Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » PEMBUNUH Sadis di Cerenti Kuansing Divonis 15 Tahun Penjara, Korban Aktifis WWF

PEMBUNUH Sadis di Cerenti Kuansing Divonis 15 Tahun Penjara, Korban Aktifis WWF

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUANSING, detak24com – PN Teluk Kuantan menjatuhkan vonis hukuman 15 tahun penjara kepada Pebri Triandy alias Yandi alias Ebe Bin Irpan Mulyadi, terdakwa pembunuh sadis di Cerenti Kuansing.

Vonis dibacakan pada sidang pada Senin (24/03/24). Sidang dipimpin Agung Iriawan, SH, MH selaku Ketua dengan hakim anggota Faiq Irfan Rofii, SH dan Samuel Febrianto Marpaung, SH. yang secara bergantian membacakan surat Putusan.

Dari fakta-fakta persidangan, saksi-saksi dan bukti-bukti yang diajukan, saksi-saksi dan pengakuan terdakwa sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang petani Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan meninggal secara sadis pada hari Selasa 4 Juli 2023 lalu dipersidangan terdakwa terbukti secara syah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 340 KUHPidana dengan putusan hukuman 15 tahun penjara.

Dalam pertimbangannya Majelis Hakim melihat pelaku berterus terang atas perbuatannya dan belum pernah dihukum sebagai hal yang meringankan Terdakwa. Namun hal yang memberatkan perbuatan Terdakwa telah meresahkan masyarakat dan tergolong sadis telah merampas nyawa orang lain.

Vonis Majelis hakim lebih ringan sedikit dari Tuntutan Jaksa dimana Refla Okmanta, SH,. MH. selaku Jaksa Penuntut Umum menuntut Terdakwa dengan Pasal berlapis Dakwaan Primer Pasal 340 KUHPidana Subsider Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan tuntutan 18 Tahun Penjara yang dibacakan dalam persidangan Kamis, 15 Februari 2024.

Dakwaan ini sejak awal penyidikan, berdasarkan SP2HP dan resume berkas perkara saat pelimpahan berkas perkara dan perkara Tersangka (P21) pada tanggal 2 November 2023 Penyidik Polres Kuansing menerapkan Pasal 338 juncto Pasal 340 KUHPidana.

Dalam tuntutannya, jaksa juga memuat hal-hal yang memberatkan yaitu tidak ada alasan pemaaf kepada terdakwa serta tidak ada hal-hal yang meringankan apalagi pelaku dan keluarga korban tidak adanya perdamaian.

Terdakwa melalui Penasihat Hukumnya mengajukan Pledoi (pembelaan) atas Tuntutan Jaksa yang kemudian dilakukan kembali Replik oleh JPU.

Setelah dibacakan putusan, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum Muskarbet 78, SH, MH dan Teman Sejawatnya langsung menerima putusan yang dibacakan Majelis Hakim setelah berkonsultasi dengan Penasihat Hukumnya.

Namun Refla Okmanta, SH,. MH selaku Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut dalam 7 hari sebagaimana diatur Hukum Acara Pidana ( UU No. 8 Tahun 1981), apakah banding ke Pengadilan Tinggi Riau atau menerima putusan.

Kronologi Pembunuhan Sadis

Seperti yang diberitakan Riauterkini sebelumnya, korban pembunuhan sadis, Arsyad Bin A Rachim , 41 tahun, warga Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan meninggal secara sadis pada hari Selasa 4 Juli 2023 sekira pukul 17.30 Wib di Jalan Pertanian Pematang Sialang Dusun 3 Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuansing.

Korban Arsyad Bin A Rachim pertama kali ditemukan oleh Saksi Nasrian (Warga Desa Kompe Berangin) dalam kondisi bersimbah darah dan menggenaskan, sekira pukul 17.35 Wib, saksi Nasrian pulang dari kebun melewati jalan Pertanian Pematang Sialang Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau.

