Pemkab-Investor Mantapkan Rencana Proyek Jembatan Bengkalis, Begini Hasilnya!

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80

BENGKALIS, detak24comPemkab bersama investor kembali gelar rapat pembangunan jembatan Bengkalis. Hasilnya, disepakati usulan penekenan Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Jembatan Bengkalis merupakan sarana penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Bengkalis, rencananya akan dikerjakan investor China, Sino Road & Bridge Co Ltd (SRGBC).

Menindaklanjuti rencana pembangunan jembatan tersebut, Pemkab Bengkalis dan Sino Road & Bridge Co Ltd (SRGBC) menggelar rapat di ruang Hang Tuah, Kantor Bupati Bengkalis, Senin (08/07/24).

Rapat tersebut dipimpin Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, H Bustami HY yang dihadiri beberapa pejabat penting, termasuk Head Contract Consultant SRGBC Ika Puspitasari dan sejumlah pejabat Pemprov Riau.

“Kami sangat menghargai diskusi dan kunjungan lapangan yang telah dilakukan Pemprov Riau bersama pihak investor dan Pemkab Bengkalis,” kata Bustami.

“Semoga pertemuan ini dapat memberikan arah yang lebih konkret untuk persiapan pelaksanaan pembangunan jembatan ke depan,” sambungnya.

Sementara itu, Rahmad Rahim yang mewakili Kepala Bappedalitbang Riau, mengusulkan Dinas PUPR Bengkalis segera menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pembangunan jembatan penghubung tersebut.

“Kami mengharapkan progres dan kerjasama dari semua pemangku kepentingan yang terlibat. Termasuk pendalaman studi kelayakan yang telah dilakukan Pemkab Bengkalis,” ujar Rahmad Rahim.

Menanggapi usulan tersebut, Kadis PUPR Bengkalis, Ardiansyah menjelaskan, konsep PKS pembangunan jembatan sudah selesai dan tinggal menunggu seremonial bersama Kepala PUPR Provinsi Riau.

“Saat ini, kami sedang menindaklanjuti administrasi dan kelengkapan lainnya. Termasuk skema pendanaan dan proses pembebasan lahan yang telah disiapkan Pemkab Bengkalis,” jelas Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan, percepatan administrasi sangat diperlukan untuk bisa melanjutkan ke tahap pembangunan.

“Kami membutuhkan dorongan kuat dari Pemprov dan Kabupaten agar proyek ini dapat segera dilaksanakan pihak ketiga. Perencanaan harus selesai sehingga proses pembangunan bisa dipercepat,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya memasukkan unsur budaya Melayu dalam desain jembatan tersebut.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPRPKPP Riau, Teza Dasra menyatakan, jembatan ini akan menghubungkan jalan nasional, provinsi dan kabupaten sesuai dengan program provinsi yang telah masuk dalam rencana Kementerian PUPR.

Jembatan ini sangat potensial, dan skema pendanaan yang disarankan adalah melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KBPU) atau APBN/APBD,” sebutnya.

Pihak SRGBC selaku calon investor telah menyatakan kesiapan mereka untuk memulai pembangunan jembatan ini. Hanya tinggal menunggu persiapan dari Pemerintah Bengkalis dan Provinsi Riau.

Tentunya, proyek ini harus segera masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sebelum akhir Juli 2024, dikutip detak24com dari halloriau. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com