Tertangkap di Pasaman, Harimau Sumatera Dilepasliar di Kampar
KAMPAR, detak24com – BKSDA Sumbar bekerjasama dengan BBKSDA Riau melepasliarkan seekor harimau Sumatera betina yang diberi nama Puti Malabin.
Pelepasliaran ini dilakukan di kawasan Suaka Margasatwa Bukit Baling, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto menjelaskan, proses pelepasliaran Puti Malabin dilakukan setelah melalui serangkaian kajian lokasi bersama COP dan Yayasan Sintas Indonesia.
“Kita melakukan kajian lokasi pelepasliaran bersama COP dan Yayasan Sintas Indonesia. Tahapan itu meliputi rapid assessment, lokasi pelepasliaran, ground check kesesuaian habitat asal, inventarisasi ketersediaan pakan, survey daya dukung dan daya tampung populasi harimau Sumatera, dan potensi ancaman dan gangguan melalui operasi sapu jerat,” ungkap Lugi dilansir detik.com, Ahad (30/06/24).
Lugi menambahkan, hasil kajian menunjukkan landscape Rimbang Baling memenuhi kriteria sebagai lokasi pelepasliaran yang ideal.
“Dari rekomendasi kajian tersebut, menetapkan landscape Rimbang Baling memenuhi kriteria sebagai lokasi pelepasliaran. Sementara, Puti Malabin sudah kita lepaskan sejak kemarin,” jelasnya.
Puti Malabin sebelumnya diselamatkan dari Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman pada 4 Februari 2024, setelah terjadi interaksi negatif dengan masyarakat setempat.
Harimau tersebut kemudian diobservasi di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi selama hampir lima bulan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, Tim Medis TMSBK menyatakan, Puti Malabin dalam kondisi sehat dan sifat liarnya masih terjaga. Sehingga direkomendasikan untuk dilepasliarkan ke habitat aslinya.
“Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan diobservasi hampir 5 bulan di TMSBK. Menyatakan Puti Malabin dalam kondisi sehat dengan sifat liar yang masih terjaga. Sehingga direkomendasikan untuk segera dilakukan pelepasliaran ke habitatnya,” tuturnya.
Pelepasliaran Puti Malabin dilakukan dengan bantuan helikopter NAS-332 Super Puma dari Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, di bawah kendali Komando Operasi Udara I.
“Kita melepaskan Puti Malabin ke alam liar dengan mengunakan jalur udara. Karena pertimbangan lokasi pelepasliaran tidak dapat ditempuh jalur darat. Atas dukungan TNI AU Sumbar dan TNI AU Riau, Puti Malabin kita terbangkan dengan helikopter NAS-332 Super Puma milik Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru,” ungkapnya.
BKSDA Sumbar, COP, dan Yayasan Sintas Indonesia akan terus memantau kondisi Puti Malabin di Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Baling selama satu bulan ke depan, untuk memastikan adaptasinya berjalan dengan baik, (*)
Editor : kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
