Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Pembunuhan Lansia di Rumbai : Polisi Tembak Dua Tersangka, Ini Kronologisnya!

Pembunuhan Lansia di Rumbai : Polisi Tembak Dua Tersangka, Ini Kronologisnya!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Polisi menangkap empat tersangka pembunuhan nenek 60 tahun di Limbungan, Pekanbaru. Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Polda Riau menggelar ekspos perkara pembunuhan lansia 60 di Mapolresta Pekanbaru. Empat pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Denny Wati br Sitio (60) diketahui telah merencanakan aksinya sejak jauh hari.

“Awalnya mereka hanya berniat merampok, namun rencana tersebut berubah menjadi pembunuhan terhadap seluruh anggota keluarga korban,” ujar Direskrimum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua.

Dikatakannya, perencanaan aksi dimulai saat para pelaku berada di Medan, Provinsi Sumatera Utara. Sementara, keempat pelaku masing-masing berinisial AF (21), SL (34), E (39), dan L (22). AF merupakan menantu korban yang menikah dengan anak sulung korban bernama Arnold, sekaligus menjadi otak kejahatan tersebut.

“Pelaku utama berinisial AF merupakan mantan menantu korban. Ia menikah dengan anak korban pada 2022, tetapi meninggalkan rumah pada 2023,” ujarnya saat ekspos kasus di Mapolresta Pekanbaru, Ahad (03/05/26).

Tersangka AF kemudian ke Medan, dan bekerja sebagai kasir di sebuah spa. Setelah tiga tahun, AF kembali ke Pekanbaru.

Kendati telah pisah rumah, AF sebelumnya masih menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan sering meminta bantuan ekonomi. Namun, ia mengaku menyimpan sakit hati terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan, AF mengaku menyimpan sakit hati akibat tekanan verbal yang ia terima selama tinggal bersama korban,” jelasnya.

Di Medan, AF menjalin hubungan dengan tersangka SL. Keduanya disebut telah menikah siri sekitar enam bulan sebelum kejadian. Dari hubungan tersebut, rencana kejahatan mulai disusun.

“Motif pelaku tidak hanya dilatarbelakangi rasa sakit hati, tetapi juga dorongan ekonomi untuk menguasai harta milik korban,” katanya.

Saat berada di Pekanbaru, para pelaku sempat menginap di Hotel Aloha, Jalan Riau, dan menyusun rencana secara rinci. Di sana pula, mencari kayu broti dan mengubahnya sebagai pemukul.

Mereka kemudian melakukan survei ke rumah korban untuk memetakan kondisi lingkungan, kebiasaan penghuni, serta waktu yang dianggap aman untuk beraksi.

Sebelumnya, pada 8 April 2026, pelaku sempat masuk ke rumah dan mengambil uang sekitar Rp 4 juta saat kondisi rumah relatif sepi dan hanya ada Arnold.

Kejadian tersebut membuat keluarga korban curiga. Pada keesokan harinya, 9 April 2026, suami korban kemudian memasang kamera pengawas (CCTV).

Seiring waktu, kondisi ekonomi pelaku semakin terdesak. Dalam situasi tersebut, pelaku kembali merencanakan perampokan di rumah korban.

“Di Pekanbaru, niat yang awalnya merampok, berubah menjadi pembunuhan. Bukan hanya terhadap orang tua, tetapi juga Arnold dan adiknya,” ungkapnya.

Untuk memastikan kondisi di dalam rumah, pelaku memancing Arnold, yang berkebutuhan khusus, ke sebuah ruko di Jalan Sudirman guna memperoleh informasi mengenai siapa saja yang berada di rumah.

“Anak korban menyampaikan bahwa di rumah hanya ada inang (ibunya). Setelah itu, pelaku bergerak menjalankan rencana. Arnold ditinggal di ruko,” jelasnya.

Aksi pembunuhan terjadi pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB di rumah korban di Jalan Kurnia II, Kecamatan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai.

Tersangka AF lebih dahulu masuk ke rumah bersama L dan berpura-pura bersilaturahmi. Korban yang tidak menaruh curiga menyambut kedatangan mereka.

Tak lama kemudian, SL masuk dengan menyamar sebagai pengemudi ojek daring yang menagih pembayaran sebesar Rp 300 ribu. Karena merasa tidak pernah memesan, korban menolak membayar.

Saat itulah pelaku SL melakukan serangan. “Pelaku memukul korban menggunakan balok kayu yang telah dipersiapkan sebelumnya,” katanya.

Korban dipukul sebanyak lima kali di bagian kepala dan dada hingga meninggal dunia di tempat. Setelah itu, jasad korban diseret ke bagian dapur.

Sementara itu, pelaku lain mengambil barang-barang berharga milik korban, seperti perhiasan, uang tunai, dan barang elektronik.

Saat kejadian, Arnold sempat datang ke rumah. Namun, ia ditahan di luar oleh pelaku dan diajak berbincang agar tidak masuk ke dalam.

Pelaku juga sempat terkejut melihat CCTV yang baru dipasang oleh keluarga korban setelah kejadian sebelumnya.

