu (12/06/24) dinihari. KLM Sinar Bahagia terbakar saat bersandar di lokasi Docking Kapal Alu, sekitar pukul 02.30 WIB. Mereka yang selamat, Subirin (55) selaku Kapten, Yulianto (51) selaku officer dan ABK yakni KKM Yulianto […]

  • WAH! Pak Lurah Viral Pekanbaru Dilaporkan Janda, Ini Jawaban Terlapor

    WAH! Pak Lurah Viral Pekanbaru Dilaporkan Janda, Ini Jawaban Terlapor

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pekanbaru, detak24com  – R yang merupakan Lurah Tanjung Rhu Pekanbaru dilaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan melecehkan seorang janda berinisial M (38). Dimana, M melaporkan bahwa R telah dengan sengaja menyentuh bagian dadanya. M yang merupakan Anggota Panwaslu di Kecamatan Limapuluh Pekanbaru, mengatakan aksi dilakukan lurah itu saat dirinya bertemu R bersama rekannya. Kapolsek Limapuluh […]

  • SABU Ditukar Tawas, Irjen Teddy Minahasa Putra Dituntut Hukuman Mati

    SABU Ditukar Tawas, Irjen Teddy Minahasa Putra Dituntut Hukuman Mati

    • calendar_month Jumat, 31 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    JAKARTA, detak24com – Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa Putra dituntut hukuman mati. Jaksa meyakini jenderal bintang dua itu bersalah dalam kasus barang bukti sabu ditukar tawas. “Menyatakan terdakwa Irjen Teddy Minahasa Putra bin Haji Abu Bakar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana,” kata jaksa saat membacakan tuntutan di PN Jakarta […]

  • Sawit Kawasan TNTN Bakal Dikelola Pemerintah? Satgas PKH: Jika Komersil Kenapa Ditumbang 

    Sawit Kawasan TNTN Bakal Dikelola Pemerintah? Satgas PKH: Jika Komersil Kenapa Ditumbang 

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Komandan Satgas PKH, Mayjen TNI Dody Triwinarto membantah kabar yang menyebut lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dikelola secara komersial oleh PT Agrinas Palma Nusantara. Ia menegaskan, informasi tersebut merupakan hoaks dan menyesatkan. Menurutnya, kawasan TNTN saat ini justru sedang dipulihkan dari aktivitas perkebunan kelapa sawit ilegal, bukan dialihfungsikan untuk kepentingan bisnis. […]

expand_less