Di perjalanan, saksi Nasrian melihat Arsyad (korban) sudah tergeletak di tengah jalan dengan kondisi bersimbah darah penuh luka-luka bacokan senjata tajam.

Pada hari naas tersebut sekitar pukul 17.00 WIB korban pamit kepada istrinya ( Maida Herlina) untuk pergi ke kebun dengan mengendarai sepeda motor dan membawa sebilah pisau kecil yang biasa digunakan untuk memetik sayur di kebun mereka.

Jarak dari rumah dengan kebun korban sekitar 1.200 Meter (1,2 KM). Korban sampai di kebun pada waktu yang bersamaan ketika pelaku melewati pondok korban dengan menggunakan sepeda motor bermuatan sawit dalam keranjang.

Pada saat lewat depan pondok korban, pelaku menggeber-geber gas sepeda motor secara tidak wajar (bising) padahal lokasi arah pelaku tidak dalam kondisi tanjakan sehingga tidak semestinya digeber-geber/ gas tinggi.

Keluarga Korban Sangat Kehilangan Maida Herlina, istri korban menunjuk Alhamran Ariawan, SH,MH dan Ali Husin Nasution, SH selaku Kuasa Hukum keluarga Korban dari Kantor Hukum ALHAMRAN ARIAWAN, SH,. MH & ASSOCIATES yang gigih mendampingi proses hukum untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan hukum sejak dari penyidikan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi terjadi ditegah masyarakat Tindakan yang main hakim sendiri dengan cara seperti Hukum Rimba.

“ Vonis penjara 15 tahun terhadap Terdakwa tidak seberapa yang kami rasakan, suami dan ayah anak-anak saya mati dibunuh sia-sia, ada rasa malu, sedih yang membuat kami terpukul dan merasa kehilangan baik sebagai tulang punggung keluarga maupun sebagai ayah yang seharusnya memberikan kasih sayang pada anak-anak kami, kalau boleh seharusnya Nyawa harus dibalas nyawa”, ucap Maida Herlina istri korban usai mendengarkan vonis hakim sambil berlinang air mata.

Tampak selain istri korban dan keluarga, juga hadir saudara kandung korban yang sengaja datang menghadiri sidang terakhir putusan hari ini. Semuanya terlihat tampak lega walau bercampur sedih mengenang meninggalnya Korban ditangan Terdakwa .

Kuasa Hukum Keluarga Korban Alhamran Ariawan, SH,. MH dan Ali Husin Nasution, SH menanggapi vonis 15 tahun sudah memberikan rasa adil terhadap keluarga korban. Meskipun Penerapan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana sebenarnya sudah sepantasnya diterapkan terhadap pelaku jika melihat tahap demi tahap jalannya rekonstruksi di Polres Kuansing yang mana unsur-unsur perencanaan dari keterangan-keterangan saksi-saksi Alat Bukti Surat ( Hasil Otopsi Jenazah Korban), juga Keterangan Terdakwa, serta Barang Bukti sangat memadai untuk itu.

Maida Herlina bersama keluarga yang hadir dalam sidang putusan yang didampingi Alhamran Ariawan, SH, MH dan Ali Husin Nasution, SH selaku Penasihat Hukum keluarga korban atas putusan/ vonis meskipun tidak menjatuhkan pidana mati atau seumur hidup atau penjara 20 tahun sebagaimana rumusan Pasal 340 KUHPidana atau setidak-tidaknya sama dengan tuntutan Jaksa yaitu 18 tahun penjara agar memberikan rasa keadilan terhadap keluarga korban dan menjadi efek jera terhadap masyarakat luas (prevensi umum) agar tidak mudah main hakim sendiri dengan menghilangkan nyawa orang lain, dikutip detak24com dari riauterkini. (*/Berita)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump Announces US Military Strike on Yemen, Targeting Houthi Militia

