Sasar Pelabuhan Bagansiapiapi, Mabes TNI Ajak Syahbandar dan Warga Cegah Karhutla
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

Tim penyuluh Mabes TNI sosialisasi karhutla di pelabuhan penyeberangan Bagansiapiapi. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROKAN HILIR, detak24com – Tim penyuluhan karhutla Mabes TNI melaksanakan anjangsana dan komunikasi sosial (Komsos), dalam rangka mencegah karhutla di Pelabuhan Penyeberangan Bagansiapiapi, Riau.
Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat TNI. Tim penyuluh dari Mabes TNI mengunjungi pelabuhan penyeberangan Bagansiapiapi, Jalan Pelabuhan Baru, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Sabtu (19/09/26) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, sekaligus memberikan edukasi kepada pihak Syahbandar dan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla.
Tim tersebut dipimpin Brigjen (Mar) Benyy P. Nadeak, S.E., M.A., bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Dalam rilis Kodim 0321/Rohil yang diterima redaksi detak24com, sebanyak 31 orang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari satu orang Babinsa Koramil 01/Bangko, 10 orang dari pihak Syahbandar, serta 20 orang masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menyampaikan pentingnya peran bersama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diingatkan mengenai bahaya serta dampak Karhutla, termasuk larangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Selain memberikan pemahaman, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun koordinasi antara TNI, pihak Syahbandar dan masyarakat. Sinergitas tersebut dinilai penting agar potensi Karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” tulis rilis Kodim 0321/Rohil.
Masyarakat juga didorong untuk berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api, potensi kebakaran, maupun aktivitas yang berisiko memicu Karhutla.
“Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi wilayah yang aman dari ancaman Karhutla, khususnya di sekitar Pelabuhan Penyeberangan Bagansiapiapi dan wilayah Kabupaten Rokan Hilir,” sebutnya.
Kegiatan anjangsana dan Komsos berakhir sekitar pukul 10.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak Syahbandar dan masyarakat yang hadir. Komunikasi serta koordinasi yang telah terbangun diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
“Dengan komunikasi yang semakin kuat antara aparat, pihak pelabuhan dan masyarakat, setiap potensi Karhutla diharapkan dapat segera diketahui, dilaporkan dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya. (*)
Editor : Kar

