“Dalam kondisi panik, pelaku merusak CCTV tersebut. Namun, sebagian rekaman berhasil diamankan,” ungkapnya.

Setelah beraksi, para pelaku melarikan diri. AF, SL, dan E menggunakan mobil, sementara L menggunakan sepeda motor sambil membawa Arnold, yang kemudian diturunkan di Minas.

“Awalnya pelaku juga berniat mencuri sepeda motor Arnold, tapi tidak jadi. Arnold diberi uang Rp 50 ribu, untuk pulang,” ungkap Hasyim.

Para pelaku selanjutnya menuju wilayah Binjai dan sempat mendatangi tempat hiburan malam.

“Setelah itu, pelaku berpencar. Tersangka AF dan SL melarikan diri ke Aceh Tengah. Sementara, E dan L berada di Binjai,” jelas Hasyim.

Tim kepolisian kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap seluruh pelaku di lokasi persembunyian masing-masing.

Saat penangkapan, dua pelaku, yakni SL dan E, melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Dua tersangka melakukan perlawanan saat diamankan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” tegasnya.

Keempat pelaku selanjutnya dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Rls)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Muda Diduga Gantung Diri di Rumah Kos Tanjung Palas Dumai, Leher Terlilit Baju Kaos

    Pria Muda Diduga Gantung Diri di Rumah Kos Tanjung Palas Dumai, Leher Terlilit Baju Kaos

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Warga Dumai gempar atas penemuan seorang pria muda berinisial MRR (24) tewas di sebuah kamar kos, Kelurahan Tanjung Palas, Selasa (02/09/25). Dikutip dari sekilasriau, korban ditemukan terlihat tidak bernyawa dengan lidah menjulur. Sementara, lehernya terlilit baju kaos berwarna hitam. Baca juga : Jatuh dari Ketinggian, Pekerja Kilang Pertamina Dumai Meregang Nyawa, Perusahaan […]

  • DANDIM 0320 Dumai Letkol Arh Hermansyah Tarigan Jadi Irup Harlah Pancasila 2023

    DANDIM 0320 Dumai Letkol Arh Hermansyah Tarigan Jadi Irup Harlah Pancasila 2023

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    DUMAI, detak24com – Dandim 0320 Dumai, Letkol Arh Hermansyah Tarigan SE jadi inspektur upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Bukit Gelanggang Dumai, Kamis (01/06/23). Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 dengan mengusung tema “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global” dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum kota Dumai Muhammad Syafie SSos, M.Si, AKBP Nurhadi Ismanto, […]

  • MOBIL Google.com Maps Nyasar Masuk Kebun Tebu di Malang, Kok Bisa?

    MOBIL Google.com Maps Nyasar Masuk Kebun Tebu di Malang, Kok Bisa?

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    MUNGKIN hal biasa adanya orang nyasar karena mengikut petunjuk Google.com Maps. Kali ini ceritanya berbeda. Seolah kualat, kini gantian Google.com Maps yang nyasar. Mobil Google.com Maps bernomor polisi B 1142 DFP nyasar ke sebuah kebun tebu di RT 33, RW 06, Dusun Gumukmas, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Malang. Peristiwa itu sempat diabadikan warga dan viral […]

  • Diduga Operasi Bocor, Kadisdik Riau ‘Kabur’ Saat Penggeledahan KPK 

    Diduga Operasi Bocor, Kadisdik Riau ‘Kabur’ Saat Penggeledahan KPK 

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Tim KPK menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau dalam rangka penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemprov Riau, Kamis (13/11/25). Penggeledahan berlangsung sejak pagi dan menyasar sejumlah ruangan penting. Termasuk ruang kepala dinas dan para kepala bidang. Baca juga : KPK ‘Obrak-abrik’ Dinas PUPR-PKPP Riau Selama 6 Jam, Ini Hasilnya! Hanya saja, saat tim […]

  • AMANKAN 87 Kg Sabu dan 55.542 Ineks, Polda Riau Ciduk Ratusan Tersangka Narkoba

    AMANKAN 87 Kg Sabu dan 55.542 Ineks, Polda Riau Ciduk Ratusan Tersangka Narkoba

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polda Riau mengamankan 87 Kg sabu dan 55.542 ineks dengan tersangka 435 orang selama Operasi Antik Lancang Kuning 2023. Wakapolda Riau, Brigjen Pol Kasihan Rahmadi mengatakan, Operasi Antik Lancang Kuning dilakukan mulai dari 21 Februari 2023 hingga 4 Maret 2023. “Operasi Antik Lancang Kuning tahun ini, petugas mengamankan 87 sabu dan 55.542 […]

  • Mahatir Klaim Kepri-Singapura Masuk Malaysia, Motif Pencitraan

    Mahatir Klaim Kepri-Singapura Masuk Malaysia, Motif Pencitraan

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Kualalumpur, detak24.com  – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjadi sorotan lantaran pernyataan yang ‘mengompori’ Negeri Jiran seharusnya mengklaim wilayah Kepulauan Riau serta Singapura beberapa waktu lalu. “Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Singapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu [Malaysia],” […]

expand_less