    Trump Announces US Military Strike on Yemen, Targeting Houthi Militia

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – United States (US) President Donald Trump announced a military strike on Yemen with the main target being the Houthi militia group. Trump made the statement via the social media platform, Truth Social, as quoted on Sunday (03/16/23). “We will use overwhelming lethal force until we achieve our goals,” Trump said in his […]

  • Polres Kampar Sikat Tiga Pemain Sabu di Lahan PT Pokphand Kuok 

    Polres Kampar Sikat Tiga Pemain Sabu di Lahan PT Pokphand Kuok 

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Polres Kampar membekuk tiga orang laki-laki diduga terlibat dalam peredaran sabu di lahan PT Pokphand Farm 3, Dusun Malapari Desa Batu Langka Kecil, Kuok, Kampar. Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kasat Resnarkoba, AKP Markus Sinaga, Ahad (30/11/25) menjelaskan, bahwa ketiga pelaku tersebut adalah MS (26), MP (20), dan MB […]

  • KEBAKARAN MANGGARAI Utara Belasan Rumah Warga Ludes, 230 Jiwa Mengungsi

    KEBAKARAN MANGGARAI Utara Belasan Rumah Warga Ludes, 230 Jiwa Mengungsi

    • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Belasan rumah dilalap si jago merah di Jalan Manggarai Utara II, Manggarai, Tebet Jakarta Selatan pada Sabtu (17/12/22) petang.  Berdasarkan pantauan  di lokasi, diperkirakan sekitar 12 rumah semi permanen yang terbakar. Seorang warga sekitar Oyon (23) mengatakan, sebelum api muncul, diawali dengan asap hitam tebal yang membumbung tinggi sekitar pukul 14.50 WIB […]

  • Pelaksanaan MTQ Provinsi Riau Dilaksanakan Juli 2022

    Pelaksanaan MTQ Provinsi Riau Dilaksanakan Juli 2022

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Asisten I Setdaprov Riau Masrul Kasmy, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-54 Tingkat Kota Pekanbaru tahun 2022. Acara penutupan dilaksanakan di Astaka Utama MTQ Kota Pekanbaru, Halaman Mesjid Da’wah, Jalan Paus Lembah Damai, Rumbai, Pekanbaru, Rabu (16/3/2022) malam. Kegiatan MTQ kali ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dari tanggal 12-16 […]

  • WARGA Kuala Alam Bengkalis Sekarat Dikeroyok Massa, Dituding Informan Polisi

    WARGA Kuala Alam Bengkalis Sekarat Dikeroyok Massa, Dituding Informan Polisi

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    Bengkalis, detak24com – Sat Reskrim Polres Bengkalis meringkus seorang tersangka diduga pengeroyokan terhadap Rudi Maryansah di pondok kebun Jalan Panglima Minal Gang Nelayan, Desa Kuala Alam. Kasat Reskrim AKP Firman Fadhila dirilis, Ahad (13/08/23) mengatakan, tersangka teridentifikasi berinisial TS (19), warga Desa Kuala Alam diciduk petugas di Jalan Awang Mahmuda Desa Kuala Alam. Ia ditangkap […]

  • Ganteng Ganteng Jadi Pengedar, Polisi Ringkus Tersangka dengan Barbuk 400 Gram Ganja di Pangkalan Kerinci 

    Ganteng Ganteng Jadi Pengedar, Polisi Ringkus Tersangka dengan Barbuk 400 Gram Ganja di Pangkalan Kerinci 

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com -Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pelalawan ungkap kasus narkotika dengan menangkap seorang pria berinisial OEP (29), di Pangkalan Kerinci Timur. Informasi dirangkum Jumat (31/01/25), tak tanggung-tanggung, aparat berhasil menyita barang bukti sekitar 400 gram ganja kering dalam penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (29/01/25) tersebut. Tersangka berwajah cukup ganteng itu terciduk di sebuah rumah […]

expand_less